Case Report Elektif Icha

Published on May 2016 | Categories: Documents | Downloads: 30 | Comments: 0 | Views: 204
of 15
Download PDF   Embed   Report

Comments

Content

PENDAHULUAN
Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya yang
telah populer beredar dimasyarakat perkotaan maupun di pedesaan, dari berbagai
lapisan usia, dan dari berbagai kalangan ekonomi. Selain Narkoba, istilah lain yang
diperkenalkan oleh Departemen Kesehatan RI adalah NAPZA yaitu singkatan dari
Narkotika, Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya. Semua istilah ini sebenarnya
mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko yang oleh
masyarakat disebut berbahaya yaitu kecanduan (adiksi).
Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh
akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana
disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial
sehingga menimbulkan perubahan tertentu pada aktivitas mental dan perilaku. Oleh
Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-Undang untuk penyalahgunaan
narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997
tentang Narkotika.
Salah satu penyebab terbanyak dari penyalahgunaan narkoba adalah dari
pengaruh lingkungan yang kurang baik. Lingkungan yang tidak baik akan
mempengaruhi cara berfikir dan pola pergaulan remaja yang kebanyakan penuh
dengan rasa ingin tahu untuk itu kita perlu mengawasi lingkungan tempat tinggal kita
dengan baik.
PRESENTASI KASUS
Tn. C berumur 18 tahun adalah salah satu resident yang sudah 2 bulan dirawat
di RSKO Cibubur. Pendidikan terakhirnya adalah SMA namun tidak sampai lulus, ia
tinggal didaerah Berlan, Matraman Jakarta Timur. Ia mengakui mulai mencoba
narkoba dari kelas 5 SD berawal dari rokok lalu mencoba ganja dan alkohol, pada saat
SMP barulah ia mulai mencoba obat-obatan secara terus menerus, lalu pada saat SMA
ia juga menggunakan sabu-sabu dan juga putauw. Ia mendapatkan barang itu pertama
kali dari seorang temannya. Di daerah tempat tinggalnya juga banyak yang
menggunakan barang-barang seperti itu.
Awalnya dia hanya mencoba-coba karena ditawarkan oleh teman
sepermainannyaa. Ia mengaku hal yang ia rasakan saat pertama kali mencoba ganja
adalah paranoid akan kematian, barulah pemakaian kedua dan berikutnya merasakan
nikmat dan ketagihan. Biasanya ia menggunakan 10 batang / linting ganja per hari,
ditambah dengan obat penenang dan semua yang memabukkan yang digunakan
diluar batas dosis wajar.
Orang tua dari tn. C pun tidak pernah mengawasi atau memperhatikan
kegiatan ataupun pergaulan anaknya dan sempat putus hubungan selama beberapa
bulan dengan keluarga. ia mengaku mendapatkan barang-barang itu dengan cara
membohongi, mencuri dan menjual barang milik orang tuanya.
Sampai saat ini belum ada keinginan dari dirinya untuk berhenti menggunakan
zat tersebut. Dia mengaku terakhir menggunakan barang haram tersebut adalah 2
bulan yang lalu sebelum di masukkan orang tua nya ke RSKO.

1

DISKUSI
Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti
perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik
dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.
Pembagian jenis narkoba :
1. Narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan
tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi
sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan
ketergantungan, atau ketagihan yang sangat berat
Berdasarkan UU RI No 35 / 2009 Tentang Narkotika pasal 6 ayat (1),
penggolongan narkotika terdiri dari 3 golongan, yaitu:
1. Narkotika Golongan I
Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu
pengetahuan, dan tidak ditujukan untuk terapi serta mempunyai
potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan. Contoh :
heroin/putauw, kokain, ganja
2. Narkotika Golongan II
Narkotika yang berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan
terakhir dan dapat digunakan dalam terapi atau tujuan pengembangan
ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan
ketergantungan .Contoh : morfin,petidin
3. Narkotika Golongan III
Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan
dalam terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta
mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh :
kodein.
2. Psikotropika
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis, bukan
narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada
susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas
mental dan prilaku, digunakan untuk mengobati gangguan jiwa
(Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1997).
Jenis psikotropika dibagi atas 4 golongan :
a. Golongan I : adalah psikotropika dengan daya adiktif yang sangat
kuat untuk menyebabkan ketergantungan, belum diketahui
manfaatnya untuk pengobatan, dan sedang diteliti khasiatnya
seperti esktasi (menthylendioxy menthaphetamine dalam bentuk
tablet atau kapsul), sabu-sabu (berbentuk kristal berisi zat
menthaphetamin
b. Golongan II : adalah psikotropika dengan daya aktif yang kuat
untuk menyebabkan Sindroma ketergantungan serta berguna untuk
pengobatan dan penelitian. Contoh : ampetamin dan metapetamin.

