of 25

Well & Mud Logging

Published on December 2016 | Categories: Documents | Downloads: 63 | Comments: 0
319 views

Dokumen ini merupakan rangkuman untuk Well dan Mud Logging. Dokumen ini dikerjakan berkelompok sebagai sarat praktikum.

Comments

Content

WELL LOG & MUD LOG

KELOMPOK 2

Abdul Aziz Afif
Ahmad Ridho
Ayu Ratnasari
Canella Kurnia Putri
Liliya Suci Prastika
Novalia Ena Agustin
Sheila Kusuma Putri
Yulia Anggraeni
Zahratul Aina

WELL LOG

CALIPER LOG
Log ini digunakan untuk mengukur
diameter lubang bor yang sesungguhnyauntuk
keperluan
perencanaan
atau
melakukan
penyemenan dan dapat merefleksikan lapisan
permeable dan lapisan yang impermeable.
Pada lapisan yang permeable diameter lubang
bor akan semakin kecil karena terbentuknya
kerak lumpur (mudcake) pada dinding lubang
bor. Sedangkan pada lapisan yang impermeable
diameter lubang bor akan bertambah besar karena
ada dinding yang runtuh (vug).
Berikut
ditampilkan
bentuk
dari
loggercaliper beserta berbagai tipikal respons
caliper untuk berbagai litologi.
Gambar 1. Multi-fingercalipercalipertool

Gambar 2. Tipikal responcaliper untuk berbagai litologi

GAMMA RAY
Log Gamma Ray merupakan suatu kurva dimana kurva tersebut menunjukkan
besaran intensitas radioaktif yang ada dalam formasi.Log ini bekerja dengan merekam
radiasi sinar gamma alamiah batuan, sehingga berguna untuk mendeteksi / mengevaluasi
endapan-endapan mineral radioaktif seperti Potasium (K), Thorium (Th), atau bijih Uranium
(U).
Prinsip dasar dari log gammaray yaitu melakukan pengukuran tingkat radioaktif alami
bumi. Radio aktif tersebut berasal dari unsur-unsur radioaktif yang berada didalam lapisan
batuan disepanjang lubang. Unsur – unsur radioaktif tersebut antara lain Uranium, Thorium,
Potasium,. Unsur radioaktif tersebut cendrung mengendap di dalam shale yang prosesnya
terjadi di saat perubahan geologi batuan, sedangkan pada sandstone, limestone, dolomit
sangat sedikit jumlah nya. Sehingga log ini sangat efektif digunakan untuk melakukan
evaluasi formasi lingkungan pengendapan fluvialdeltaic yang sistem perlapisannya terdiri
dari sandstone atau shale.
Unsur – unsur radioaktif akan memancarkan gammaray dalam bentuk pulsa energi
radiasi tinggi yang mampu menembus batuan sehingga dapat dideteksi oleh detektor
gammaray. Karena pulsa-pulsa energinya mampu menembus batuan maka logginggammaray
dapat dilakukan meskipun lubang bor telah dipasang casing. Tiap pulsa yang terdeteksi akan

menimbulkan pulsa listrik pada detektor sehingga parameter yang direkam adalah jumlah
pulsa yang tercatat per satuan waktu.
Log gammaraymemilki satuan API ( American Petroleum Institute ) yang biasanya
dalam skala berkisar 0 – 150 API atau 0 – 200 API . jika terdapat lapisan organicrichshale,
karena kemampuannya yang mampu memisahkan shale dari lapisan permeabel, log
gammaray dapat digunakan untuk mengukur kandungan shale dalam lapisan batuan. Selain
itu dapat pula digunakan untuk welltowellcorrelation dan penentuan sequenceboundary
dengan cara mengidentifikasi Maximumfloodingsurface ( MFS ).
Selain itu jika untuk penentuan mana daerah yang mungkin menjadi reservoirnya
dapat liat dari nilai gammaraynya yaitu untuk batuan penyusun reservoar yang terdiri dari
sandstone yang memiliki radioaktif yang rendah akan menunjukan juga nilai log gammaray
yang kecil, itu bisa berpotensi menjadi reservoar dengan mempertimbangkan dari data
korelasi log lainnya seperti resistivity, log sonic atau log SP.
Pada batuan sedimen unsur-unsur radioaktif banyak terkonsentrasi dalam serpih dan
lempung, sehingga besar kecilnya intensitas radioaktif akan menunjukkan ada tidaknya
mineral-mineral lempung. Batuan yang mempunyai kandungan lempung tinggi akan
mempunyai konsentrasi radioaktif yang tinggi, sehingga nilai gammaray-nya juga tinggi,
dengan defleksi kurva kekanan. Unsur radioaktif yang utama adalah potassium yang
umumnya ditemukan pada illite. Pada lapisan permeabel yang bersih, kurva log GR akan
menunjukkan intensitas radioaktif yang sangat rendah, kecuali bila lapisan tersebut
mengandung mineral- mineral tertentu yang bersifat radioaktif, atau lapisan yang
mengandung air asin yang mengandung garam-garam potassium yang terlarutkan.

