of 1

Deteksi 3

Published on May 2017 | Categories: Documents | Downloads: 5 | Comments: 0
112 views

Comments

Content

Jawa Pos

Selasa 21 September 2010

35

DET TIP KENALI PENYEBABNYA
HARI gini antipesta?? Jadul banget ya. Weits, jangan buruburu berpendapat seperti itu. Sebab, nggak semua teman yang antipesta itu nggak mengerti perkembangan sekarang. Mereka punya alasan tertentu, kenapa nggak suka dateng ke pesta. Nah, sebagai teman, kita harus memahami dia. Tapi, terlebih dahulu mengerti, penyebab dia antipesta. • Trauma Bisa jadi, teman antipesta itu pernah mengalami trauma saat sedang berada dalam pesta. Misalnya, pernah kecopetan atau melihat mantan jalan sama cewek lain di pesta tersebut. Karena itu, dia paling bete deh sama jenis pesta-pestaan gitu. • Hedon Bagi sebagian orang, pesta itu cuma untuk senangsenang. Yap, mereka menganggapnya sebagai hedonisme gitu. Tapi, kan nggak selamanya pesta cuma untuk senang-senang aja. Kalau dilihat dari segi positifnya, pesta bisa jadi ajang untuk berkumpul dengan teman. Itulah yang perlu kamu jelaskan ke dia. • Belum Cukup Umur Ada sebagian orang tua yang melarang anaknya pergi ke pesta karena takut terjadi sesuatu yang nggak baik. Kalau alasannya seperti itu, jangan paksa dia ikutan pesta. Jangan ejek dia juga sebagai anak mama atau kuper. Oke! • Bokek Wah, kalau alasan temanmu antipesta adalah bokek, repot juga nih. Kalau kamu lagi banyak uang sih, bayarin aja dia. Tapi kalau nggak, ya sudahlah, biarkan dia menabung supaya bisa ikutan pes tamu bareng teman-teman lainnya. Hahaha. (ita/c10/fry)

Pesta? Makasih, deh
Membujuk Teman agar Mau Datang
Selamat malam dunia Ku siap tuk berpesta Tunggu aku di sana Bertemu oh baby Datang ke sebuah pesta memang asyik banget kayak lagu Jikustik di atas. Ikutan pesta berasa menyapa seluruh dunia. Bisa ketemu teman sekolah, teman hangout, atau bahkan gebetan. Bergantung pada siapa saja yang diundang dalam pesta tersebut. Meski menyenangkan, ternyata ada juga lho orang-orang yang nggak doyan ikut pesta. Ciri-cirinya, tiap mau ke pesta, dia selalu nolak dan ada
ILUSTRASI: PUGUH

Pernahkah kamu punya teman antipesta?
Nggak pernah 55% Pernah 45%

Apakah temanmu jadi kuper karena antipesta?
Ya 56,7% Nggak 43,3%

aja alasannya. Nggak percaya? Sebanyak 45 persen responDet mengatakan punya teman yang antipesta. Alhasil, mereka kerap mendapatkan cap kurang gaul atau kuper. ”Ada temanku yang nggak suka pesta. Katanya cuma buang waktu. Akibatnya, dia nggak nyambung setiap temanteman mulai membahas pesta yang kami ikuti,” cuap Natalie Vitania. Menurut pelajar asal SMA YPPI 2 itu, dirinya dan teman-teman akhirnya jarang mengajak jalan temannya yang antipesta tersebut. Punya teman antipesta emang bikin kita serbasalah. Tapi, bukan berarti nggak ada solusi buat mereka yang punya teman antipesta. Para responDet punya beberapa jurus untuk membuat teman anti-pestanya jadi mau pergi ke pesta. Jurus-jurus itu adalah mem-

bujuk, sedikit membohongi, bahkan memaksa dengan keras. Ada Juliana dari SMP Kawung yang pernah melakukan jurus pertama. ”Awalnya, temanku nggak mau aku ajak, tapi aku bujuk dengan bilang bahwa sekali-sekali dia harus datang ke pesta biar nggak jadi anak rumahan terus,” ceplos cewek yang baru aja berulang tahun ke-14 itu. Dengan bujukan ampuhnya itu, akhirnya teman Juli bersedia ikutan pesta. Malah, katanya, teman Juli itu sekarang semangat banget setiap datang ke pesta. ”Dia sekarang jadi senang ke pesta soalnya bisa seru-seruan bareng teman-teman,” tambahnya. (cin/c6/fry)

Paling sering usaha apa yang kamu lakukan? (3 tertinggi)
Membujuknya 69,1% Membohonginya 17,9% Memaksa dengan keras 4,9%

Pernahkah kamu berusaha supaya temanmu mau ikut pesta?
Pernah Nggak pernah 68,3% 31,7%

Menurutmu, bagaimana anak yang antipesta?
(3 tertinggi)