2

c. Golongan III : adalah psikotropika dengan daya adiktif yang
sedang berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: lumubal,
fleenitrazepam.
d. Golongan IV : adalah psikotropika dengan daya adiktif ringan
berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: nitra zepam,
diazepam
3. Zat Adiktif Lainnya
Zat adiktif lainnya adalah zat – zat selain narkotika dan psikotropika
yang dapat menimbulkan ketergantungan pada pemakainya,
diantaranya adalah :
a) Rokok
b) Kelompok alkohol dan minuman lain yang memabukkan dan
menimbulkan ketagihan.
c) Thiner dan zat lainnya, seperti lem kayu, penghapus cair dan
aseton, cat, bensin yang bila dihirup akan dapat memabukkan
Jenis dan Efek yang ditimbulkan oleh Narkoba
1. Ganja/ Mariyuana/ Kanabis
Cara penyalahgunaannya adalah dengan mengeringkan dan dicampur dengan
tembakau rokok atau langsung dijadikan rokok lalu dibakar dan dihisap. bahan yang
digunakan dapat berupa daun, biji maupun bunga. Akibat dari menggunakan adalah
bervariasi tergantung dari jumlah, jenis cannabis serta waktu cannabis dipakai.
Beberapa efek dapat termasuk euforia, santai, keringanan stres dan rasa sakit, nafsu
makan bertambah, perusakan pada kemampuan bergerak, kebingungan, hilangnya
konsentrasi serta motivasi berkurang.
2. Kokain
Cara penggunaannya adalah dihisap. Kokain menimbulkan risiko tinggi terhadap
pengembangan ketergantungan fisik dan fisiologis, prilaku yang lazim selama
dibawah pengaruh kokain dapat termasuk hiperaktif, keriangan, dan bertenaga,
ketajaman perhatian, percaya diri dan kegiatan seksual yang meningkat. Pengguna
juga dapat berprilaku tidak berpendirian tetap, merasa tidak terkalahkan dan menjadi
agresif dan suka bertengkar. Kondisi yang dapat mematikan dapat terjadi dari
kepekaan yang tinggi terhadap kokain atau overdosis secara besar-besaran. Beberapa
jam setelah pemakaian terakhir, rasa pergolakan dan depresi dapat terjadi.
3. Opium
Awalnya digunakan untuk pengobatan, menghilangkan rasa sakit tentara yang terluka
akibat perang dan berburu, opium banyak tumbuh didaerah “ segi tiga emas” Burma,
Kamboja, Thailand dan segitiga emas Asia Tengah, Afganistan, Iran dan Pakistan.
Penggunaan jangka panjang mengakibatkan penurunan dalam kemampuan mental dan
fisik, serta kehilangan nafsu makan dan berat badan.
4. Alkohol
Adalah zat aktif yang terdapat dari berbagai jenis minuman keras. merupakan zat
yang mengandung etanol yang berfungsi memperlambat kerja sistem saraf pusat,
memperlambat refleks motorik, menekan pernafasan, denyut jantung dan
3

mengganggu penalaran dan penilaian. Meskipun demikian apabila digunakan pada
dosis rendah alkohol justru membuat tubuh merasa segar .
5. Amfetamin
Amfetamin dipakai sebagai terapeutik untuk berbagai macam kondisi medis seperti
ayan, depresi dan untuk anak yang hiperkinetik. Merupakan zat perangsang sintetik
yang dapat berbentuk tablet, kapsul serta bentuk lainnya yang digunakan untuk
kepentingan medis. Efek amfetamin biasanya hilang setelah 3-6 jam dan pemakai
dapat secara tiba-tiba menjadi lelah, suka marah, murung dan tidak bisa konsentrasi,
peningkatan kewaspadaan, peningkatan tenaga dan kegiatan, mengurangi nafsu
makan dan kepercayaan diri. Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan
malnutrisi, kelelahan, depresi dan psikosis. Kematian yang diakibatkan penggunaan
obat perangsang jarang terjadi tetapi lebih mungkin jika amfetamin disuntikkan.
6. Sedatif
Adalah merupakan zat yang dapat mengurangi berfungsinya sistem syaraf pusat.
Dapat menyebabkan koma, bahkan kematian jika melebihi takaran.
7. Ekstasi/ Dolphin/ Black Hear/ Gober/ Circle K.
Sering digunakan sebagai alat penghayal tanpa harus berhalusinasi. tablet ini
diproduksi khusus untuk disalahgunakan yaitu untuk mendapatkan rasa gembira,
hilang rasa sedih, tubuh terasa fit dan segar. Ekstasi merusak otak dan memperlemah
daya ingat. Ekstasi merusak mekanisme di dalam otak yang mengatur daya belajar
dan berpikir dengan cepat.
8. Shabu-shabu
Pemakai yang kronis akan tampak kurus, mata merah, malas mandi, emosi labil, dan
loyo. Beberapa kasus menunjukkan dampak shabu-shabu yaitu menyebabkan orang
menjadi ganas, serta meningkatkan kepercayaan diri yang tinggi berbuntut tingkah
laku yang brutal.

9. Kafein
Merupakan zat perangsang yang dapat ditemukan dalam obat generik, kopi, teh coklat
atau makanan bersoda.
10. Tembakau
Merupakan daun–daunan pohon tembakau yang dikeringkan dan pada umunya
diproduksi dalam bentuk rokok. Nikotin, terdapat ditembakau, adalah salah satu zat
yang paling adiktif yang dikenal. Nikotin adalah perangsang susunan saraf pusat
(SSP) yang mengganggu keseimbangan. Menyebabkan penyempitan pembuluh darah,
peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, nafsu makan berkurang, menimbulkan
emfisema ringan, sebagian menghilangkan perasaan cita rasa dan penciuman serta
memerihkan paru.

