of 8

Brown coal

Published on January 2019 | Categories: Documents | Downloads: 2 | Comments: 0
181 views

Comments

Content

A. Bro Brown Coal Coal

Brown Brown coal coal atau atau lignit lignit adalah adalah batuba batubara ra berku berkuali alitas tas terend terendah ah dan merupakan batubara yang paling rapuh. Batubara ini lebih lembut, disebut batubara geologis “muda” dan berada relatif dekat dengan permukaan bumi.

Menurut Lignite Energy Council, !," persen dari batubara lignit di# gasi gasifik fikas asii men$ men$ad adii gas gas alam alam sint sintet etis is dan dan %," %," pers persen en digu diguna naka kan n untu untuk k memproduksi pupuk berbasis amonia. &an sebagian besar digunakan untuk mengha menghasil silkan kan listrik listrik.. 'arena 'arena tinggi tingginy nya a relati( relati(ita itas s berat berat terhad terhadap ap $umlah $umlah panas, panas, lignit lignit biasan biasanya ya diguna digunaka kan n dalam dalam bentuk bentuk bubuk bubuk batuba batubara ra untuk untuk pembangkit listrik berbahan bakar batubara di dekat tambang.

Melalui proses yang disebut gasifikasi batubara, lignit dapat dipecah secara kimia untuk membuat gas alam sintetis yang menghasilkan tenaga lebih besar dan lebih mudah untuk beroperasi di pembangkit listrik skala komersial.

)ilai *anas+ Lignit memiliki memiliki nilai kalor sekitar .--.--- sampai .!-.!-- Btu per pound. /01M &! 2 -" 0tandard Classification of Coals by 3ank.

'arakteristik+ Lignit mengandung tingkat karbon terendah 45" sampai !" persen6 dan tingkat kelembaban tertinggi 4biasanya 5- sampai - persen berat, namun dapat mencapai 7- sampai %- persen6 dari semua batubara.  /bu ber(ariasi hingga "- persen berat. Lignit memiliki tingkat sulfur rendah

4kurang dari  persen6 dan abu rendah 4sekitar  persen6, tetapi tinggi 8at (olatil 4!5 persen dan lebih tinggi berdasarkan beratnya6 dan menghasilkan tingkat emisi polusi udara yang tinggi. Berdasarkan ASTM: • • •

'arbon padat 4dmmf, dry mineral matter free6 97:; <at terbang 4dry mineral matter free6 =!; )ilai kalor 4mmf, moist mineral matter free6 9.--- kcal>kg.

Berdasarkan PP 45/2003 tentang tarif atas jenis PBP !ada "#S"M

)ilai kalor 9 ".-- 4adb, air dried basis6

Berdasarkan $S% 2&'0:(&)4: *at+*ara dengan nilai kalor , 5.)00 kal/g

4moist ash free ? maf6 atau 9 -.7-- btu>lb 4maf6

-er+gian • • • •

1otal moisture tinggi 45- 2 -;6 Efisiensi pembakaran rendah 1emperatur titik leleh abu rendah 'ecenderungan ter$adinya swabakar tinggi

B. PA"# B%1 C%A "efinisi:

@pgrading

batubara

4coal

upgrading6+

suatu

proses

untuk

meningkatkan kualitas batubara peringkat rendah 4lignit dan atau sub# bituminus6 menghasilkan batubara yang setara dengan batubara bituminus 4kadar air rendah dan nilai kalor tinggi6 Beberapa penelitian untuk mengurangi kadar air telah dilakukan se$ak tahun :5-#an di /merika 0erikat, /ustralia, Aepang, dan lain#lain 40uwono, 5---6. 0alah satu di antaranya adalah teknologi @pgraded Brown Coal [email protected] yang merupakan teknologi peningkatan kualitas 4upgrading6 batubara peringkat rendah melalui penurunan kadar air total yang dikembangkan oleh 'obe 0teel Ltd., Aepang. 'euntungan teknologi ini antara lain karena proses berlangsung pada temperatur dan tekanan rendah. @ntuk mencegah

masuknya kembali air ke dalam batubara, maka dalam proses ditambahkan minyak residu untuk melapisi pori#pori pada partikel batubara. Berdasarkan penelitian proses @BC skala labratorium di *uslitbang tekM3/ 4&atin, 5--56 dan skala bench di 'obe 0teel Ltd., 'akogawa, Aepang, 40higehisa, 5---6, beberapa batubara peringkat rendah yang berasal dari ndonesia dapat ditingkatkan kualitasnya. &alam proses @BC, batubara dibuat slurry dengan menggunakan minyak tanah yang dicampur dengan minyak residu, kemudian dipanaskan pada temperatur "-C dan tekanan sekitar !," atm 4&eguchi,:::6. Batubara hasil proses dipisahkan, dikeringkan, dan dibuat briket. Campuran minyak tanah dan residu dapat digunakan kembali untuk proses selan$utnya. *enambahan minyak residu diperlukan untuk menutup pori#pori batubara yang terbuka sehingga air yang telah keluar tidak akan terserap kembali.