ILUSTRASI: PUGUH

BLA BLA BLA

Pada akhirnya, apakah temanmu pernah datang ke pesta?
Ya Nggak 68,3% 31,7%

Hargailah Mereka
Orang nggak suka pesta itu bukan sesuatu yang salah lho. Itu sama artinya dengan orang yang nggak suka makan bakso, nggak salah kan? Hal tersebut terjadi karena tiap remaja tumbuh di lingkungan yang berbeda. Kemungkinannya adalah memang tidak ada minat. Bisa jadi, pesta dianggap bukan budayanya. Maka, dia tidak suka untuk diajak ke pesta-pesta. Kita sebagai teman harus bisa menghormati. Kalau memang nggak suka, ya jangan dipaksa atau diintimidasi dengan mengecapnya norak atau jadul . Itu hak mereka. Tapi, bagi temen-temen yang DOK. DETEKSI antipesta, kalau memang ada acara yang mengharuskan untuk datang, sebaiknya kalian tetap datang. Siapa tahu suatu saat nanti kalian menjadi panitia sebuah pesta. Dengan tetap datang, itu sama dengan belajar menghargai dan menyesuaikan diri. (ita/c7/fry) Baby Joewono Pakar Etika
Nggak neka-neka 41,8%

Tanda Nggak Neka-Neka
SETIAP orang mempunyai kesukaan masing-masing. Begitu juga teman yang nggak begitu suka dengan pesta. Walaupun termasuk orang yang partygoers, kamu tetap gak bisa memaksa teman untuk jadi penggila pesta juga. Bisa jadi, para teman antipesta itu termasuk anak yang nggak neka-neka (41,8 persen), kuper (28,8 persen), atau mereka memang susah bersosialisasi (23,5 persen). Jadi, gimanapun caramu merayunya, dia tetap nggak bakal doyan sama pesta. Berliana Mohamad Adinegara dari SMA Muhamadiyah 3 adalah responDet yang punya teman antipesta. Dia berpendapat bahwa temannya itu memang nggak suka neka-neka. ’’Temanku itu suka menganggap bahwa pesta identik dengan foya-foya dan hal negatif,” cuap bernama pendek Berlin itu. Sebaliknya, Berlin adalah orang yang suka pesta. Nggak jarang dia berusaha untuk meyakinkan sang teman bahwa nggak semua pesta itu untuk foya-foya. ’’Pesta ulang tahun, misalnya. Itu kan tujuannya untuk bersyukur atas masihnya diberi umur,” jelasnya. Selain Berlin, ada Dyah Ayu Anggraini yang punya teman nggak suka pesta. Menurut cewek yang bersekolah di SMKN 1 tersebut, temannya itu kuper karena nggak bisa diajak have fun. Karena nggak ingin temannya dianggap kuper, Dyah pun mengajaknya ikutan pesta. ”Susah banget ngajaknya. Sayang kan kalo nggak ikutan, ntar kesannya kurang pergaulan,” tuturnya. (nak/c7/fry)
Metode Polling: Cluster random sampling Toleransi Kesalahan : 4,5% Instrument polling: Kuisioner Open Closed Question