Gambar 3. ResponGamma Ray untuk berbagai jenis batuan

SPONTANEOUS POTENTIAL (SP)
Log SP adalah rekaman perbedaan potensial listrik antara elektroda di permukaan
dengan elektroda yang terdapat di lubang bor yang bergerak naik–turun.Supaya SP dapat
berfungsi maka lubang harus diisi oleh lumpur konduktif. Log SP digunakan untuk :
1. Identifikasi lapisan permeabel
2. Mencari batas-batas lapisan permeabel dan korelasi antar sumur berdasarkan
lapisan itu.
3. Menentukan nilai resistivitas air formasi (Rw)
4. Memberikan indikasi kualitatif lapisan serpih.
SP terjadi di alam di mana
misalnya elektrolit dengan konsentrasi
yang berbeda berada dalam kontak
galvanis dengan satu sama lain atau di
mana ada aliran kapiler air tanah
karena kepala hidrolik. Alami potensi
terdiri dari komponen DC karena
proses elektrokimia dan komponen
waktu yang berbeda-beda yang
disebabkan oleh variasi medan
magnet bumi, variasi suhu dan aliran
air tanah variabel. Pengukuran SP
adalah metode pasif di mana
perbedaan antara potensial listrik
dicatat
antara
dua
stasiun.
Elektrodanon-terpolarisasi digunakan
untuk pengukuran untuk menghindari
gangguan pada sinyal yang direkam.
Salah satu elektroda biasanya diam
dan digunakan sebagai referensi
Gambar 4.Karakteristik log SP

sebagai elektroda lainnya dipindahkan
di sekitar wilayah survei.

Struktur mineral lempung di serpih dan konsentrasi muatan listrik negatif pada
permukaan partikel tanah liat memberikan serpih permeabilitas selektif untuk ion bermuatan
listrik. Kebanyakan serpih bertindak sebagai "membran kationik" yang permeabel untuk ion
bermuatan positif (kation) dan kedap ion negatif (anion).
Pada lapisan serpih, kurva SP umumnya berupa garis lurus yang disebut garis dasar
serpih, sedangkan pada formasi permeabel kurva SP menyimpang dari garis dasar serpih dan
mencapai garis konstan pada lapisan permeabel yang cukup tebal yaitu garis pasir.
Penyimpangan SP dapat ke kiri atau ke kanan tergantung pada kadar garam air formasi dan
filtrasi lumpur (Rider, 2002).
Log SP hanya dapat menunjukkan lapisan permeable, namun tidak dapat mengukur
harga absolute dari permeabilitas maupun porositas dari suatuformasi.Log SP sangat
dipengaruhi oleh beberapa parameter seperti resistivitas formasi, air lumpur pemboran,

ketebalan formasi dan parameter lainnya. Sehingga jika salinitas komposisi dalam lapisan
lebih besar dari salinitas lumpur maka kurva SP akan berkembang negative, dan jika salinitas
komposisi dalam lapisan lebih kecil dari salinitas lumpur maka kurva SP akan berkembang
positif. Dan apabila salinitas komposisi dalam lapisan sama dengan salinitas lumpur maka
defleksi kurva SP akan menunjukkan garis lurus sebagaimana pada shale (G. Asquith, 1976).

SONIC LOG
Log ini merupakan jenis log yang digunakan untuk mengukur porositas, selain density
log dan neutron log dengan cara mengukur interval transitetime (Δt), yaitu waktu yang
dibutuhkan oleh gelombang suara untuk merambat didalam batuan formasi sejauh 1 ft.
Peralatan sonic log menggunakan sebuah transmitter (pemancar gelombang suara) dan dua
buah receiver (penerima). Jarak antar keduanya adalah 1 ft.

Gambar 5. Sistem dasar dari logging menggunakan sonic log

Bila pada transmitter dipancarkan gelombang suara, maka gelombang tersebut akan
merambat kedalam batuan formasi dengan kecepatan tertentu yang akan tergantung pada sifat
elastisitas batuan, kandungan fluida, porositas dan tekanan formasi. Kemudian gelombang ini
terpantul kembali menuju lubang bor dan akan diterima oleh kedua receiver. Selisih waktu
penerimaan ini direkam oleh log dengan satuan microsecond per feet (μsec/ft) yang dapat
dikonversikan dari kecepatan rambat gelombang suara dalanft/sec.

Kegunaan dari sonic log yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Menentuanporositas dari batuan reservoir
Membuktikan korelasi dan intrepetasi dari data seismik
Mengidentifikasi zona dengan tekanan tinggi abnormal
Membantu untuk mengidentifikasi litologi
Mengestimasi jarak pori kedua
Mengindikasikan integritas mekanik batuan reservoir dan formasi yang mengelilingi
daerah tersebut (dalam hubungan dengan data density)
7. Mengestimasi permeabilitas batuan
Prinsip kerjanya yaitu:
1.
2.
3.
4.