4

Definisi remaja
Remaja berasal dari kata latin adolesence yang berarti tumbuh berkembang
atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi
yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik. Remaja sebenarnya
tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak
juga golongan dewasa atau tua. Menurut Joy G. Dryfoos (1990 dikutip dari Clemens
Bartollas,Op. Cit: 70) mengatakan bahwa masa remaja ditandai saat individu
berkembang dengan menunjukkan tanda-tanda seksual, mengalami perkembangan
psikologis dan pola identifikasi dari anak menjadi dewasa, serta terjadi peralihan dari
ketergantungan sosial ekonomi yang penuh pada keadaan yang mandiri. Selain itu,
masa remaja merupakan masa kritis dalam pencarian identitas dimana remaja
berupaya untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa perannya dalam masyarakat. Masa
remaja merupakan masa transisi perkembangan antara anak dan dewasa, biasanya
anak remaja dimulai saat berumur 12 tahun hingga akhir dua puluh tahun.
Berdasarkan umur kronologis dan berbagai kepentingan, terdapat definisi
tentang remaja yaitu:
1) Pada umumnya mendefenisikan remaja adalah bila seorang anak telah mencapai
umur 10-18 tahun dan umur 12-20 tahun anak laki- laki.
2) Menurut undang-undang No. 4 tahun 1979 mengenai kesejahteraan anak, remaja
adalah yang belum mencapai 21 tahun dan belum menikah.
3) Menurut undang-undang perburuhan, anak dianggap remaja apabila telah mencapai
umur 16-18 tahun atau sudah menikah dan mempunyai tempat tinggal.
4) Menurut undang-undang perkawinan No.1 tahun 1979, anak dianggap sudah
remaja apabila cukup matang, yaitu umur 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun
untuk anak-anak laki-laki.
5) Menurut dinas kesehatan anak dianggap sudah remaja apabila anak sudah berumur
18 tahun, yang sesuai dengan saat lulus sekolah menengah.

Tahap- tahap perkembangan remaja
Dalam proses penyesuaian diri menuju kedewasaan, ada 3 tahap perkembangan
remaja:
a. Remaja awal
Seorang remaja pada tahap ini masih terheran-heran akan perubahanperubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan- dorongan yang
menyertai perubahan- perubahan itu. Mereka mengembangkan pikiran- pikiran
baru, cepat tertarik pada lawan jenis, dan mudah terangsang secara erotis.
b. Remaja madya
Pada tahap ini remaja sangat membutuhkan kawan- kawan. Ia senang kalau
banyak teman yang mengakuinya. Ada kecenderungan narsistis yaitu
mencintai diri sendiri, dengan menyukai teman- teman yang sama dengan
dirinya, selain itu, ia berada dalam kondisi kebingungan karena tidak tahu
memilih yang mana peka atau tidak peduli, ramai-ramai atau sendiri,
optimistis atau pesimistis, idealis atau materialistis, dan sebagainya. Remaja
pria harus membebaskan diri dari Oedipus complex(perasaan cinta pada ibu

5

sendiri pada masa anak- anak) dengan mempererat hubungan dengan kawankawan.
c. Remaja akhir
Tahap ini adalah masa konsolidasi menuju periode dewasa dan ditandai
dengan pencapaian lima hal yaitu:
- Minat yang makin mantap terhadapfungsi- fungsi intelek.
- Egonya mencari kesempatan untuk bersatu dengan orang- orang lain dan
dalam pengalaman- pengalaman baru.
- Terbentuknya identitas seksual yang tidak akan berubah lagi.
- Egosentrisme (terlalu memusatkan perhatian pada diri sendiri) diganti
dengan keseimbangan antara kepentingandiri sendir dengan orang lain.
- Tumbuh “dinding” yang memisahkan diri pribadinya dan masyarakat
umum Berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja kita sangat perlu
untuk mengenal perkembangan remaja serta cirri-cirinya. Berdasarkan
sifat atau cirri perkembangannya, masa remaja ada tiga tahap yaitu :
a. Masa remaja awal (10-12 tahun)
 Tampak dan memang merasa lebih dekat dengan teman sebaya.
 Tampak dan merasa ingin bebas
 Tampak dan memang lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya
dan mulai berpikir yang khayal (abstrak).
b. Masa remaja tengah (13-15)
 Tampak dan ingin mancari identitas diri.
 Ada keinginan untuk berkencan atau ketertarikan pada lawan jenis.
 Timbul perasaan cinta yang mendalam.
c. Masa reamja akhir (16-19 tahun)
 Menampakkan pengungkapan kebebasan diri.
 Dalam mencari teman sebaya lebih selektif.
 Memiliki citra (gambaran, keadaaan, peranan) terhadap dirinya.
 Dapat mewujudkan perasaan cinta
 Memiliki kemampuan berpikir khayal atau abstrak
Penggunaan dan Penyalahgunaan Narkoba pada Remaja
Masyarakat mengenal narkoba merupakan kependekan dari Narkotika dan
Obat Berbahaya. Padahal definisi dari Narkoba sendiri merupakan kumpulan dari
berbagai senyawa yang membuat para penggunanya mengalami kecanduan obat akut.
Sebenarnya narkoba digunakan didalam dunia medis untuk menganastesi pasien yang
akan dioperasi atau untuk obat dalam penyakit tertentu. Tetapi yang digunakan
merupakan senyawa dari psikotropika yang berdosis rendah. Saat ini remaja kurang
memahami fungsi penggunaan narkoba dalam dunia medis, sehingga mereka
menyalahgunakan fungsi dari penggunaan narkoba yang sebenarnya. Definisi dari
penyalahgunaan zat narkoba merupakan sebuah pola perilaku yang kurang adaptif
dengan cara waktu lebih dari sebulan dan pelakunya terus menggunakan zat tersebut
walaupun mereka mengetahui bahwa mereka terancam bahaya akan penyalahgunaan
tersebut. Penyalahgunaan narkoba dapat menjadikan ketergantungan pada zat narkoba
baik secara fisiologis, psikologis, atau keduanya. Hal ini akan terus berlangsung
sampai masa dewasa. Narkoba yang membuat ketergantungan terutama berbahaya

