of 21

Laporan Kopi Instant

Published on 2 weeks ago | Categories: Documents | Downloads: 1 | Comments: 0
142 views

Comments

Content

 

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Latar Belakan Belakang g Indo Indone nesia sia memi memili liki ki be berb rbag agai ai macam macam ha hasil sil pe perk rkeb ebun unan an ya yang ng cu cuku kup p

melimpah. Komoditas perkebunan di Indonesia memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah tanaman kopi. Kopi merupakan salah s alah satu hasil komoditi  perkebunan yang sangat dikenal luas oleh masyarakat, baik masyarakat dalam negri maupun masyarakat luar negri. Kopi dibutuhkan oleh manusia sebagai  bahan pangan. Di dunia perdagangan dikenal beberapa golongan kopi, tetapi yang yan g paling paling sering sering dibudi dibudiday dayakan akan hanya hanya kopi kopi arabika arabika dan kopi kopi robust robusta. a. Masing – masing jenis biji kopi, baik kopi arabika maupun kopi robusta memiliki keunikan. Biji kopi yang telah dapat diolah menjadi minuman kopi dengan cara  penyangraian dan penggilingan hingga menjadi bubuk kopi yang nantinya dapat dap at disedu diseduh h dan dapat dapat dikons dikonsums umsii oleh oleh masyarak masyarakat. at. Mutu Mutu kopi kopi yang yang dihasil dih asilkan kan ditent ditentuka ukan n oleh oleh cara pengol pengolaha ahanny nnya. a. Pengol Pengolaha ahan n kopi kopi sangat sangat  berperan penting dalam menentukan kualitas dan cita rasa kopi !ahardjo, "#$"%. &eperti pada tahap penyangraian dapat merubah kandungan kimia'i yang ada pada biji kopi karena terbentuknya (at beraroma kopi. Minuman kopii dapat kop dapat disedu diseduh h sendir sendirii atau dibuat dibuat secara secara instan instantt yang yang tel telah ah banyak  banyak   beredar di pasaran. Kopi bubuk instan merupakan biji kopi yang diolah menjadi bubuk kopi dan telah ditambahkan bahan lain seperti gula. Minuman kopi terkenal dengan kandungan kafeinnya yang tinggi. )ntuk  memperol memper oleh eh ko kopi pi de deng ngan an ka kand ndun unga gan n mini minim m ka kafei fein n maka maka di dipe perl rluk ukan an de deka kafei feini nisas sasii de deng ngan an mere merebu buss biji biji ko kopi pi ya yang ng se sebe belu lum m di diol olah ah de deng ngan an menggunakan mengg unakan air panas. &ebelum melakukan setiap tahapan pengolahan pengolahan biji kopi dengan benar, maka perlu di ketahui terlebih dahulu proses pengolahan  biji kopi dari a'al bji kopi hingga diolah menjadi produk kopi bubuk tanpa ampas maupun kopi bubuk minim kafein. Dengan begitu maka kita dapat meng me nget etah ahui ui ar arom oma, a, rasa, rasa, 'arn 'arna, a, daya daya larut larut serta serta de deraj rajat at br brik ikny nyaa da dari ri  pengolahan bubuk instan dan kopi bubuk minim kafein dengan perbedaan 'aktu penyangraian.

 

1.2 Tujuan Tujuan *ujuan dilakukannya dilakukannya praktikum ini agar agar++ $. Mahasis'a Mahasis'a dapat dapat mengetahui mengetahui proses pengolahan pengolahan kopi kopi bubuk bubuk tanpa tanpa ampas ampas

dan kopi bubuk minim kafein. ". Mah Mahasi asis'a s'a da dapa patt meneg meneget etah ahui ui pe peru ruba baha han n – pe peru ruba baha han n ya yang ng terjad terjadii selama proses pengolahan kopi tanpa ampas dan kopi minim kafein. -. Mahasis Mahasis'a 'a dapat dapat mengetah mengetahui ui rendemen rendemen,, daya larut larut dan derajat derajat bri yang dihasilkan dari kedua jenis kopi pada pengolahan kopi tanpa ampas dan kopi minim kafein.