Transmitter memancarkan gelombang suara
Receivers menerima dan merekam berbagai gelombang
Lalu diukur gelombang kompresi yang terpantul pertama
Perjalanan waktu adalah perbedaan kedatangan gelombang kompresi pada penerima (1’,
2’, 3’ Sonic)
∆t = (t2 - t1)/Ls

DimanaLs adalah rentang antara receiver.

Alat
sonic
yang
sering
dipakai
pada
saat
ini
adalah
BHC(BoreholeCompensatedSonicTool), dimana alat ini sangat kecil dipengaruhi oleh
perubahan-perubahan lubang bor maupun posisi alat sewaktu pengukuran dilakukan.Faktorfaktor yang mempengaruhi pengukuran antara lain adalah kepadatan, komposisi serpih,
hidrokarbon, rekahan dan pori/gerohong, serta pengaruh dari lubang bor.

Gambar 6. Sistem BHC

NEUTRON LOG
Prinsip dasar dari log neutron
adalah mendeteksi kandungan atom hidrogen
yang terdapat dalam formasi batuan dengan menembakan atom neutron ke formasi dengan
energi yang tinggi. Neutron adalah suatu partikel listrik netral yang mempunyai massa
hampir sama dengan atom hidrogen. Partikel-partikel neutron memancar menembus formasi
dan bertumbukan dengan material formasi, akibat dari tumbukan tersebut neutron akan
kehilangan energi. Energi yang hilang saat benturan dengan atom di dalam formasi batuan
disebut sebagai porositas formasi (ф N). Hilangnya energi paling besar bila neutron
bertumbukan dengan sesuatu yang mempunyai massa sama atau hampir sama,
contohnya atom hidrogen. Dengan demikian besarnya energi neutron yang hilang
hampir semuanya tergantung banyaknya jumlah atom hidrogen dalam formasi.

Gambar 7. Respon log neutron

Kandungan air akan memperbesar harga porositas neutron. Jika pori-pori didominasi
oleh minyak dan air harga porositas neutron kecil. Apabila formasi terisi oleh gas, maka nilai
log netron kecil mendekati batuan sangat kompak (2 – 6 %), karena konsentrasi atom
hidrogen pada gas lebih kecil daripada minyak dan air.
Batuan yang kompak
dimanaporositas mendekati nol akan menurunkan harga neutron. Lapisan serpih mempunyai
porositas besar antara 30–50% dalam kurva log, tetapi permeabilitas mendekati nol.
Pengaruh serpih dalam lapisan permeabel akan memperbesar harga porositas neutron.

Kandungan air asin atau airtawar dalam batuan akan memperbesar harga porositas neutron.
Kurva log neutron ini tidak dapat untuk korelasi karena tidak mewakili litologisuatu batuan.

RESISTIVITY LOG
Resistivitas atau tahanan jenis suatu batuan adalah suatu kemampuan batuan untuk
menghambat jalannya arus listrik yang mengalir melalui batuan tersebut (Darling, 2005).Nilai
resistivitas rendah apabila batuan mudah untuk mengalirkan arus listrik, sedangkan nilai
resistivitas tinggi apabila batuan sulit untuk mengalirkan arus listrik.
Log Resistivity adalah Suatu log yang digunakan untuk merekam sifat
kelistrikanfluida. Keberadaan hidrokarbon akan menunjukkan resistivitas yang besar,
sedangkan untuk kandungan air akan menunjukkan resistivitas yang kecil. Kandungan fluida
yang ada jugamenunjukkan besaran porositas yang dimiliki batuan tersebut. Karena volume
fluida akan berbanding lurus terhadap besaran porositasnya.Besaranresistivitas batuan
dideskripsikan dengan Ohm Meter, dan biasanya dibuatdalam skala logarithmic dengan nilai
antara 0.2 sampai dengan 2000 Ohm Meter.Didalam pengukuran resistivity log, biasanya
terdapat tiga jenis ‘penetrasi’ resistivity,yakni shallow (borehole), medium (invaded zone)
dan deep (virgin) penetration. Perbedaankedalaman penetrasi ini dimaksudkan untuk
menghindari salah tafsir pada pembacaan logresistivity karena mudinvasion (efek lumpur
pengeboran) dan bahkan dapat mempelajari sifat mobilitas minyak.
Log Resistivity digunakan untuk mendeterminasi zona hidrokarbon dan zona air,
mengindikasikan zona permeabel dengan mendeteminasiporositasresistivitas, karena batuan
dan matrik tidak konduktif, maka kemampuan batuan untuk menghantarkan arus listrik
tergantung pada fluida dan pori
Alat-alat yang digunakan untuk mencari nilai resistivitas (Rt) terdiri dari dua
kelompok yaitu Laterolog dan Induksi. Yang umum dikenal sebagai log Rt adalah LLd
(DeepLaterelogResistivity),
LLs
(ShallowLaterelogResisitivity), ILd (
DeepInductionResisitivity), ILm (Medium InductionResistivity), dan SFL.
1. Laterolog
Prinsip kerja dari laterelog ini adalah mengirimkan arus bolak- balik langsung ke
formasi dengan frekuensi yang berbeda. Alat laterolog (DLT) memfokuskan arus listrik
secara lateral ke dalam formasi dalam bentuk lembaran tipis. Ini dicapai dengan
menggunakan arus pengawal (buckingcurrent), yang fungsinya untuk mengawal arus
utama (measuredcurrent) masuk ke dalam formasi sedalam-dalamnya. Dengan
mengukur tegangan listrik yang diperlukan untuk menghasilkan arus listrik utama yang
besarnya tetap, resistivitas dapat dihitung dengan hukum ohm.Alat ini biasanya
digunakan untuk resistivitasmenengah-tinggi.