6

bagi remaja karena merangsang bagian- bagian dari otak yang sedang berubah di
masa remaja (Papalia Olds Feldmans, 2009: 27).
Di Indonesia, perkembangan pecandu narkoba semakin pesat khususnya para
pecandu narkoba di tingkat remaja yang berusia 11 sampai 24 tahun yang merupakan
usia produktif. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian
narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah
12.305. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus
narkoba(khususnya dikalangan usia muda dan anak- anak, penyebaran HIV/AIDS
semakin meningkat dan mengancam). Penyebaran narkoba menjadi makin mudah
karena anak SD juga sudah mulai mencoba- coba mengisap rokok. Tidak jarang para
pengedar narkoba menyusup zat- zat adiktif (zat yang menimbulkan efek kecanduan)
ke dalam lintingan tembakaunya. Menurut riset BNN bekerja sana dengan Universitas
Indonesia menemukan anak usia 7 tahun sudah ada yang mengkonsumsi narkoba jenis
inhalan(uap yang dihirup), usia 8 tahun sudah memakai ganja dan usia 10 tahun
menggunakan narkoba dari bernagai jenis narkoa seperti heroin, morfin, ekstasi dan
jenis lainnya. Data statistik BNN tahun 2007 menunjukan bahwa usia kurang dari 16
tahun, pengguna narkoba sebanyak 508 orang sedangkan usia 16- 20 tahun terdapat
6373 orang. Di Amerika Serikat, pada tahun 2004 penggunaan narkoba dikalangan
usia produktif meningkat sebanyak 15,2% siswa kelas enam(±12 tahun), sebanyak
31,1% siswa kelas 10(±16 tahun) dan 38,8% siswa kelas 12(±18 tahun) menggunakan
narkoba. Temuan ini berasal dari serangkaian survey tahunan yang diadakan
pemerintah terhadap sampel sebanyak 49.474 siswa di 406 sekolah. (Papalia Olds
Feldmans, 2009: 27).
Banyak faktor yang menyebabkan anak remaja menyalahgunakan fungsi
narkoba yaitu faktor internal berupa pengaruh kondisi kejiwaan dan kesalahan sikap
psikologis anak dalam mengartikan kondisi lingkungan disekitarnyadan faktor
eksternal berupa pengaruh orang, sosial dan budaya dari luar. Richard Dembo, et al
(1994) menambahkan beberapa faktor penyebab anak remaja menggunakan narkoba
yaitu:
1. Pergaulan (teman)
Usia remaja adalah usia di mana anak-anak sedang mencari jati diri dan
merupakan peralihan dari usia anak-anak menuju ke tingkat dewasa. Istilahnya
mereka masih meraba-raba masa depan mereka. Apabila mereka salah
memilih jalan dan berada dalam lingkungan pergaulan yang salah, mereka
mungkin dengan kepolosannya mau-mau saja masuk ke lingkungan pecandu
narkoba apabila tak dipandu dan diarahkan dengan benar.
2. Coba-coba
Umumnya, pada usia remaja, anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang amat
besar. Dengan sedikit iming-iming menggairahkan, maka anak-anak bisa
terjebak untuk mencoba apakah benar narkoba itu enak atau tidak. Namun,
rupanya narkoba bagaikan lumpur hidup yang mampu menjebak orang
selamanya untuk berada di situ walau masuk sedikit saja.
3. Ingin lari dari masalah
Narkoba bagaikan cokelat. Ia menawarkan kenikmatan dan ketenangan
dengan candunya. Itulah yang dibutuhkan oleh jiwa-jiwa yang penat dengan
masalah. Ia bisa menyingkirkan masalah-masalah rumit dari otak. Namun
perlahan-lahan dan dengan tidak disadari, ia membawa malapetaka besar di
kemudian hari.
4. Faktor keluarga yang kurang mendukung