 

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 2.1 Kopi Kopi Kopi merupaka sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan biji

tanaman kopi Coffea Coffea sp% sp% yang termasuk dalam familia Rubiacea familia Rubiacea.. /da banyak  0arieta 0ar ietass bu buah ah kopi, kopi, namun namun yang yang utama utama dalam dalam budida budidaya ya kopi kopi diberb diberbaga agaii negara neg ara hanya hanya beberap beberapaa 0arieta 0arietas, s, yaitu yaitu kopi kopi arabika arabika dan robust robustaa &aput &aputra, ra, "##1%. Menurut 2ang 3hu "#$"%, kopi arabika memiliki tingkat aroma dan rasa yang kuat. Kopi robusta berasal dari tanaman Coffea canephora memiliki canephora memiliki kelebih kele bihan an dari dari segi segi produk produksi si yang yang lebih lebih tinggi tinggi diband dibanding ingkan kan jenis jenis kopi kopi arab arabik ika, a, se sert rtaa me memi mili liki ki kada kadarr kafe kafein in ya yang ng le lebi bih h ting tinggi gi.. Kand Kandun unga gan n antioksidan dan kafein dari kopi robusta lebih banyak dibanding kopi arabika. &elain itu, kandungan padatan terlarutnya juga lebih banyak sehingga kopi robusta sering dijadikan robusta dijadikan campuran dalam kopi instan karena hasil akhir atau   lebih banyak. Kopi dapat digolongkan sebagai minuman psikostimulant  minuman  psikostimulant   yield  lebih yang yan g akan akan menyeb menyebabk abkan an orang orang tet tetap ap terjag terjaga, a, mengu mengurang rangii kelela kelelahan han dan memberikan efek fisiologis berupa peningkatan energi Bhara, "##4%. 2.2 Kopi Intant Intant Kopii instan Kop instan dibuat dibuat dari dari ekstrak ekstrak kopi kopi dari dari proses proses penyan penyangra graian ian.. Kopi Kopi

sangrai sang rai yang yang masih masih melalu melaluii tahapa tahapan n ekstrak ekstraksi, si, drying drying penge pengerin ringan gan%% dan  pengemasan. Kopi yang telah

digiling, kemudian diekstrak

dengan

menggu men ggunak nakan an tekana tekanan n tertent tertentu u dan alat pengek pengekstra strak. k. 5kstra 5kstraksi ksi bertuj bertujuan uan untuk memisah untuk memisahkan kan kopi kopi dari dari ampasny ampasnya. a. Proses Proses drying drying bertuj bertujuan uan untuk  untuk  mena me namb mbah ah day daya laru larutt kopi kopi terh terhad adap ap ai airr, se sehi hing ngga ga ko kopi pi in inst stan an tida tidak  k  meninggalkan endapan saat diseduh dengan air !id'ansyah, "##"%.

 

*abel *abel $. &tandar Mutu Kopi Instant Insta nt )raian Keadaan+ Bau !asa /ir /b u Kealkalian /bu Kafein =um =umlah gula seb ebaagai gula  pereduksi% Pada Padata tan n yan ang g tida tidak k terl terlar arut ut dalam air  3emaran logam+ *imbal Pb%

&atuan

Persyaratan  6ormal  6ormal Maks. 8 9 – $8 1# – $8#

7 bobot 7 bobot ml $ 6  6a:;<$## g 7 bobot 7 bobot

"–1 Maks. $#

7 bobot

Maks. #,">

mg<kg

Maks. "

*embaga 3u% mg<kg /rsen /s% mg<kg Pemeriksaan Mikrobiologi Kapang koloni<g =umlah bakter  koloni<g &umber+ &tandar 6asional Indonesia #[email protected]"[email protected]$44"

Maks. -# Maks. $ Maks.># ?ebih kecil dari -##

2.! Kopi Tan Tanpa pa A"pa A"pa Kopii tanpa Kop tanpa ampas ampas berbed berbedaa dengan dengan kopi kopi instan instantt karena karena dalam dalam proses proses

 pengolahan lebih sederhana kopi ampas. Kopi tanpa ampas dapat disebut dengan sari kopi, untuk menjadikan kopi tanpa ampas menjadi kopi instant masih masi h memerlu memerlukan kan tahapa tahapan n khusus khusus yaitu yaitu aglome aglomerasi rasi.. Menuru Menurutt 2ang 2ang 3hu "#$"%, pada tahap aglomerasi, sari kopi yang sudah berupa serbuk akan diuapkan kembali dengan uap, air atau minyak untuk membasahi permukaan  butiran kopi instant dengan diikuti proses pengeringan. *ujuan *ujuan aglomerasi  pada kopi instant berfungsi untuk meningkatkan sifat yang berhubungan dengan kelarutan bubuk. Kopi instan dibuat dengan cara pengambilan ekstrak  dari kopi yang telah mengalami proses penyangraian. Pembentukan kristal  pada ekstrak kopi dipengaruhi oleh tingkat kejenuhan larutan terhadap (at terlarutnya. Kristal dapat terbentuk apabila larutan dalam kondisi le'at jenuh super saturated% sehingga mengakibatkan komponen pelarut tidak dapat lagi