Gambar 8. Prinsip kerja laterolog

2. Induksi
Prinsip kerja dari induksi yaitu dengan menginduksikan arus listrik ke formasi.
Pada alat memanfaatkan arus bolak-balik yang dikenai pada kumparan, sehingga
menghasilkan medan magnet, dan sebaliknya medan magnet akan menghasilkan arus
listrik pada kumparan.
Secara umum, kegunaan dari log induksi ini antara lain mengukur konduktivitas
pada formasi, mengukur resistivitas formasi dengan lubang pemboran yang
menggunakan lumpur pemboran jenis “oilbasemud” atau “freshwaterbasemud”.
Penggunaan Lumpur pemboran berfungsi untuk memperkecil pengaruh formasi
pada zona batulempung/shale yang besar. Penggunaan Log Induksi menguntungkan
apabila :
 Cairan lubang bor adalah insulator misal udara, gas, air tawar,atauoilbasemud.
 Resistivity formasi tidak terlalu besar Rt< 100 Ω
 Diameter lubang tidak terlalu besar.
Alat- alat mikro-resistivitas yang mampu memberikan resolusi lapisan yang sangat
baik, yang terbaik dari semua alat logging.Inilah kemampuan yang digunakan dalam
dipmeter dan alat pencitraan listrik.Pada skala yang berbeda, alat induksi hanya memberikan
gambaran dari lapisan- lapisan itu sendiri, dan batas-batas lapisan sedikit diinterpretasikan.

Gambar 9. Kontras karakteristik resolusi lapisan dari alat resistivitas dan aplikasi geologinya(G.Asquith&D. Krygowsky,
2004)

Untuk tujuan geologi, log resistivitas yang digunakan harus diketahui
kemampuan resolusinya.Log microtool memberikan resolusi sangat baik untuk dapat
digunakan dalam interpretasi lapisan geologi.Logmicrotool ini paling baik digunakan untuk
menginterpretasikan karakteristik lapisan.Para-laterologs mampu menggambarkan lapisan
pada skala yang tepat untuk indikasi batas lapisan, tetapi penggunaannya harus digunakan
dan dikorelasikan dengan log lainnya. Log induksi memberikan resolusi batas lapisan sangat
buruk, tetapi pada saat yang sama semua efek lapisan dirata- rata sedemikian rupa untuk
membuat tren litologi menonjol.
Untuk mengantisipasi pressure (e.g. porepressure), saat pengeboran biasanya dipompa
oilbasedmud atau waterbasedmud. Sebagai contoh, jika kita menggunakan waterbasedmud
(resistivity rendah) sebagai lumpur pemboran, kemudian lumpur tersebut meng-invasi
reservoir yang mengandung minyak, maka kita akan mendapatkan profil
deeppenetrationresistivity lebih tinggi daripada shallow-mediumpenetrationresistivity. Jika
medium penetration dan deeppenetration mirip (tidak ada efek invasi), maka situasi ini
mengindikasikan minyak didalam reservoir tersebut sangat susah untuk mobile (hal ini
kurang bagus dalam production). Gambar di bawah menunjukkan perbedaan zona borehole
(lumpur), invaded dan virgin zone.
Gambar di bawah ini menunjukkan responresistivity log untuk shallow, medium dan
deeppenetration. Lihat respon pada interval reservoir-batupasir (lowgammaray, low SP),
besaran nilai resistivitas untuk ketiga jenis penetrasi ini menunjukkan nilai yang tinggi yakni
> 100 Ohm-meter yang menunjukkan bahwa reservoir tersebut mengandung hidrokarbon.
Selanjutnya, terlihat bahwa shallowresistivity lebih tinggi dari medium dan medium lebih
tinggi dari deeppenetration.