7

Remaja memang lebih sensitif dan peka pada lingkungan keluarganya
dibandingkan pada fase-fase sebelumnya. Melihat keluarganya yang
bermasalah, hal itu bisa membuat mereka sedih. Lalu mereka mencari jalan
keluar untuk menghilangkan kesedihannya karena merasa kurang diperhatikan
karena keluarganya lebih sibuk mengurusi masalahnya sendiri. Ketika ia salah
jalan, narkoba bisa menjadi opsi pelampiasannya karena narkoba menawarkan
kenikmatan dan ketenangan yang tidak mereka rasakan saat di lingkungan
keluarga. Biasanya kasus ini sering terjadi pada remaja yang tumbuh dalam
keluarga broken home. Pada intinya, seorang user itu mempunyai masalah
yang sangat besar dan krisis kepercayaan pada dirinya sendiri. Mereka
membutuhkan orang yang peduli terhadapnya, terutama orang yang paling
dekat dengannya.
Hal yang harus diwaspadai jika remaja menunjukkan beberapa gejala
ini,yaitu:
1. Perubahan perilaku pada dirinya
Biasanya gejala-gejala ini akan terlihat sangat menonjol dan Nampak
sangat ganjil. Ia mengalami perubahan yang amat berbeda dengan sebelum ia
mencoba narkoba. Bisa jadi ia lebih tertutup atau merasa cepat gelisah.
2. Jadi pemalas
Karena narkoba juga berefek pada organ tubuh, orang yang mencoba
narkoba akan merasa mengalami perbedaan pada tubuhnya sehingga ia enggan
berbuat banyak hal karena rasa ketidaknyamanan pada tubuhnya itu.
3.Mudah tersinggung
4. Pintar berbohong.
Orang yang sudah terlanjur mencoba narkoba dan kecanduan akan
sering banyak menyimpan rahasia karena rasa takut jika ia ketahuan
mengkonsumsi narkoba.
5.Suka bolos sekolah
6. Menjadi anak yang durhaka terhadap orang tua
7.Perubahan pola tidur
Karena narkoba berpengaruh besar pada syaraf, maka syaraf yang
mengaturnya untuk tidur pun terganggu dan tak dapat berjalan sebagaimana
mestinya. Tak jarang pecandu narkoba sering nampak lelah dan bermata merah
karena kurang tidur.
Sedangkan Ciri-ciri yang nampak pada tiap-tiap pengguna narkoba itu
berbeda-beda tergantung dari jenis apa yang dikonsumsi. Menurut dr.H
Nasruddin Noor SpKJ, (2012) menjelaskan dampak dan akibat menggunakan
narkoba:
1. Ganja
 Mata merah
 Suka melantur
 Merasa senang, kadang juga sedih (tergantung pada pembawaan
awal ketika mengkonsumsi ganja)
 Pembohong
2. Putaw
 Kusam
 Mudah tersinggung
 Pemalas
 Pembohong

8

3. Ekstasi
 Caranya berbicara melantur
 Hiperaktif
 Pemarah
 Pembohong
4. Shabu-shabu
 Bicaranya tidak jelas
 Hiperaktif
 Pembohong
Tidak semua orang yang menggunakan narkoba dapat dikatakan sebagai
pecandu. Sebelum seseorang menjadi pecandu narkoba, ia akan melewati tahap-tahap
berikut:
• User (pemakai coba-coba)
Remaja menggunakan narkoba pada waktu yang jarang dan hanya sekali-kali
saja. Misalnya, menggunakan narkoba sebagai perayaan kelulusan, ulang tahun, dll.
Di tahap ini, hubungan user dengan keluarga dan masyarakat masih baik-baik saja.
Demikian juga dalam prestasi akademiknya. Hal itu dikarenakan si user masih dapat
mengontrol dirinya.
• Abuser (pemakai iseng)
Di tahap ini, seorang user meningkatkan lagi intensitasnya dalam
menggunakan narkoba. Narkoba mulai digunakan untuk melupakan masalah, mencari
kesenangan, dan sebagainya. Di tahap ini, control diri seseorang mulai berkurang
sehingga ia tampak sering bermasalah baik dengan keluarga, masyarakat,dan
pendidikan. Konsentrasi mereka mulai melemah.
• Pecandu (pemakai tetap)
Pada tahap ini, seseorang akan kehilangan control sama sekali dalam
penggunaan narkoba. Narkoba telah mengontrol mereka. Karena perilakunya sudah
tidak terkontrol lagi, maka hubungan pengguna dengan orang lain sudah rusak.
Menurut Novalina Kristina Manurung (2009), penyalahgunaan narkoba akan
berdampak kepada tiga hal, yaitu fisik, psikis, dan sosial apabila dilakukan secara
terus-menerus.
1. Fisik
Akan terjadi perubahan pada tubuh secara kasat mata. Pecandu akan
mudah mengantuk dan mudah lelah. Pecandu juga jadi sering melamun.
Wajahnya tampak tidak segar dan tidak bersemangat. Organ tubuhnya
kemungkinan terjadi kerusakan, seperti gagal ginjal, radang usus, lever,
gangguan menstruasi, atau gangguan hormon lainnya, dan lain-lain.
Pengguna putaw yang sering menggunakan jarum suntik (dispet) dapat
tertular HIV maupun hepatitis apabila menggunakan jarum suntik secara
bergantian atau juga berhubungan seks dengan orang yang telah tertular
pada saat dirasuki narkoba tersebut. Seorang pecandu narkoba bisa
menyakiti tubuhnya sendiri. Ketika sudah tidak ada lagi uang untuk
membeli narkoba, sugesti dalam pikirannya mempengaruhi dia agar dia
melukai tangannya sendiri dengan silet. Setelah darahnya keluar, dia
menghisap darahnya karena dia bersugesti bahwa kandungan putaw yang
tadinya ia suntikkan melalui darah masih ada. Bahkan lebih ekstrimnya,
dia melukai lidahnya sendiri sehingga sekarang lidahnya rusak karena
bekas perbuatannya saat sakaw