 

melarut mela rutkan kan kompon komponen en terlaru terlarutt yang yang ada di dalamny dalamnya. a. Proses Proses kristal kristalisas isasii tersebut dipengaruhi oleh faktor suhu, kekentalan dan pengadukan agitasi% 2irmanto, "#$-%. 2.# Kopi Deka$e Deka$eina inaii Dekafei Dek afeinas nasii adalah adalah sebuah sebuah proses proses ya yang ng memban membantu tu untuk untuk mengur mengurang angii

kadar kafein dalam kopi sehingga konsumen dapat menikmati fla0or dan rasa khas dari kopi tanpa efek stimulant. *ujuan dari dekafeinasi ialah mengurangi kada kadarr kafe kafein in,, meng mengur uran angi gi ef efek ek psik psikol olog ogis is da dan n menj menjam amin in ke keam aman anan an konsum kon sumen. en. Proses Proses dekafe dekafeinas inasii dilaku dilakukan kan karena karena diduga diduga kafein kafein memili memiliki ki  pengaruh tidak baik bagi penikmat kopi yang memiliki toleran rendah terhadap kafein. Dapat menyebabkan peningkatan ketegangan otot, gelisah, merangsang kerja jantung, kanker, dan keguguran. /ir merupakan salah satu pelarut yang aman, murah dan mudah diperoleh sert sertaa ef efek ek sa samp mpin ing g terh terhad adap ap kese keseha hata tan n da dan n ling lingku kung ngan an pu pun n re rend ndah ah.. Kelem Ke lemah ahan an pe peng nggu guna naan an pe pelar larut ut air air in inii ad adala alah h ke kemam mampu puan anny nyaa da dala lam m melarutkan kafein sangat terbatas pada suhu rendah. =ika digunakan suhu  pelarut air yang tinggi, pelarutan senya'[email protected]'a pembentuk cita rasa dan fla0or dalam biji kopi tidak dapat dihindari Mulato, "##8%. &alah satu metode metode sederhana sederhana dalam pembuatan pembuatan kopi minim kafein adalah dengan menggunakan biji kopi dengan kadar air $# – $-7. Biji kopi tersebut kemudian dinaikkan kadar airnya menjadi 8# – >#7 dengan menggunakan uap panas basah pada suhu sekitar $##   ℃ , selanjutnya dilakukan ekstrasi dengan cara pengadukan% dengan menggunakan pelarut sebanyak > kali berat  biji kopi. 5kstrasi dilakukan selama $> jam, pada suhu -"   ℃ , sedangkan  pelarut

yang

dapat

digunakan

adalah

trikloroetil,

dikloroetil

atau

diklorometan. Kopi yang telah diekstrak kafeinnya kemudian diangkat dan sisa pelaru pelarutt dihila dihilangk ngkan an dengan dengan pengeri pengeringa ngan n pada pada suhu suhu $#>   ℃ . Kopi Kopi kemudian dikeringkan hingga kadar air $#7. *erdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dalam proses dekafeinasi. Kelebihan dari kopi dekafeinasi yaitu dapat dikonsumsi oleh orang yang tidak 

 

toleran terhadap terhadap kafein, rata @ rata hasil ekstraksi ekstraksi cukup tinggi, kafein yang diperoleh lebih murni, serta penggunaan panas yang dibutuhkan lebih rendah. Kelemah Kel emahan an dari dari kopi kopi dekafei dekafeinas nasii dianta diantarany ranyaa adalah adalah larutny larutnyaa senya'a senya'a @ senya'a pembentuk cita rasa dan fla0or pada kopi, membutuhkan 'aktu yang lama,, serta lama serta apabil apabilaa menggu menggunak nakan an pelarut pelarut sintesi sintesiss dapat dapat berbah berbahaya aya bagi bagi kesehatan. 2.% Derajat Bri&

Derajat Bri adalah jumlah (at padat semu yang larut dalam gram% dalam setiap seti ap $## gram gram larutan larutan.. Diperl Diperluka ukan n suatu suatu alat ukur ukur untuk untuk menget mengetahu ahuii  banyaknya (at padat yang terlarut dalam larutan derajat bri%. /lat yang dapat digunakan dalam penentuan derajat bri adalah refraktometer.

2.' Da(a Da(a Larut Larut Daya larut (at padat dalam sebuah cairan dapat dipengaruhi oleh beberapa

faktor fak tor dianta diantarany ranyaa adalah adalah jenis jenis (at terlarut terlarut,, jenis jenis pelaru pelarut, t, temperat temperatur, ur, dan sedikit tekanan.