Gambar 10. Responresistivity log untuk shallow, medium dan deeppenetration

DENSITY LOG
Density adalah properti fisik materi, karena setiap elemen dan senyawa memiliki
kapadatan unik yang terkait dengan itu. Density didefinisikan secara kualitatif sebagai ukuran
relatif “berat” benda dengan volume konstan.Definisi formal kepadatan massa persatuan
volume. Biasanya kepadatan dinyatakan dalam gram per mL atau cc. Secara matematis “per”
pernyataan diterjemahkan sebagai divisi. Cc adalah sentimeter kubik dan sama dengan mL
oleh karena itu
Kepadatan massa = g / mL = volume

Massa vs Berat : Meskipun massa syarat dan berat yang digunakan hampir bergantian,
ada perbedaan antara Massa adalah ukuran kuantitas materi, yang konstan diseluruh alam

semesta. Berat sebanding dengan massa tetapi tergantung pada lokasi di alam semesta. Berat
adalah gaya yang diberikan pada tubuh dengan gaya tarik gravitasi.

Pengukuran Neutron Porosity pada evaluasi formasi ditujukan untuk mengukur indeks
hydrogen yang terdapat pada formasi batuan. Indeks hydrogendidefinsikan sebagai rasio dari
konsentrasi atom hydrogen setiap cm kubik batuan terhadap kandungan air murni pada suhu
75 °F. Jadi, Neutron Porosity log tidaklah mengukur porositas sesungguhnya dari batuan,
melainkan yang diukur adalah kandungan hidrogen yang terdapat pada pori-pori batuan.
Secara sederhana, semakin berpori batuan semakin banyak kandungan hydrogen dan semakin
tinggi indeks hydrogen. Sehingga, shale yang banyak mengandung hydrogen dapat
ditafsirkan memiliki porositas yang tinggi pula.Untuk mengantisipasi uncertainty tersebut,
maka pada praktiknya, interpretasi porositas dapat dilakukan dengan mengelaborasikan log
densitylogging.
Densitylogging sendiri dilakukan untuk mengukur densitas batuan disepanjang lubang
bor,. Densitas yang diukur adalah densitas keseluruhan dari matrix batuan dan fluida yang
terdapat pada pori. Prinsip kerja alatnya adalah dengan emisi sumber radioaktif. Semakin
padat batuan semakin sulit sinar radioaktif tersebut ter-emisi dan semakin sedikit emisi
radioaktif yang terhitung oleh penerima (counter).
Gambar dibawah ini menunjukkan teknik interpretasi porositas dan litologi dari data
density log (RHOB) dan neutron porosity (NPHI) . Pada contoh dibawah, jika kita memiliki
data dengan NPHI=15% dan RHOB=2.4 g/cc maka porositas yang sesungguhnya adalah 18%
dan batuannya berupa SS (Sandstone).

Gambar 11. Interpretasi porositas dan litologi dari data density log (RHOB) dan neutron porosity (NPHI)

Penggabungan neutron porosity dan densityporosity log sangat bermanfaat untuk
mendeteksi zona gas dalam reservoir. Zona gas ditunjukkan dengan ‘cross-over’ antara
neutron dan density. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini. Pada gambar
tersebut terlihat pada zona reservoir (lowgammaray), terdapat ‘cross-over’ antara density dan
neutron., dalam hal ini neutron porosity lebih rendah dari densityporosity.

Gambar 12. Penggabungan neutron porosity dan densityporosity log

MUD LOG

Salah satu kegiatan pengumpulan data bawah permukaan pada kegiatan pengeboran
sumur minyak dan atau gas bumi baik untuk sumur eksplorasi maupun untuk sumur
pengembangan adalah mudlogging. Kegiatan mudlogging ini pada dasarnya adalah aktivitas
untuk mengawasi secara terus menerus data serbuk bor maupun data gas yang naik ke
permukaan lubang bor saat kegiatan pengeboran berlangsung.
TOTAL GAS MUD LOG
Total detektor gas memberikanindikasikuantitatif dasar untuk berapa banyak gas yang
diambil dari pengeboran lumpur oleh perangkap gas. Deteksi gas Total dan peralatan analisis
digunakan di seluruh dunia menggabungkan salah satu dari dua detektor standar, detektor
filamen katalitik, juga disebut detektor hotwire, dan api hidrogen detektorionisasi.
Sebuah peningkatan yang signifikan dalam total pembacaan Gas pada interval
menunjukkan bahwa ini. Interval mengandung hidrokarbon, namun tidak memberikan
indikasi tentang kuantitas hidrokarbon ini. Namun pembacaan meningkat, dikombinasikan
dengan potensi permeabel dan berporilitologi, adalah indikasi positif yang memerlukan
penyelidikan lebih lanjut (Gas Hasil kromatografi dan stek yang akan diperiksa dengan
fluoroskop dan pelarut).
Total Gas pembacaan sering memberikan informasi mengenai perubahan tekanan
kondisi lubang bordan pengamatan berikut dari pembacaan bisa dibuat:
Latar Belakang Gas-meningkatkan biasanya menunjukkan peningkatan tekanan formasi.
Connection Gas biasanya menunjukkan dekat dengan "seimbang" sistem lumpur. Abnormally
Gas Trip tinggi biasanya menunjukkan dekat dengan "seimbang" sistem lumpur.
Abnormally Pembacaan gas yang tinggi yang tidak dapat berkorelasi dengan interval
permeable biasanya menunjukkan sistem lumpur "di bawah seimbang".