9

2. Psikis
Sering sekali terjadi perubahan perilaku pada pecandu narkoba secara
sangat menonjol dan bertolak belakang dari perilaku mereka sebelumnya.
Pola pikiran mereka sederhana saja, hanya berkisar bagaimana cara
mendapatkan ‘barang’ (narkoba) di saat yang akan datang. Biasanya
muncul khayalan yang tidak jelas pada pecandu, ketakutan yang
berlebihan (paranoid), ada pula kemungkinan gangguan kejiwaan secara
permanen, malas berpikir, dan sugesti merasa hebat dalam segala hal dari
siapapun. Mereka juga menjadi sangat mudah marah dan minder untuk
bergaul. Perasaannya sangat sensitif. Terkadang tidak percaya diri. Intinya
mereka sering sekali merasa gelisah seakan-akan takut jika diketahui
menjadi pecandu narkoba. Dampak secara psikis ini sangat tampak sekali
pada pengguna psikotropika, terutama jenis halusinogen dan stimulan.
Dampak pada psikis inilah yang paling sulit dipulihkan. Hal ini karena
menyangkut kejiwaan serta sugesti yang selalu ingin mengulang apa yang
pernah ia rasakan.
3. Sosial
Kecenderungan para pengguna narkoba dan pelaku peredaran gelap adalah
tertutup dan masa bodoh dengan lingkungan. Mereka berkumpul hanya
dengan satu komunitas, para pengguna narkoba saja. Mereka juga rapi
dalam menjaga rahasia, cenderung menghindar dari pertemuan ilmiah atau
keagamaan. Lebih sering berkumpul dalam keramaian, misalnya di
tempat-tempat hiburan untuk mencari atau mengimbangi kesenangan
dengan house music. Dampak dari keluarga, yaitu ia mendapat krisis
kepercayaan. Di lingkungan masyarakat, ia akan dikucilkan. Bahkan ia
sangat mungkin dijauhi oleh teman-temannya setelah diketahui
menggunakan narkoba karena selain menunjukkan perilaku yang
cenderung tidak menyenangkan, teman-teman di sekelilingnya akan
merasakan ketakutan ikut menjadi pecandu narkoba dan tertular virus HIVAIDS apabila mendekati pengguna.
Pengaruh lingkungan terhadap penyalahgunaan narkoba pada remaja
Lingkungan merupakan bagian terpenting dan mendasar dari kehidupan
manusia. Sejak dilahirkan manusia sudah berada dalam lingkungan baru dan asing
baginya. Dari lingkungan baru inilah sifat dan perilaku manusia terbentuk dengan
sendirinya. Lingkungan yang baik akan membentuk pribadi yang baik, sementara
lingkungan yang buruk akan membentuk sifat dan perilaku yang buruk pula. Anakanak berkembang dari suatu hubungan interaksi antara gerakan-gerakan dalam dan
kondisi lingkungan luar.
Akal memang bagian diri manusia yang dikaruniakan Tuhan sejak kita lahir.
Dengan akal ini manusia dapat berfikir, namun akal tidak akan berguna apabila tidak
ada lingkungan disekitarnya yang akan diubah. Dengan kata lain lingkungan akan
mengubah dan membentuk prilaku manusia yang ada di dalamnya. Manusia akan
berinteraksi dan berusaha untuk bertahan dalam lingkungan dimana dia berada. Salah
satu usaha yang harus dilakukan adalah mengubah perilaku sesuai lingkungan tempat
tinggalnya sehingga dia akan bisa terus bertahan didalam lingkungan tersebut.

10

Seseorang yang berada dalam lingkungan dimana terdapat banyak orang yang
memakai drug/narkoba, maka besar kemungkinan dia akan menggunakan barang
terlarang tersebut. Untuk mengatasi ketergantungan tersebut maka mereka harus
dipindahkan kedalam lingkungan baru seperti Pusat Rehabilitasi Narkoba (Drug
Rehab Center). Program rehabilitasi (Drug Rehab Program) yang ada di Drug Rehap
Centers tersebut bisa mengubah sifat mereka kembali menjadi baik.
Pada kasus yang dibahas mengenai tn. C ini factor terbesar yang menyebabkan
ia menggunakan narkoba adalah buruknya lingkungan tempat tinggalnya, yang ratarata merupakan pengguna dan pengedar narkoba. Ia mulai mencoba narkoba saat ia
memasuki fase remaja awal pada tahap ini masih terheran-heran akan perubahanperubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan- dorongan yang
menyertai perubahan- perubahan itu. Mereka mengembangkan pikiran- pikiran baru,
cepat tertarik pada lawan jenis, dan mudah terangsang secara erotis, dan juga
memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Seharusnya orang tua mengawasi lebih
ekstra dalam pergaulan dan pendidikan anaknya, dan juga peran masyarakat sendiri
sangat dibutuhkan untuk mengawasi daerah lingkungan tempat tinggalnya agar tidak
mudah kecolongan dengan hal-hal seperti ini.
Pandangan Islam terhadap pengguanaan Narkoba
Para ulama sepakat haramnya mengkonsumsi narkoba ketika bukan dalam keadaan
darurat. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang
memabukkan diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap zat
yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan”
(Majmu’ Al Fatawa, 34: 204).
Dalil-dalil yang mendukung haramnya narkoba:
Pertama: Allah Ta’ala berfirman,
‫ثوميئحلل ثلمهم الططريثبئائت ثوميثحررم ثعثلليئهم اللثخثبئائثث‬
“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka
segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157). Setiap yang khobits terlarang dengan ayat ini.
Di antara makna khobits adalah yang memberikan efek negatif.
Kedua: Allah Ta’ala berfirman,
‫ثوثل متللمقاوا ئبثأليئديمكلم إئثل ى الطتلهلمثكئة‬
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al
Baqarah: 195).
‫ثوثل ثتلقمتملاوا أثلنمفثسمكلم إئطن اطلث ثكئاثن ئبمكلم ثرئحيممئا‬
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha
Penyayang kepadamu” (QS. An Nisa’: 29).
Dua ayat di atas menunjukkan akan haramnya merusak diri sendiri atau
membinasakan diri sendiri. Yang namanya narkoba sudah pasti merusak badan dan
akal seseorang. Sehingga dari ayat inilah kita dapat menyatakan bahwa narkoba itu
haram.