-e+nt+ngan: •

Meningkatkan nilai tambah



Meningkatkan efisiensi pembakaran



'estabilan kualitas batubara untuk industri yang telah ada



Mengurangi biaya transportasi



Mengurangi emisi+ CD5, 0D, )D F partikulat



Men$aga ter$adinya degradasi 4fines>dust6

C. P%S#S PA"# B%1 C%A

 /ir yang terkandung dalam batubara terdiri atas air bebas 4free moisture6 dan air bawaan 4inherent moisture6. /ir bebas adalah air yang terikat secara mekanik dengan batubara pada permukaan dalam rekahan atau kapiler yang mempunyai tekanan uap normal. 0edangkan air bawaan adalah air yang terikat secara fisik pada struktur pori#pori bagian dalam batubara dan mempunyai tekanan uap yang lebih rendah daripada tekanan normal. 'andungan air dalam batubara, baik air bebas maupun air bawaan,

merupakan faktor yang merugikan karena memberikan pengaruh yang negatip terhadap proses pembakarannya. *enurunannya kadar air dalam batubara dapat dilakukan dengan cara mekanik atau perlakuan panas. *engeringan cara mekanik efektif untuk untuk mengurangi kadar air bebas dalam batubara basah, sedangkan penurunan kadar air bawaan harus dilakukan dengan cara pemanasan. 0alah satu proses dengan cara ini adalah @BC [email protected] brown coal6 yang diperkenalkan oleh 'obe 0teel Ltd., Aepang.

Bagan /ir *roses @BC

*roses @BC dilakukan pada temperatur sekitar "-C sehingga pengeluaran tar dari batubara belum sempurna. @ntuk itu perlu ditambahkan 8at aditif sebagai penutup permukaan batubara, seperti kan$i, tetes tebu 4mollase6, slope pekat 4fuse oil6, dan minyak residu. @ntuk proses @BC, sebagai aditif digunakan minyak residu yang merupakan senyawa organik yang beberapa sifat kimianya mempunyai kesamaan dengan batubara. &engan kesamaan sifat kimia tersebut, minyak residu yang masuk ke dalam pori#pori batubara akan kering, kemudian bersatu dengan batubara. Lapisan minyak ini cukup kuat dan dapat menempel pada waktu yang cukup lama sehingga batubara dapat disimpan di tempat yang terbuka untuk  $angka waktu yang cukup lama 4Couch, ::-6. Gambar 5 menun$ukan sifat

permukaan batubara sebelum dan sesudah proses pengeringan.

Per+kaan Bat+*ara Se*el+ dan Ses+da Proses Pengeringan

*roses @BC dilakukan pada temperatur sekitar "-C sehingga pengeluaran tar dari batubara belum sempurna. @ntuk itu perlu ditambahkan 8at aditif sebagai penutup permukaan batubara, sperti kan$i, tetes tebu 4mollase6, slope pekat 4fuse oil6, dan minyak residu. @ntuk proses @BC, sebagai aditif digunakan minyak residu yang merupakan senyawa organik yang beberapa sifat kimianya mempunyai kesamaan dengan batubara. &engan kesamaan sifat kimia tersebut, minyak residu yang masuk ke dalam pori#pori batubara akan kering, kemudian bersatu dengan batubara. Lapisan minyak ini cukup kuat dan dapat menempel pada waktu yang cukup lama sehingga batubara dapat disimpan