 

BAB !. )ET*D*L*+I P,AKTIKU) !.1 Alat -an Baan Baan $.".$/lat a. 6eraca analitik   b. Beker glass c. Aelas Aelas ukur  ukur  d.Panci e. *e *eflon flon f. &util g. Kompor h. &aringan i. /yak akan an 8# me mesh  j. Mortal k. /lu l. :0en m. Blende Blenderr gelas gelas sloki sloki n. &endok

o. ?oyang  p. &top'atch . !efr !efrak akto tom meter eter ".".$Bahan a. Biji kopi kopi arabika  b. Biji kopi robusta c. Bubu Bubuk k kopi kopi arab arabik ikaa d. Bubuk Bubuk kopi kopi robu robusta sta e. /ir   f. ?abel g. Plastik

 

!.2 Ske"a Kerja Kerja -an /ungi Perlakuan Perlakuan -.".$Kopi bubuk instan

Kopi bubuk

Pelarutan dengan air panas

Ampas

Penyaringan

Pemanasan

+ gula pasir

Pengadukan hingga mengental

Pendinginan dan pengadukan Pertamaa – tama menyiapkan Pertam menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. digunakan. Kopi  bubuk robusta maupun kopi bubuk arabika ditimbang dengan berat masing – 

Pengecilan ukuran

masing "## gram. Kemudian masing – masing kopi bubuk dilakukan pelarutan dengan air panas dengan perbandingan kopi bubuk dan air adalah $+- yaitu sebanyak C## ml. Pelarutan dengan air ini Pengayakan 40bertujuan mesh untuk memperoleh larutan kopi.. &etelah kopi &etelah itu dilakukan penyaringan penyaringan untuk memisahkan memisahkan antara larutan larutan kopi dengan ampasnya. &etelah itu larutan kopi dipanaskan. Kemudian larutan kopi

Kopi tanpa ampas

yang dipanaskan, ditambahkan gula sebanyak "## gram. Dalam penambahan gula dilakukan juga pengadukan agar gula dan larutan kopi tercampur merata. ?aru ?a ruta tan n kopi kopi yang ang dipa dipana nask skan an dan dan te tela lah h di dita tamb mbah ah gu gula la di diad aduk uk hi hing ngga ga meng me ngen enta tal. l. Pe Peng ngad aduk ukan an dila dilaku kuka kan n

agar agar pa pana nass

yan ang g

di dipe pero role leh h

mera merata ta..

Pengadukan dihentikan jika sudah timbul kerak dipinggir teflon. &elanjutnya dilakukan pendinginan. Pada proses pendinginan ini dilakukan juga pengadukan untuk mencengah agar tidak terjadi pemanasan lanjutan. &etelah itu dilakukan

 

 pengecilan ukuran yang bertujuan untuk memperoleh butiran bubuk kopi. &aat  pengecilan ukuran, ukuran bubuk kopi yang diperoleh belum seragam s eragam sehingga dilakukan pengayakan dengan menggunakan ayakan 8# mesh untuk memperoleh  bubuk kopi dengan dengan ukuran yang seragam dan jadilah kopi tanp tanpaa ampas. -.". -."." " Kopi Kopi bub bubuk uk min minim im kaf kafei ein n

Biji kopi

Perebusan 100oC

Pengeringan (KA 1!"1#!$

Penyangraian

Pengecilan ukuran

Pengayakan 40 mesh

/nalisa K/ dan organoleptik 

 

Pertama – tama menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Biji kopi arabika maupun biji kopi rubusta masing – masing ditimbang sebanyak " kali penimbangan dengan berat masing – masing yaitu $## gram. penimbangan ini dilaku dilakukan kan untuk untuk memper memperole oleh h berat berat a'al a'al biji biji kopi. kopi. &etelah &etelah penimb penimbang angan an kemudian masing – masing biji kopi baik arabika maupun robusta dilakukan  perebusan menggunakan suhu $##o3 dengan perbandingan biji kopi dan air  ad adal alah ah $+> $+> yaitu aitu se seba bany nyak ak >## >## ml ai airr. Pe Pere rebu busa san n in inii be bert rtuj ujua uan n un untu tuk  k  meminimalisir kandungan kafein pada biji kopi karena sifat kafein adalah larut dalam air. Perebusan dilakukan selama -# menit dan C# menit pada masing –  masing biji kopi. Perbedaan 'aktu yang digunakan bertujuan untuk mengetahui  pengaruh kafein yang larut dalam air dengan lama 'aktu perebusan. &etelah itu dilakukan pengeringan untuk mengurangi kadar air pada biji kopi hingga kadar  air mencapa $" @ $-7. Kemudian dilakukan penyangraian untuk memperoleh kopi dengan 'arna coklat dan juga untuk membentuk aroma dan citarasa khas kopi dari dalam biji kopi. Proses penyangraian biji kopi tergantung pada 'aktu dan suhu yang ditandai ditandai dengan perubahan kimia'i yang signifikan. signifikan. &etelah itu dilakukan pengecilan ukuran yang bertujuan untuk memperoleh butiran bubuk  kopi. &aat pengecilan ukuran, ukuran bubuk kopi yang diperoleh belum seragam sehingga dilakukan pengayakan dengan menggunakan ayakan 8# mesh untuk  memperoleh bubuk kopi dengan ukuran yang seragam. &elanjutnya dilakukan analisa kadar air dan organoleptiknya.