Kuper 28,8%

FOTO: SENO/DETEKSI MODEL: LINKE (SMA PETRA 3) ILUSTRASI & DESAIN: DEAN

ILUSTRASI: YAHYA

Susah bersosialisasi 23,5%

JENIS Jenis KELAMIN kelamin

Cewek 50% Cowok 50%

JUMLAH jumlah RESPONDET respondet

Total responDet 408 terdiri atas pelajar SMP dan SMA di Surabaya

PENDIDIKAN Pendidikan

SMP 50,0% SMA 50,0 %

USIA usia

11 - 13 Tahun 31,8% 14 - 16 Tahun 46,7% 17 - 19 Tahun 21,5%

CARTOON CORNER

Lebih Milih Tidur ketimbang Datang ke Pestaku
PESTA, ya? Hmm… Bisa dibilang, aku bukan termasuk orang yang begitu suka. Tapi, karena banyak undangan, terutama sweet seventeen, ya aku sempatin datanglah. Apalagi waktu aku SMA, banyak banget undangan pesta dari temanku. Sekarang sih sudah jarang banget. Aku lebih sering nongkrong biasa bareng teman-teman daripada ke pesta. Lagi pula kalau mau datang ke pesta-pesta tuh, biasanya aku dibatasin sama orang tua. Apalagi pesta kan biasa diadakan saat malam. Nah, aku nggak boleh pulang terlalu larut. So, kalau ada undangan ke pesta, aku cuma datang sebentar. Yang penting aku menghargai yang ngundang. Nah, omong-omong soal nggak suka datang ke pesta, ada temanku yang lebih anti daripada aku. Sebab, dia memang alergi sama suasana ramai. Katanya sih, dia ngerasa nggak nyaman banget berada di tempat yang rame dan penuh orang. Pesta salah satunya. Jadi, pernah tuh waktu ultah, aku undang dia. Ya, sebut aja namanya Rudi. Sebelum datang, dia tanya-tanya terus, pestanya diadain di mana. Terus, siapa aja yang diundang. Setelah tanya-tanya kayak gitu, apakah dia datang? Jawabannya adalah nggak. Besoknya aku tanyain tuh alasannya nggak datang. Habis, dia kan sudah tanya-tanya duluan. Jadi, nggak salah dong kalau aku berpikir dia datang. Sebab, bikin aku rada kecewa juga sih. Tahu nggak alasannya apa? Ternyata, dia tuh sudah kepikiran untuk datang. Tapi, katanya, dia pikir-pikir lagi. Dia bilang, pasti sedikit orang yang dia kenal di pestaku. Alhasil, dia nggak datang dan malah lebih memilih tidur di rumah. Huh, dasar Rudi! Ternyata, sifat anti pestanya nggak berubah juga. Biarpun pesta temannya sendiri, dia tetap ogah datang. Meski sebenarnya aku kesal, menurutku, sifat Rudi itu wajarwajar aja. Sebab, aku pikir, orang tuh emang berbeda-beda. Ada yang nyaman dengan suasana sepi, ada yang nyaman di suasana ramai. Jadi, aku maklumin aja deh, kenapa Rudi sampai nggak datang ke pesta ulang tahunku. Ya, masuk akal juga sih alasan itu. Kadang kalau berada di tempat banyak orang yang nggak kita kenal, rasanya nggak enak banget. Kalau jadi Rudi, aku juga mungkin bakal milih nggak datang daripada terasing di pesta itu. Hahaha. Cuma, untuk Rudi, caranya mungkin yang harus diubah. Kalau nggak mau datang ke pesta, seharusnya dia nggak tanya sedetail itu ke orang yang mengundangnya. Minimal kasih kabar biar yang ngundang nggak kecewa. (dya/c6/fry)
Cantika Ramona Pemain FTV
DOK.DETEKSI

LEBARAN memang sudah berlalu. Tapi, di sana sini masih banyak orang yang mengucap maaf. Nah, si Det pengin tahu nih, siapa sih orang pertama yang bakal kamu maafin? Kenapa dia yang kamu pilih? Adakah cerita di balik pemberian maafmu? Tulis ceritamu semenarik mungkin dan sedetail-detailnya ke [email protected] Di akhir periode, akan dipilih tiga ide paling menarik dan gokil. Masing-masing men dapatkan hadiah Rp 100 ribu. Ditunggu hingga 7 Oktober 2010. Ayo, buruan kirim!

PEMBERIAN MAAF PERTAMA

Teman yang Pelupa
MEMANG manusia tuh punya sifat pelupa. Jangankan kejadian kemarin, kejadian hari ini saja kita sering lupa. Misalnya, tadi dititipi barang terus suruh ngasihkan teman, eh setelah ketemu, orangnya lupa ngasihkan. Tapi, baru kali ini aku ketemu orang yang pelupa banget. Dia rekan kerjaku yang sering bikin aku sebel. Yap, gara-gara sifat pelupanya itu, aku ingin memaafkan dia. Sebab, aku sadar Allah yang ngasih sifat itu ke dia. Windra Haffi, [email protected]***.com

Kakekku Gibol
UNTUK beberapa orang, berbuat salah harus dibalas dengan memaafkan. Contohnya, aku. Aku bakal memaafkan orang yang sudah pernah aku sakiti. Dan, orang yang bakal aku maafkan kali pertama adalah kakekku. Sebabnya adalah dulu aku sempat bermain bola hingga membuatnya kehilangan gigi satu-satunya. Duh, aku nggak enak banget sama kakek waktu itu. Alhasil, kini pada bulan yang fitri ini, aku beranikan diri minta maaf sekaligus memaafkan semua kesalahan beliau. *** Chafid s. noor, [email protected]***.com
ILUSTRASI: PUGUH

Sobat Karibku
SAAT itu aku kecewa dengan sobat karibku ya sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri. Saking dekatnya, untuk masalah yang rumit sekalipun, aku share-kan ke dia. Tapi suatu saat, waktu aku pengin curhat sama sobatku itu, eh dia menghindar terus. Aku hubungi juga nggak ada respons. Begitu aku ke rumahnya, dia malah pergi ke rumah teman lain. Huh, sebel banget kan. Kenapa kok dia menghindar? Tapi, pada momen Lebaran kali ini, walau ada rasa jengkel, aku berusaha memaafkan dia. *** Ririn Jayanti, Andririn***@yahoo.co.id
e-mail: [email protected] & follow us on Twitter @detEksijp

DetEksi Hotline Service: (031) 820-2004

INTERAKTIF

Sponsor Documents


Recommended

No recommend documents

Or use your account on DocShare.tips

Hide

Forgot your password?

Or register your new account on DocShare.tips

Hide

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Back to log-in

Close