Total Gas
Pengukuran dari total gas hidrokarbon yang mudah terbakar yang hadir dalam
semburan lumpur.



Background Gas
Ini adalah"normal" atau"rata-rata" membaca gas sementara pengeboran batuan
permeabel rendah seperti sebagai shales.



Connection Gas
Ketika Koneksi sedang dibuat lumpur dilubang bor dalam dinamis stabil
Kondisi. Jadi setiap gas merembes ke sumur secara bertahapakan menumpuk. Pada Saat
sirkulasi dilanjutkan Connection ini Gas dapat menunjukkan di permukaan gas
peralatan deteksi sebagaipun cak tajam durasi singkat di atas latar belakang umum



Trip Gas
Akumulasi Gas Trip memiliki asal yang sama seperti Connection Gas. Perjalanan
melibatkan penghapusan sebagian atau string bor lengkap dari lubang bor. Selama

menarik string swabbing dapat terjadi yang mengurangi kepala hidrostatik lumpur itu,
terutama di daerah di bawah bit. Gas ini mungkin digambarkan dari interval berpori. Ini
Gas perjalanan seperti Connection Gas juga menunjukkan puncak yang tajam pendek di
atas tingkat latar belakang


Cutting Gas
Ini adalah gas dalam ruang pori stek yang belum lolos selama
transportasi dalam lumpur ke permukaan. Stek dari batuan yang sangat permeabel akan
memiliki kehilangan sebagian besar, jika tidak semua gas, sementara stek dengan
permeabilitas yang rendah akan memungkinkan sedikit atau tidak ada gas melarikan diri
ke lumpur. Stek ditempatkan dalam blender dengan air dan kemudian liquidized. Sebuah
contoh dari gas dalam blender disuntikkan ke Gas Kromatografi dan hasilnya
dibandingkan dengan analisis gas lumpur. Contoh ini direkam pada C 301 yang tercatat
menunjukkan gas total dan kepadatan lumpur out kurva saat melanjutkan pengeboran
setelah perjalanan. Gas perjalanan agak penting (27%) dan diperlukan perubahan skala
pada 2326,5 meter. Kepadatan lumpur output pada permukaan menunjukkan peningkatan
karena kedatangan stek diikuti dengan penurunan saat gas lewat di depanGammaDensity
detektor kepala. Antara 2330 dan 2333 meter hanya gas latar belakang hadir. Pada 2334
meter seseorang dapat melihat kedatangan gas perjalanan daur ulang setelah satu siklus
lengkap jeda waktu. Tanda di margin kanan grafik adalah tanda kedalaman. Skala
perekaman adalah linear.

KROMATOGRAFI GAS
Mudlogging dalam analisa data kromatografi gas berupa gas metana (C1) sampai gas
pentana (C5) dimana data gas ini apabila dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan
beberapa teknik rasio dan divalidasi oleh korelasi dan perbandingan dengan data lain seperti
log listrik, uji tekanan formasi dan data temperatur tekanan dan volume (PVT) dapat
memberikan informasi tambahan untuk memperkuat interpretasi jenis maupun perkiraan
kontak hidrokarbon dalam lubang bor.
Analisis lebih lanjut dari data kromatografi gas ini dilakukan dengan menerapkan
metode rasio gas yang telah dikembangkan oleh beberapa peneliti terdahulu seperti misalnya
Haworth (1985) yang menghasilkan beberapa parameter seperti Kebasahan (Wetness – Wh),
Keseimbangan (Balance – Bh) dan Karakter (Character – Ch) untuk kemudian dilakukan
Lebih jauh lagi Kandel (2001) mencoba mengoptimalkan metode rasio gas untuk
menghasilkan karakterisasi perubahan litologi; variasi porositas dan barrier permeabilitas;
efisiensi, ketebalanan plot silang antara ketiga parameter ini untuk menghasilkan interpretasi
jenis fluida maupun kontak hidrokarbon dalam suatu reservoir.
Metode rasio gas juga dikembangkan oleh Kandel (2001) dengan melakukan beberapa
plot silang antara gas komponen berat (C3, C4 dan C5) dengan gas komponen ringan (C1,
C2) yang akan menghasilkan garis trend untuk menghasilkan interpretasi jenis fluida dalam
suatu reservoar. dan kedalaman dari seal; difusi atau kebocoran gas; kontak hidrokarbon;
perubahan vertikal dari fluida didalam zona pay yang tebal; pembedaan fluida pada interval
yang terdiri dari beberapa lapisan; dan biodegradasi.
Jadi kromatografi digunakan untuk menentukan kontak hidrokarbon dan jenis fluida
hidrokarbon merupakan metode standar yang umum digunakan pada saat pengeboran suatu
sumur. Analisis rasio gas kromatografi hanya dapat menyediakan hasil yang kuantitatif dan
bukan kualitatif, tetapi untuk lapangan dimana terdapat banyak data-data sumur maka

