Health Promotion

Published on December 2016 | Categories: Documents | Downloads: 35 | Comments: 0 | Views: 427
of 5
Download PDF   Embed   Report

Health Promotion

Comments

Content

Aldisa Puspitasari
03011015
Ottawa Charter for Health Promotion1
Promosi kesehatan adalah proses pemberdayaan masyarakat agar mampu
memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Konferensi internasional pertama
tentang promosi kesehatan diadakan di Ottawa, Kanada pada bulan November
1986. Konferensi ini merupakan respon terhadap harapan yang berkembang
untuk gerakan kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Diskusi difokuskan pada
kebutuhan negara industri, tetapi tetap memperhitungkan kepedulian yang sama
di semua daerah lain. Konferensi ini bertujuan untuk mencapai ‘Health for all’
pada
tahun
2000
dan
seterusnya.
Piagam Ottawa mengidentifikasi tiga strategi dasar untuk promosi kesehatan:
1. Advocate
Kesehatan yang baik adalah sumber daya utama untuk pembangunan sosial,
ekonomi dan pribadi, dan dimensi penting dari kualitas hidup. Faktor-faktor
politik, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, perilaku dan biologis dapat
mendukung atau membahayakan kesehatan. Promosi kesehatan bertujuan
untuk membuat kondisi yang menguntungkan, melalui advokasi untuk
kesehatan.
2. Enable
Promosi kesehatan terfokus pada pencapaian ekuitas dalam kesehatan.
Promosi kesehatan bertujuan untuk mengurangi perbedaan status kesehatan
saat ini dan untuk menjamin adanya kesempatan yang sama dan sumber
daya untuk memungkinkan semua orang mencapai potensi kesehatan
mereka sepenuhnya. Termasuk di sini adalah landasan aman dalam
lingkungan yang mendukung, akses terhadap informasi, keterampilan hidup
dan kesempatan untuk membuat pilihan sehat. Orang tidak dapat mencapai
potensi penuh mereka kecuali kesehatan mereka mampu mengontrol hal
tersebut yang mana menentukan kesehatan mereka. Dan ini berlaku untuk
wanita dan pria.
3. Mediate
Prasyarat dan prospek untuk kesehatan tidak dapat dipastikan oleh sektor
kesehatan saja. Promosi kesehatan menuntut tindakan terkoordinasi oleh
semua pihak, termasuk pemerintah, kesehatan dan sektor sosial ekonomi,
organisasi non-pemerintah dan sukarela, pemerintah daerah, industri dan
media.
Tindakan prioritas untuk promosi kesehatan yang teridentifikasi dalam Piagam
Ottawa adalah:
1. Membangun kebijakan publik yang sehat
Kebijakan promosi kesehatan menggabungkan berbagai pendekatan
namun saling melengkapi, yakni termasuk legislasi, kebijakan fiskal,
perpajakan dan perubahan organisasi. Kebijakan promosi kesehatan
memerlukan identifikasi hambatan untuk penerapan kebijakan publik yang
sehat di sektor non-kesehatan dan pengembangan cara untuk
menghapusnya.