11

Ketiga: Dari Ummu Salamah, ia berkata,
‫ ثعلن مكرل ملسئكرر ثومثفرترر‬-‫صل ى ال عليه وسلم‬- ‫ثنثه ى ثرمساومل اطلئ‬
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala yang memabukkan
dan mufattir (yang membuat lemah)” (HR. Abu Daud no. 3686 dan Ahmad 6: 309.
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if). Jika khomr itu haram, maka
demikian pula dengan mufattir atau narkoba.
Keempat: Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‫ ثو ثملن ثتثحطس ى مسطمئا ثفثقثتثل ثنلفثسمه‬,‫ثملن ثتثرطدف ى ئملن ثجثبرل ثفثقثتثل ثنلفثسمه ثفمهثاو في ثنئائر ثجثهطنثم ثيثتثرطدف ى ئفيثهئا ثخئائلمدا مثخطلمدا فيثهئا ثاثبمدا‬
‫ و ثملن ثقثتثل ثنلفثسمه ئبثحئدليثدرة ثفثحئدليثدمتمه ئفي ثيئدئه ثيثتثاوطجمأ في ثبلطئنئه ئفلي‬,‫ثفمسطممه في ثيئدئه ثيثتثحطسئامه في ثنئائر ثجثهطنثم ثخئائلمدا مثخطلمدا فيثهئا أثثبمدا‬
‫ثنئائر ثجثهطنثم ثخئائلمدا مثخطلمدا ئفليثهئا أثثبمدا‬
“Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia
di neraka Jahannam dalam keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu,
kekal selama lamanya. Barangsiapa yang sengaja menenggak racun hingga mati
maka racun itu tetap ditangannya dan dia menenggaknya di dalam neraka Jahannam
dalam keadaan kekal selama lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya
dengan besi, maka besi itu akan ada ditangannya dan dia tusukkan ke perutnya di
neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya” (HR Bukhari no. 5778 dan
Muslim no. 109).
Hadits ini menunjukkan akan ancaman yang amat keras bagi orang yang
menyebabkan dirinya sendiri binasa. Mengkonsumsi narkoba tentu menjadi sebab
yang bisa mengantarkan pada kebinasaan karena narkoba hampir sama halnya dengan
racun. Sehingga hadits ini pun bisa menjadi dalil haramnya narkoba.
Kelima: Dari Ibnu ‘Abbas, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‫ضراثر‬
‫ضثرثر ول ئ‬
‫ل ث‬
“Tidak boleh memberikan dampak bahaya, tidak boleh memberikan dampak bahaya”
(HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66.
Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Dalam hadits ini dengan jelas terlarang
memberi mudhorot pada orang lain dan narkoba termasuk dalam larangan ini.
Seputar Hukum bagi Pecandu Narkoba
Jika jelas narkoba itu diharamkan, para ulama kemudian berselisih dalam tiga
masalah: (1) bolehkah mengkonsumsi narkoba dalam keadaan sedikit, (2) apakah
narkoba itu najis, dan (3) apa hukuman bagi orang yang mengkonsumsi narkoba.
Menurut –jumhur- mayoritas ulama, narkoba itu suci (bukan termasuk najis), boleh
dikonsumsi dalam jumlah sedikit karena dampak muskir (memabukkan) yang
ditimbulkan oleh narkoba berbeda dengan yang ditimbulkan oleh narkoba. Bagi yang
mengkonsumsi narkoba dalam jumlah banyak, maka dikenai hukuman ta’zir (tidak
ditentukan hukumannya), bukan dikenai had (sudah ada ketentuannya seperti
hukuman pada pezina). Kita dapat melihat hal tersebut dalam penjelasan para ulama
madzhab berikut:
Dari ulama Hanafiyah, Ibnu ‘Abidin berkata, “Al banj (obat bius) dan semacamnya
dari benda padat diharamkan jika dimaksudkan untuk mabuk-mabukkan dan itu ketika
dikonsumsi banyak. Dan beda halnya jika dikonsumsi sedikit seperti untuk
pengobatan”.
Dari ulama Malikiyah, Ibnu Farhun berkata, “Adapun narkoba (ganja), maka