kemungkinan metode analisis ini dapat membantu menentukan kontak hidrokarbon maupun
jenis dari hidrokarbon. Analisis metode rasio gas ini pada awalnya dikembangkan untuk jenis
reservoir yang dibor dengan menggunakan lumpur pengeboran berbasis air (WBM), tetapi
dalam perjalanannya dapat juga secara kualitatif digunakan untuk sumur dengan lumpur
pengeboran berbasis minyak (OBM).
Metode ini juga bekerja dengan baik untuk jenis reservoir silisiklastik, dan dapat juga
diterapkan untuk jenis reservoar lain seperti karbonat atau reservoir non-konvensional lain
seperti fractured basement maupun shale gas, karena pada prinsipnya metode ini hanya
melakukan rasio terhadap satu komponen gas terhadap komponen lainnya.
PENGUJIAN DATA CUTTING
Cuttings merupakan suatu cara yang membawa serbuk batuan naik ke permukaan
bersamaan dengan lumpur yang telaah diinjeksikan ke suatu daerah reservoir, sehingga dapat
digunakan untuk menentukan interval statigrafi, perkiraan karakterristik dari sebuah reservoir
dan mengidentifikasi interval kejenuhan suatu gas dan minyakbumi. Dengan cutting, kita
dapat mengetahui secara langung karakteristik batuan hasil bor yang dibutuhkan untuk
korelasi geologi, log analisis dan banyak tidaknya rantai hidrokarbon untuk mengetahui
kualitas dari minyak tersebut. Sampel khusus harus diambil setiap kali level gas-in-mud
menurun dan setelah pengeboran dilakukan. Proses pada saat mengambil stampel haruslah
dilakukan dengan cepat, itu angat penting karena untuk menghindari adanya penguapan yang
dapat mengakibatkan kehilangan cairan sampel yang akan kita teliti tersebut. Cutting
biasanya akan dilakukan pengambilan stampel setiap 30 ft ( 10 m) sampai batasan reservoir
yang dibutuhkan.
Untuk mengetahui darimana data cutting berasal, perlu dilakukan perhitungan log.
Data log pada cutting harus mencakup perkiraan persentase masing-masing jenis batuan
berdasarkan pengamatan langsung, yang mana data yang dapat diambil meliputi :







Jenis batuan (klasifikasi batuan)
Warna
Tekstur (ukuran butir, kebundaran)
Fosil yang terdapat didalamnya
Struktur sedimen
Porositas dan permeabilitas yang ditunjukkan oleh batuan

Pada saat diteliti, berikut cara yang dilakukan untuk mengetahui bahwa batuan
reservoir yang telah dibor dari hasil cutting tadi terdapat minyak atau gas adalah dengan
pendekatan sebagai berikut :




Hidrokarbon : cuttings + CC14 + aseton pada kloroform = putih
Dengan pengertian bahwa adanya hidrokarbon ditandai dengan didapatkannya warna
putih pada hasil penelitian.
Minyak : cuttings + aseton pada kloroform + mikrokop binokuler + sinar ultraviolet =
kuning keemasan
Dengan pengertian bahwa, akan didapatkan warna kuning keemasan apabila sampel
tersebut mengandung minyak. Hasil dari warna ini sendiri merupakan bantuan dari
adanya sinar ultraviolet.



Gas : cuttings + air + pengaduk + ga kloroform

AAPG menyediakan standar pendeskripsian cuttings pada saat pemeriksaan sampel
secara manual. Berikut item-item penting pada AAPG yang direkomendasikan :

Gambar 13. Item-item penting oleh AAPg

Berikut merupakan data-data yang didapat dari hasil cutting :

Gambar 14. Total gas show

Gambar 15. Gas cap oil show

Gambar 16. Medium gravity oil show

Gambar 17. Heavy oil show

Gambar 18. Tight oil show

PENGUJIAN DATA CORE (CORING)
Coring merupakan metode yang digunakan untuk mengambil batu inti (core) dari
dalam lubang bor (Bateman,1985). Coring penting untuk mengkalibrasi model petrofisik dan
mendapat informasi yang tidak diperoleh melalui log.
Setelah pengeboran, core (biasanya 0,5 m setiap 10 menit) dibungkus dan dijaga agar tetap
awet. Core tersebut mewakili kondisi batuan tempatnya semula berada dan relatif tidak
mengalami gangguan sehingga banyak informasi yang bisa didapat. Informasi penting yang

bisa didapat oleh seorang petrofisis dari data core tersebut menurut Darling (2005) antara
lain:


Homogenitas reservoar



Tipe sementasi dan distribusi dari porositas dan permeabilitas



Kehadiran hidrokarbon dari bau dan pengujian dengan sinar ultraviolet



Tipe mineral



Kehadiran fracture dan orientasinya



Kenampakan dip

Keterbatasan Analisis Core
Data core tidak selalu akurat, menurut Darling (2005) ada sejumlah alasan yang
menyebabkan hal tersebut yaitu:


Suatu core diambil pada water leg, dimana proses diagenesis mungkin saja terjadi, hal
ini menyebabkan core tidak selalu dapat mewakili oil atau gas leg di reservoar.