 

BAB #. HASIL DAN PE)BAHASAN #.1 Hail Penga"a Penga"atan tan

8.$.$ Kopi Instan *anpa /mpas ;asil pengamatan Berat /'al, Berat /khir, !endemen, Daya ?arut, dan Derajat Bri Kopi Penga"atan

Ara0ika

Ara0ika

8## "48,91 9-,9# $$ detik,

Ko"erial @ @ @ $# detik,

"8 putaran 9

$4 putaran 9,>

Berat /'al gram% Berat /khir gram% !endemen 7% Daya ?arut Derajat Bri

Kopi ,o0uta

,o0uta

8## "#9,41 >"7 > detik,

Ko"erial @ @ @ $- detik,

$" putaran C,>

"9 putaran 9,>

)ji Kesukaan :rganoleptik  Penga"atan

arna /roma !asa Keseluruhan

Kopi

Kopi Ara0ika

Ara0ika

Ko"erial

>" >" C> >C

9C4 >9 C>

Kopi ,o0uta

88 8> 89 8>

Kopi ,o0uta Ko"erial

1" 18 C4 9C

 

8.$." Kopi Instan Minim Kafein ;asil pengamatan Berat /'al, Berat /khir, !endemen, Daya ?arut, dan Derajat Bri  Penga"atan Berat /'al gram% Berat /khir gram% !endemen 7% Daya ?arut Derajat Bri

Kopi Ara0ika ! "enit ' "enit $##,#$##,$1C,91 1$,9$ 1C,9> 1$,C# "",#1 detikE $8,>C detikE

Kopi ,o0uta ! "enit ' "enit $##,#1 $##,#9 1$,$9 1$,9 1$,$$ 1$,C8 $-,#4 detikE "",#C detikE

"" putaran " ,>

$# putaran ",>

$$ putaran ",>

"- putaran -

)ji Kesukaan :rganoleptik  Jeni Kopi /rabika -#F /rabika C#F !obusta C#F !obusta -#F

arna 8 8

Aro"a 8 -

,aa " -

Keukaan Keeluruan -

#.2 Pe"0aaa Pe"0aaan n

8.".$ Kopi Instan

,en-e"en $##.##7 1#.##7 C#.##7 8#.##7 "#.##7 #.##7 /rab ika

/rabika K

!obus ta

!ob us ta K  

Arafik $. ;asil Pengamatan !endemen Dari hasil pengamatan rendemen kopi tanpa ampas dengan jenis kopi yang berbeda yaitu kopi arabika dan kopi robusta, nilai rendemen kopi yang dihasilkan kopi arabika sebesar 9-,9#7 dan nilai rendemen yang dihasilkan kopi robusta sebesar >"7. 6ilai rendemen kopi tanpa ampas yang dihasilkan dari jenis kopi arabika memiliki nilai yang lebih tinggi

 

dari daripa pada da nila nilaii re rend ndem emen en yang ang di diha hasi silk lkan an da dari ri je jeni niss ko kopi pi ro robu bust sta. a. !endemen dari

adalah

presentase

produk

yang

didapatkan

menbandingkan berat a'al bahan bahan dengan berat akhirnya. &ehingga

dapa dapatt di keta ketahu huii kehi kehila lang ngan an bera beratn tny ya se sela lama ma pr pros oses es pe peng ngol olah ahan an.. !endeman didapatkan dengan cara menimbang berat akhir bahan yang dihasilkan dari proses dibandingkan dengan berat bahan a'al sebelum mengalami proses.