12

hendaklah yang mengkonsumsinya dikenai hukuman sesuai dengan keputusan hakim
karena narkoba jelas menutupi akal”. ‘Alisy –salah seorang ulama Malikiyah- berkata,
“Had itu hanya berlaku pada orang yang mengkonsumsi minuman yang memabukkan.
Adapun untuk benda padat (seperti narkoba) yang merusak akal –namun jika masih
sedikit tidak sampai merusak akal-, maka orang yang mengkonsumsinya pantas diberi
hukuman. Namun narkoba itu sendiri suci, beda halnya dengan minuman yang
memabukkan”.
Dari ulama Syafi’iyah, Ar Romli berkata, “Selain dari minuman yang memabukkan
yang juga diharamkan yaitu benda padat seperti obat bius (al banj), opium, dan
beberapa jenis za’faron dan jawroh, juga ganja (hasyisy), maka tidak ada hukuman
had (yang memiliki ketentuan dalam syari’at) walau benda tersebut dicairkan. Karena
benda ini tidak membuat mabuk (seperti pada minuman keras, pen)”. Begitu pula Abu
Robi’ Sulaiman bin Muhammad bin ‘Umar –yang terkenal dengan Al Bajiromiberkata, “Orang yang mengkonsumsi obat bius dan ganja tidak dikenai hukuman had
berbeda halnya dengan peminum miras. Karena dampak mabuk pada narkoba tidak
seperti miras. Dan tidak mengapa jika dikonsumsi sedikit. Pecandu narkoba akan
dikenai ta’zir (hukuman yang tidak ada ketentuan pastinya dalam syari’at).”
Sedangkan ulama Hambali yang berbeda dengan jumhur dalam masalah ini. Mereka
berpendapat bahwa narkoba itu najis, tidak boleh dikonsumsi walau sedikit, dan
pecandunya dikenai hukuman hadd –seperti ketentuan pada peminum miras-. Namun
pendapat jumhur yang kami anggap lebih kuat sebagaimana alasan yang telah
dikemukakan di atas.

KESIMPULAN DAN SARAN :
1. Narkoba merupakan masalah besar yang dapat mengancam masa depan
individu bahkan dapat pula mengancam kesejateraan bangsanya karena
efeknya yang addiktif dan merusak susunan saraf pusat.
2. Berbagai faktor yang menjadi penyebab seseorang menjadi pengguna yaitu,
faktor keluarga, lingkungan, dorongan pribadi untuk mencoba, ekonomi, stress
pekerjaan, dan kurangnya iman.
3. Dari berbagai faktor, ketersediaan dan mudahnya mendapatkan narkoba
merupakan penyebab utama terus merajalelanya penggunaan narkoba disegala
kalangan usia, sosial, dan ekonomi.
4. Setiap individu haruslah bergaul dengan lingkungan yang baik dan harus dapat
memilah hal baik dan hal yang buruk.
5. Perlunya diperketat pengawasan pemerintah dan aparatur negara untuk
membasmi produsen dan pengedar narkoba agar narkoba tidak lagi mudah
ditemukan.
6. Perkuat iman agar tidak mudah terjerumus narkoba.

13

7. Tingkatkan pengetahuan dan pendidikan di daerah-daerah yang diduga sebagai
tempat pemakai dan peredaran narkoba bahwa narkoba itu adalah barang yang
merugikan.

ACKNOWLEDGEMENT
Pada bagian ini penulis berterimakasih kepada Rumah Sakit Ketergantungan
Obat Cibubur, yang telah memberikan kesempatan untuk berkunjung dan
mengumpulkan data informasi dari staf maupun residen untuk kelancaran case report
ini. Dan terima kasih kepada DR. drh. Hj. Titiek Djannatun selaku koordinator
penyusun Blok Elektif, dr. Hj. RW. Susilowati, M.Kes selaku koordinator pelaksana
Blok Elektif, dr. Nasrudin Noor, SpKJ selaku dosen pengampu bidang kepeminatan
Ketergantungan Obat/Drug Abuse. Serta kepada dr. Ulfa Himayati , sebagai
pembimbing kelompok 4 yang telah memberikan bimbingannya, serta teman-teman
kelompok 4 drug abuse dan rekan-rekan calon sejawat Fakultas Kedokteran
Universitas Yarsi yang telah membantu dalam pengerjaan laporan kasus ini.

14

DAFTAR PUSTAKA
1. BNN, 2007. Hasil Survei Nasional Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba pada
Kelompok Pelajar dan Mahasiswa Di 33 Provinsi Di Indonesia Tahun 2006. diakses 13
November 2014; http://bnn.go.id
2. BNN, 2003. Permasalahan Narkoba di Indonesia dan Penanggulangannya. diakses 13
November 2014 ; http://bnn.go.id BNN dan Pusat Penelitian Pranata Pembangunan UI,
2003. Survei Nasional Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dikalangan Pelajar
dan Mahasiswa. diakses November 2014; http://bnn.go.id

3. Judith S. Brook, David W. Brook, et all: Adolescent Illegal Drug Use: The Impact
of Personality, Family, and Environmental Factors . Journal of Behavioral Medicine. 
(2001)
4. A.W.Widjaya., 1985. Masalah Kenakalan Remaja Dan Penyalahgunaan Narkotika,
Armico : Bandung

5. Abduh Tuasikal, Muhammad (03/05/2012). Narkoba dalam pandangan Islam.
diakses pada 16 November 2014 : 19.20 di website : http://muslim.or.id/fiqh-danmuamalah/narkoba-dalam-pandangan-islam.html
6. Budianto., 1989. Narkoba dan Pengaruhnya, Ganeca Exact : Bandung
7. Tingkat Remaja. Diakses 21 April 2012: 17.30 di website: www.bnn.or.id.

15

Sponsor Documents

Or use your account on DocShare.tips

Hide

Forgot your password?

Or register your new account on DocShare.tips

Hide

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Back to log-in

Close