2. Menciptakan lingkungan yang mendukung
Perlindungan lingkungan alam dan lingkungan yang dibangun, dan
konservasi sumber daya alam harus ditangani dalam setiap strategi promosi
kesehatan.
3. Memperkuat tindakan masyarakat
Pengembangan masyarakat mengacu pada sumber daya manusia dan
material yang ada untuk meningkatkan swadaya dan dukungan sosial, dan
untuk mengembangkan sistem fleksibel untuk memperkuat partisipasi publik
dalam masalah kesehatan. Hal ini memerlukan akses penuh dan terus
menerus terhadap informasi dan kesempatan belajar kesehatan, serta
dukungan pendanaan.
4. Mengembangkan keterampilan pribadi
Memungkinkan orang untuk belajar dan mempersiapkan diri untuk
mengatasi penyakit kronis dan cedera adalah penting. Ini harus difasilitasi
dalam aturan sekolah, rumah, pekerjaan dan masyarakat.
5. Mengubah arah pelayanan kesehatan
Peran sektor kesehatan harus semakin bergerak ke arah promosi
kesehatan, diluar tanggung jawabnya untuk menyediakan layanan klinis dan
kuratif. Reorientasi pelayanan kesehatan juga memerlukan perhatian yang
lebih kuat untuk penelitian kesehatan, serta perubahan dalam pendidikan
profesional dan pelatihan.
Jakarta Declaration on Leading Health Promotion into the 21st Century2
Konferensi Internasional tentang Promosi Kesehatan ke 4 dengan tema
“Pemeran Baru pada Era Baru : Mengantarkan Promosi Kesehatan pada Abad
21” (New Players for a New Era : Leading Health Promotion into the 21st
Century) merupakan saat yang sangat menentukan dalam pengembangan
strategi kesehatan internasional. Konferensi ini diselenggarakan di Jakarta pada
tanggal 21-25 Juli 1997. Konferensi Internasional tentang Promosi Kesehatan di
Jakarta ini adalah konferensi pertama yang diadakan di negara berkembang dan
konferensi pertama yang melibatkan pihak swasta untuk mendukung promosi
kesehatan. Konferensi ini merupakan kesempatan untuk merenungkan kembali
tentang promosi kesehatan yang efektif, untuk mengkaji kembali determinan
kesehatan, dan untuk mengidentifikasi arah dan strategi yang diperlukan guna
menghadapi tantangan-tantangan promosi kesehatan di abad ke 21. Sasaran
akhir Promosi Kesehatan adalah untuk meningkatkan harapan kesehatan dan
memperkecil kesenjangan harapan kesehatan antar negara dan kelompok.
Prioritas Promosi Kesehatan pada Abad ke-21
1. Meningkatkan tanggung jawab sosial dalam kesehatan
Para pengambil keputusan harus mempunyai berkomitmen tanggung
jawab sosial yang kuat, baik sektor yang berurusan dengan masyarakat
umum maupun sektor swasta, harus mempromosikan kesehatan, baik dalam
kebijaksanaan dan praktik, sebagai berikut:
 menghindari hal yang dapat merugikan kesehatan orang lain
 melindungi lingkungan dan menjamin terus dimanfaatkannya sumber
daya



2.

3.

4.

5.

membatasi produksi dan perdagangan barang berbahaya seperti
tembakau dan senjata, termasuk membatasi praktik pemasarannya
yang tidak sehat
 menjaga keselamatan masyarakat, baik di tempat umum maupun di
tempat kerja
 memasukkan dampak kesehatan sebagai bagian integral dari kebijakan
pembangunan
Meningkatkan investasi untuk pembangunan kesehatan
Di banyak negara, investasi kesehatan yang ada tidak memadai dan
sering tidak efektif. Peningkatan investasi untuk pembangunan kesehatan
memerlukan pendekatan multisektor yang benar, termasuk sumber daya
tambahan untuk pendidikan, yang juga termasuk sektor kesehatan. Investasi
yang lebih besar untuk kesehatan dan reorientasi investasi yang ada, baik di
dalam maupun luar negeri, memiliki potensi untuk pembangunan manusia,
kesehatan dan kualitas hidup. Investasi untuk kesehatan harus
mencerminkan kebutuhan kelompok-kelompok tertentu seperti perempuan,
anak-anak, manula, serta masyarakat pinggiran yang miskin.
Meningkatkan kemitraan untuk kesehatan
Promosi kesehatan memerlukan kemitraan antar berbagai sektor di semua
tigkat pemerintahan dan masyarakat. Kemitraan yang sudah ada perlu
diperkuat dan potensi kemitraan baru harus digali dan dikembangkan.
Kemitraan member manfaat bersama melalui pertukaran keahlian,
keterampilan dan sumber daya. Setiap kemitraan harus terbuka, dapat
dipertanggungjawabkan dan berdasarkan pada prinsip etis yang disepakati,
saling memahami dan menghormati.
Meningkatkan
kemampuan
perorangan
dan
memberdayakan
masyarakat
Promosi kesehatan dilakukan oleh dan dengan masyarakat, bukan untuk
dan kepada masyarakat. Ini dilakukan untuk meningkatkan baik kemampuan
perorangan untuk berbuat maupun kemampuan kelompok, organisasi
masyarakat luas dalam mempengaruhi faktor-faktor penentu kesehatan.
Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam promosi kesehatan
diperlukan pendidikan praktis, latihan kepemimpinan, dan akses ke sumber
daya. Sedangkan untuk memberdayakan perorangan memerlukan akses
yang lebih konsisten dan terpercaya dalam proses pembuatn keputusan
disamping ketrampilan dan pengetahuan yang sangat diperlukan utnuk
membuat dampak perubahan.
Mengamankan infrastruktur untuk promosi kesehatan
Untuk mengamankan infrastruktur promosi kesehatan, harus ditemukan
mekanisme baru untuk pembiayaan baik secara lokal, nasional maupun
global. Insentif harus dikembangkan untuk mempengaruhi tindakan
pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, institusi pendidikan dan sektor
swasta untuk memaksimalkan mobilisasi sumber daya promosi kesehatan.
Berbagai “tatanan kesehatan” merupakan dasar kelembagaan untuk
mengembangkan infrastruktur yang diperlukan dalam promosi kesehatan.
Tantangan-tantangan baru di bidang kesehatan menunjukkan bahwa jaringan
kerja yang baru perlu diciptakan untuk mencapai kerjasama lintas sektor.
Jaringan kerja tersebut harus membantu kerjasama baik di dalam maupun