Da(a Larut $## $## 1# C# 8# "# # /rabika

/rabika K

!ob us ta

!obus ta K  

Arafik ". ;asil Pengamatan Daya ?arut Daya larut kopi tanpa ampas yang dihasilkan dari kedua jenis kopi de deng ngan an pe perb rbed edaan aan lama lama 'akt 'aktu u pe pere rebu busan san memi memilik likii daya daya la laru rutt ya yang ng  berbeda. 6ilai daya larut dari keempat kopi tanpa ampas secara secar a berturut –  turut yaitu kopi arabika buatan daya larut $$ detik dengan "8 putaran, kopi arabika instant daya larut $# detik dengan $4 putaran, kopi robuka buatan daya larut > detik dengan $" putaran dan daya larut kopi robusta instant da daya ya laru larutt $- de deti tik k de deng ngan an "9 pu puta taran ran.. Daya Daya larut larut di dipe peng ngar aruh uhii ol oleh eh  beberapa faktor, diantaranya yaitu jenis pelarut, temperatur, tekanan selama pengadukan dan jenis (at terlarutnya. Dalam praktikum ini, jenis perlarut dan temperatur yang digunakan sama, sehingga faktor yang mempengaruhi daya larut berbeda adalah jenis (a (att terla terlaru rutt jeni jeniss ko kopi pi ya yang ng digu diguna naka kan% n% da dan n be besar sar te teka kana nan n selama selama  pengadukan.

Kecepatan

memp me mpen enga garu ruhi hi day daya

pengadukan

laru larut. t.

Kece Kecepa pata tan n

juga

menjadi

pe peng ngad aduk ukan an

faktor

yang

di dipe pero role leh h

da dari ri

 perbandingan jumlah banyaknya pengadukan dengan 'aktu pengadukan.

 

&ehing &eh ingga ga dari dari keempat keempat data jika jika dibuat dibuat pemban pembandin ding g antara antara satu data data dengan data lainnya kurang akurat.

Derajat Bri&

$## $## ># # /rabika

/rabika K

!ob us ta

!obus ta K  

Arafik -. ;asil Pengamatan Derajat Bri  6ilai derajat bri yang dihasilkan dari keempat kopi tanpa ampas secara berturut – turut yaitu kopi arabika buatan 9%, kopi arabika instant 9,>%, kopi robusta buatan C,>% dan kopi robusta instant 9,>%. Derajat bri merupakan jumlah (at padat yang larut dalam gram% dalam setiap $## gram larutan.

arna $## $## ># # /rabika

/rabika K

!obus ta

!obus ta K  

!obus ta

!obus ta K  

Arafik 8. ;asil Pengamatan arna arna

Aro"a $## $## 1# C# 8# "# # /rabika

/rabika K

Arafik >. ;asil Pengamatan /roma

 

,aa $## $## 1# C# 8# "# # /rabika

/rabika K

!obus ta

!o bus ta K  

Arafik C. ;asil Pengamatan !asa

Keeluruan $## $## 1# C# 8# "# # /rabika

/rabika K

!obus ta

!o bus ta K  

Arafik 9. ;asil Pengamatan Keseluruhan Dari uji organoleptik berdasarkan tingkat kesukaan panelis dengan  parameter yang diamati yaitu aroma, 'arna dan rasa, panelis lebih menyukai kopi robusta instant kopi robusta komersial%. Dari hasil uji organo org anolep leptik tik menunj menunjukk ukkan an bah'a bah'a kopi kopi robust robustaa instan instantt kopi kopi robust robustaa komersial% telah mele'ati tahapan – tahapan yang baik terutama pada tahap penyangraian, karena pada tahap penyangraian terjadi pembentukan fla0or. 8."." Kopi Instan Instan Minim Kafein

,en-e"en $##.##7 >#.##7 #.##7 /rabika

/rabika K

!ob us ttaa

!obus ttaa K  

 

Arafik 1. ;asil Pengamatan !endemen Darii prakti Dar praktikum kum pembua pembuatan tan kopi kopi instan instan minim minim kafein kafein dengan dengan kopi kopi yang yan g diguna digunakan kan adalah adalah biji biji kopi kopi arabika arabika dan robust robusta. a. Dipero Diperoleh leh nilai nilai rendemen kopi arabika dengan 'aktu perebusan -# menit dan C# menit secara berturut – turut adalah 1C,9>7 dan 1$,C#7. 1$,C#7. )ntuk nilai rendemen rendemen kopii robust kop robustaa dengan dengan 'aktu perebu perebusan san -# menit menit dan C# menit menit secara secara  berturut – turut adalah 1$,$$7 1$,$$7 dan 1$,C87. 6ilai rendemen yang diperoleh dari dua jenis kopi yang berbeda menunjukkan kopi arabika memilik mem ilikii nilai nilai rendem rendemen en yang yang lebih lebih tinggi tinggi diband dibanding ingkan kan dengan dengan nilai nilai rendemen kopi robusta. Perbedaan 'aktu lama perebusan dari kedua jenis kopii tidak kop tidak mempen mempengar garuhi uhi nilai nilai rendem rendemen en yang yang diperol diperoleh. eh. !endem !endemen en adalah presentase presentase produk produk yang yang didapatkan didapatkan dari

menbanding menbandingkan kan berat

a'al bahan dengan dengan berat akhirnya. &ehingga &ehingga dapat di ketahui ketahui kehilangan kehilangan  beratnya selama proses pengolahan. !endeman didapatkan dengan cara menimbang berat akhir bahan yang dihasilkan dari proses dibandingkan dengan berat bahan a'al sebelum mengalami proses.