Coring dan proses pemulihannya menyebabkan tejadinya perubahan tekanan dan suhu
batuan sehingga bisa menyebabkan terjadinya perubahan struktur pada batuan tersebut



Proses penyumbatan, pembersihan, dan pengeringan dapat mengubah wettability dari
sumbat sehingga membuatnya tidak bisa merepresentasikan kondisi di bawah lubang bor.



Pengukuran resistivitas sumbat pada suhu lingkungan dengan menggunakan udara
sebagai fluida yang tidak basah (nonwetting fluid) bisa tidak merepresentasikan kondisi
reservoar.

MUD LOGGING
Mud logging merupakan proses mensirkulasikan dan memantau perpindahan mud dan
cutting pada sumur selama pemboran. Menurut Darling (2005) terdapat dua tugas utama dari
seorang mud logger yaitu :
1. Memantau parameter pengeboran dan memantau sirkulasi gas/cairan/padatan dari sumur
agar pengeboran dapat berjalan dengan aman dan lancar.
2. Menyediakan informasi sebagai bahan evaluasi bagi petroleum engineering department.
Mud-logging unit akan menghasilkan mud log yang akan dikirim ke kantor pusat
perusahaan minyak. Menurut Darling (2005), mud log tersebut meliputi:


Pembacaan gas yang diperoleh dari detektor gas atau kromatograf



Pengecekan terhadap ketidakhadiran gas beracun (H2S, SO2)



Laporan analisis cutting yang telah dideskripsi secara lengkap



Rate of Penetration (ROP)



Indikasi keberadaan hidrokarbon yang terdapat di dalam sampel

Mud log merupakan alat yang berharga untuk petrofisis dan geolog di dalam
mengambil keputusan dan melakukan evaluasi. Darling (2005) menyatakan bahwa mud
logdigunakan untuk hal – hal berikut ini:


Identifikasi tipe formasi dan litologi yang dibor



Identifikasi zona yang porous dan permeabel



Picking of coring, casing, atau batas kedalaman pengeboran akhir



Memastikan keberadaan hidrokarbon sampai pada tahap membedakan jenis hidrokarbon
tersebut apakah minyak atau gas

DAFTAR PUSTAKA

Adragao,T.2009.Femoral Bone Density Reflects Histologically Determined Cortical Bone
Volume in Hemodialysis Patients.America:Osteoporosis int
Anonim, 1986, Formation Evaluation, Conference Edition, PT Pacific Wellog Sclumberger,
Jakarta
Anonymous. http://www.geovista.se/en/methods/self-potentia/. Padapukul 17.52
Anonymous.
https://amazinggeology.wordpress.com/2011/07/08/wellsite-geologist-mataeksplorasi/. Padapukul 18.14
Boy Wibowo Pangarso. 2014. Penentuan Fluida Hidrokarbon Dan Kontak Fluida
Berdasarkan Analisis Kromatografi Gas Reservoar Gabus 1, Lapangan Nb, Cekungan
Natuna Barat. Teknik geologi, UGM. Dikutip dari ” Tesis , 2014. UGM ”
Dahlberg, K.E. 1989. A Practical Model for Analysis of Compensated Neutron Logs in
Complex Formations. Paper PP presented at the 1989 SPWLA Annual Logging
Symposium, Denver, June 1989.
Ellis, D.V. 1990. Some Insights on Neutron Measurements. IEEE Trans. on Nuclear Science
37 (2): 959.http://dx.doi.org/10.1109/23.106743
McKeon, D.C. and Scott, H.D. 1988. SNUPAR (Schlumberger nuclear parameters)—A
nuclear parameter code for nuclear geophysics applications. Nuclear
Geophysics 2 (4): 215.
Musyafar. 2011.Analisa Log Petrofisika dan Evaluasi Formasi Reservoar pada Lapangan
Boonsville. Prodi Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UI.
Dikutip dari ”Skripsi , 2011 : 15-16. UI ”
Roald,H.1995.C2 Dalam Semua Molekul.Amerika:Scientist Amerika
Schlumberger, Log Interpretation Charts, Houston, TX (1995)
Schlumberger, Log Interpretation and Principles, Houston, TX (1989)
Setiawan,
Didik.
2008.
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/123667-R220826Hambatan%20gesek-Pendahuluan.pdf. Padapukul 17.03
Tittle, C.W. 1988. Prediction of Compensated Neutron Response Using Neutron
Macroparameters. Nuclear Geophysics 2 (2): 95.
Wiley, R. and Pachett, J.G. 1990. CNL (Compensated Neutron Log) Neutron Porosity
Modeling, A Step Forward. The Log Analyst 31 (3): 133.

Sponsor Documents

Or use your account on DocShare.tips

Hide

Forgot your password?

Or register your new account on DocShare.tips

Hide

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Back to log-in

Close