di tempat terbuka untuk $angka waktu yang cukup lama

". TAAP6TAAP PA"# B%1 C%A

. *reparation slurry > dewatering, 0elama tahap slurry preparation > dewatering, setelah pul(eri8ed low#rank coal dengan kelembaban yang tinggi telah dicampur dengan minyak yang rendah 4biasanya minyak bumi6, dan kemudian dicampur  dengan minyak berat 4seperti aspal6, dan dipanaskan dalam shell dan e(aporator, kelembaban batubara men$adi uap air. @ap dikirim ke sisi shell dari e(aporator, setelah ditekan oleh kompresor, dapat digunakan waste#heat $uga sebagaisumber panas, memberikan penghematan energi besar selama proses dewatering. Batubara low rank $uga mengandung banyak pori#pori dan kelembaban di dalamnya akan dihilangkan dalam proses penguapan ini . 0elama proses dewatering, minyak berat dicampur secara efektif teradsorpsi ke permukaan pori#pori, sehingga mencegah pembakaran spontan Hspontan combustionI dan, fungsi minyak berat untuk mencegah adsorpsi#ulang kelembaban. *roses @BC merupakan salah satu cara penghilangan kadar air dalam batubara melalui proses penguapan 4e(aporasi6. &ibandingkan dengan teknologi upgrading lainnya, seperti hot water drying 4JK&6 atau steam drying 40&6 yang dilakukan pada temperatur diatas 5%"oC dan tekanan yang cukup tinggi "."-- kpa 4Baker,dkk.,:76, proses @BC sangat sederhana karena temperature dan tekanan yang digunakan lebih rendah, yaitu "- 2 7-oC dengan tekanan !"- 'pa. &engan rendahnya temperatur dan tekanan, pengeluaran tar dari batu bara belum sempurna, karenya perlu ditambahkan 8at aditif sebagai penutup permukaan batubara seperti kan$i, tetes tebu 4mollase6, slope pekat 4fuse oil6, minyak residu, dan lain#lain. @ntuk proses @BC sebagai aditif digunakan low sulfur wa residue 4L0K36 yang merupakan senyawa organik yang beberapa sifat kimianya mempunyai kesamaan dengan batubara. &enagn kesamaan sifat kimia tersebut, residu yang masuk kedalam pori#pori batubara akan kering kemudian bersatu denagan batubara. Lapisan minyak ini cukup kuat dan dapat menempel pada waktu yang cukup lama

sehingga batubara dapat disimpan di tempat terbuka untuk $angka waktu yang cukup lama 4Couch, ::-6

5. *emisahan padat#cair > pelarutreco(ery *ada tahap ini,

setelah sebagian besar pelarut daur ulang

dihilangkan dari lumpur dikeringkan dengan decanter, daur ulang pelarut yang tersisa di pori#pori batubara tersebut dihilangkan oleh pengering tabung uap. !. Briket 'arena batubara yang dihasilkan dalam proses @BC masih dalam bentuk bubuk, untuk transportasi untuk pelanggan non#lokal itu terbentuk men$adi briket. Menggunakan double roll briuetter, batubara

dapat

dengan mudah dibentuk men$adi briket tanpa menggunakan pengikat. Noto  menun$ukkan gambar briket upgrade batubara.

Jasil penelitian pada pilot plant @BC dengan kapasitas " ton>hari, yang dibangun dan beroperasi di *alimanan Cirebon se$ak tahun 5--! dengan commissioning

menggunakan

batubara

Binungan,

'alimantan

1imur 

[email protected],dkk.,5--!6 menun$ukkan bahwa karakteristik batubara kalori rendah anatar satu daerah dengan daerah lainnya berbeda, sehingga perlakuan dalam proses @BC harus berbeda pula. Jali ini ditun$ukkan dengan perbedaan hasil e(aluasi un$uk ker$a peralatan proses @BC, terutama pada slurry dewatering, decanter 4pemisahan batubara#minyak6 dan pengeringan batubara. *enelitian dengan batubara 0amarangau, 'alimantan 1imur, diketahui bahaa kecepatan umpan dan temperatur proses mempengaruhi kualitas batubara hasil proses. 'ecepatan umpan -- kg>$am, temperatur 7-oC dan tekanan !-- 'pa memberikan hasil yang terbaik dengan persen penurunan kadar air terbesar, yaitu :,-;. *ada kondisi ini nilai kalor dari 7"% kal>gr naik men$adi 77!5 kal>gr atau persen kenaikan -,7 ; [email protected],dkk.,5--"6

P%AM BC "$ $"%#S$A

1eknologi @BC di ndonesia dimulai dengan dibangunnya pilot plant di *alimanan, Cirebon yang telah mulai beroperasi se$ak tahun 5--! dengan kapasitas " ton>hari. 1ahun 5--7 akan dibangun pabrik @BC skala demo dengan kapasitas .--- ton>hari yang akan mulai beroperasi tahun 5--. 0kala komersial dengan kapasitas ".--- ton>hari atau ,% $uta ton>tahun diharapkan mulai dibangun pada tahun 5--: dan beroperasi pada tahun 5--. *ada tahun 5-5" diharapkan telah ada  pabrik @BC skala komersial dengan kapasitas masing#masing ,% ton>hari sehingga pada tahun tersebut kurang lebih 5 $uta ton>tahun batubara peringkat rendah ndonesia telah dapat ditingkatkan kualitasnya dan dapat diekspor untuk menambah de(isa negara

Sponsor Documents


Recommended

No recommend documents

Or use your account on DocShare.tips

Hide

Forgot your password?

Or register your new account on DocShare.tips

Hide

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Back to log-in

Close