Da(a Larut "> "# $> $# > # /rabika -#F

/rabika C#F

!obus ta -#F

!obus ta C#F

Arafik 4. ;asil Pengamatan Daya ?arut Daya larut yang dihasilkan dari kedua jenis kopi dengan perbedaan lamaa 'akt lam 'aktu u pe pereb rebusa usan n memi memili liki ki daya daya la larut rut ya yang ng be berb rbed eda. a. Dari Dari ha hasil sil  praktikum, daya larut kopi arabika dengan 'aktu perebusan -# menit adalah "",#1 detik dengan "" putaran dan C# menit adalah $8,>C detik  dengan $$ putaran. )ntuk daya larut kopi robusta dengan 'aktu perebusan -# menit adalah $-,#4 detik dengan $# putaran dan C# menit perebusan day daya laru larutn tny ya adal adalah ah "",# "",#C C deti detik k de deng ngan an "- pu puta tara ran. n. Day Daya la laru rutt

 

dipe dipeng ngar aruh uhii oleh oleh bebe bebera rapa pa fa fakt ktor or,, di dian anta tara rany nyaa yai aitu tu je jeni niss pe pela laru rut, t, temperatur, tekanan selama pengadukan dan jenis (at terlarutnya. Dalam  praktikum ini, jenis perlarut dan temperatur yang digunakan sama, sehingga faktor yang mempengaruhi daya larut berbeda adalah jenis (at terlarut dan besar tekanan selama pengadukan. Dalam praktikum ini, jenis  perlarut dan temperatur yang digunakan sama, sehingga faktor yang mempengaruhi daya larut berbeda adalah jenis (at terlarut jenis kopi yang digunakan% dan besar tekanan selama pengadukan. Kecepatan pengadukan  juga

menjadi

faktor

yang

mempengaruhi

daya

larut.

Kecepatan

 pengadukan diperoleh dari perbandingan jumlah banyaknya pengadukan de deng ngan an 'akt 'aktu u pe peng ngad aduk ukan an.. &ehi &ehing ngga ga da dari ri ke keem empat pat da data ta jika jika di dibu buat at  pembanding antara satu data dengan data lainnya kurang akurat.

Derajat Bri& C 8 " # /rabika -#F

/rabika C#F

!obus ta -#F

!obus ta C#F

Arafik $#. ;asil Pengamatan Drajat Bri  6ilai derajat deraj at bri berdasarkan hasil pengamatan dari kopi arabika dan robusta dengan perbedaan 'aktu perebusan diperoleh, kopi arabika dengan 'aktu perebusan -# menit, kopi arabika dengan 'aktu perebusan C# menit dan kopi robusta dengan 'aktu perebusan -# menit dengan nilai derajat  bri sebesar ",>. Kopi robusta dengan lama perebusan C# menit memiliki nilai derajat bri sebesar -. Derajat bri merupakan jumlah (at padat yang larut dalam gram% dalam setiap $## gram larutan. &emakin tinggi nilai derajat der ajat bri pada pada kopi kopi minim minim kafein kafein,, maka maka semaki semakin n baik baik kelaru kelarutan tan dari kopi tersebut.

 

Aro"a C 8 " # /rabika -#F

/rabika C#F

!obus ta -#F

!obus ta C#F

Arafik $$. ;asil Pengamatan /roma

arna C 8 " # /rabika -#F

/rabika C#F

!obus ta -#F

!obus ta C#F

!obus ta -#F

!ob us ta C#F

Arafik $". ;asil Pengamatan arna arna

,aa > 8 " $ # /rabika -#F

/rabika C#F

Arafik $-. ;asil Pengamatan !asa

Keeluruan > 8 " $ # /rabika -#F

/rabika C#F

Arafik $8. ;asil Pengamatan Keseluruhan

!obus ta -#F

!obus ta C#F

 

Dari uji organoleptik berdasarkan tingkat kesukaan panelis dengan  parameter yang diamati yaitu aroma, 'arna dan rasa, panelis lebih menyukai parameter 'arna dan aroma yang dihasilkan dari kopi arabika dengan lama perebusan C# menit. )ntuk parameter rasa, panelis relatif  menyukai kecuali rasa pada kopi robusta dengan lama perebusan -# menit. Dari keseluruhan parameter yang diamati 'arna, aroma dan rasa%, nilai tertinggi yang diberikan panelis terdapat pada kopi arabika dengan lama  perebusan C# menit.

 

BAB %. PENUTUP

%.1 Kei"p Kei"pula ulan n

Dari praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan disi mpulkan bah'a+ $. !endemen adalah presentase produk yang dari

didapatkan

menbandingkan berat a'al bahan dengan berat akhirnya. &ehingga

dapat di ketahui kehilangan beratnya selama proses pengolahan. ". Daya Daya larut yang dihasi dihasilka lkan n dari kedua kedua perlakuan perlakuan dengan dengan jenis jenis kopi yang yang digunakan baik arabika maupun robusta memiliki perbedaan. Perbedaan day daya laru larutt dipe dipeng ngar aruh uhii oleh oleh bebe bebera rapa pa fa fakt ktor or ya yait itu u je jeni niss pe pela laru rut, t, tempe tem perat ratur ur,, teka tekana nan n selam selamaa pe peng ngad aduk ukan an da dan n jenis jenis (a (att te terla rlaru rutny tnya. a. Kecepatan Kecepa tan pengaduka pengadukan n juga menjadi faktor yang mempengaruhi mempengaruhi daya larut -. &emaki &emakin n tinggi tinggi nilai derajat derajat bri pada pada kopi minim minim kafein, kafein, maka semakin semakin  baik kelarutan dari kopi tersebut. 8. Proses Proses pengola pengolahan han kopi kopi yang yang sudah sudah baik dan sesuai dapat dapat menghasil menghasilkan kan kopi instant dengan parameter 'arna, aroma dan rasa kopi yang banyak  disukai orang @ orang. %.2 Saran Saran Prak Prakti tiku kum m suda sudah h be berj rjala alan n cu cuku kup p baik baik da dan n terti tertib. b. )ntu )ntuk k pr prak akti tika kan n

diha diharap rapka kan n  praktikum.

da dapa patt

memp memper ertah tahan anka kan n

ke kete terti rtiba ban n

se selam lamaa

be berl rlan angs gsun ungn gnya ya

 

DA/TA, PUSTAKA

GB&6H GB& 6H Badan Badan &tanda &tandarisa risasi si 6asiona 6asional. l. $44". $44". 01-2983-1992 01-2983-1992.. =a =ak kar arta ta + Bad Badan &tandardisasi 6asional

Bhara ?./.M., "##4. &emarang+ &emarang+ Pengaruh  Pengaruh Pemberian opi !osis "ertingkat Per  #ral 30 $ari terhadap %ambaran $istology $epar &ikus 'istar . 'istar . &kripsi. )ni0ersitas Diponegoro, 2akultas Kedokteran. $>@$9. 2irmanto, ;endy. "#$-. ristalisasi "#$-. ristalisasi "ulk Caffeine dari Rafinat !ekafeinasi opi. opi. =ember + Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.

2ang 3hu, . "#$"%. "#$"%. Coffee (merging $ealth (ffects and !isease Pre)ention. Pre)ention .  6e' Delhi, India. Mulato Mul ato,, &ri. &ri. "##". "##". *imposium opi 2002 dengan tema +e,uudkan perkopian  .asional /a /ang ng &a &angguh ngguh melalui !i)ersifikasi saha "er,a,asan  ingkungan dalam Pengembangan Pengembangan ndustri opi "ubuk *kala  ecil ecil ntuk   +eningkatkan .ilai &ambah &ambah saha &a &ani ni opi Rakyat . Denpasar+ $C – $9 :ktober "##". Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Mulato, &., &. idyotomo, Misna'i, &ahali, dan 5. &uharyanto. "##8. Petunuk  "##8.  Petunuk  &eknis Pengolahan Produk Primer dan *ekunder akao  akao   Bagian Proyek  Penelitian dan Pengembangan Kopi dan Kakao, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. !ahard !ah ardjo, jo, Pudji Pudji.. "#$". "#$".  Panduan "udidaya dan Pengolahan opi 4rabika dan  Robusta.. =akarta+ Penebar &'adaya.  Robusta &aputra, 5., "##1. opi "##1. opi.. ogyakarta+ ;armoni. Jarnam, ;./. and &utherland, =.P., $448. "e)erages $448.  "e)erages 5&echnology6 5&echnology6 Chemestry and   +icrobiology7.. 3hapman and ;all, ?ondon.  +icrobiology7

Sponsor Documents


Recommended

No recommend documents

Or use your account on DocShare.tips

Hide

Forgot your password?

Or register your new account on DocShare.tips

Hide

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Back to log-in

Close