antar negara, dan mempermudah pertukaran informasi tentang strategi yang
efekif untuk setiap tatanan.

6th Global Conference on Health Promotion3
Konferensi Interasioanl tentang Promosi Kesehatan ke tujuh dengan tema
"Kebijakan dan Kemitraan untuk Aksi: Mengatasi Faktor Penentu Kesehatan"
(Policy and Partnership for Action: Addressing the Determinants of Health),
diselenggarakan di Bangkok, Thailand pada 7-11 Agustus 2005. Hampir 20 tahun
setelah Konferensi Interasioanl tentang Promosi Kesehatan pertama diadakan,
banyak hal telah berubah di dunia, termasuk dampak dari globalisasi, internet,
meningkatnya keterlibatan sektor swasta terhadap kesehatan masyarakat,
penekanan pada pendekatan berbasis bukti suara dan efektivitas biaya.
Konferensi Global ke-6 telah diselenggarakan untuk memenuhi tantangan dan
untuk lebih memanfaatkan kesempatan dalam promosi kesehatan di abad 21.
Piagam Bangkok mengidentifikasi tindakan, komitmen dan janji yang
diperlukan untuk mengatasi faktor-faktor penentu kesehatan di dunia global
melalui promosi kesehatan. Piagam Bangkok menegaskan bahwa kebijakan dan
kemitraan untuk memberdayakan masyarakat, dan untuk meningkatkan
kesetaraan kesehatan, harus menjadi pusat pembangunan global dan nasional.
Piagam Bangkok melengkapi dan dibangun berdasarkan nilai-nilai, prinsip dan
strategi tindakan promosi kesehatan yang ditetapkan dalam Piagam Ottawa.
Promosi kesehatan memiliki strategi-strategi yang tebukti efektif yang
perlu untuk dimanfaatkan. Untuk membuat kemajuan lebih lanjut dalam
menerapkan strategi promosi kesehatan, diperlukan tindakan-tindakan :


Advocate: advokasi kesehatan yang berdasarkan hak asasi manusia dan
solidaritas



Invest: menginvestasikan tindakan dan infrastruktur untuk mengatasi
faktor-faktor penentu kesehatan dalam kebijakan



Build capacity: membangun kekuatan untuk pengembangan kebijakan,
kepemimpinan, praktek promosi kesehatan, transfer pengetahuan dan
penelitian, dan melek huruf



Regulate and legistate: membuat dan mengatur undang-undang untuk
memastikan perlindungan tingkat tinggi dari bahaya dan memungkinkan
kesempatan yang sama untuk kesehatan dan kesejahteraan untuk semua
orang



Partner and build alliance: kemitraan dan membangun aliansi dengan
organisasi-organisasi publik, swasta, non pemerintah dan internasional,
serta masyarakat sipil untuk menciptakan tindakan yang berkelanjutan.

Dibandingkan Piagam Ottawa, Piagam Bangkok tentang Promosi Kesehatan
menambah nilai praktik promosi kesehatan di seluruh dunia. Empat komitmen
baru yang diidentifikasi untuk membuat promosi kesehatan, yakni pusat dari
agenda pembangunan global, tanggung jawab inti untuk semua pemerintah,
fokus utama untuk masyarakat dan komunitas, dan dibutuhkan praktik hukum.
Sejak penerapan Piagam Ottawa, sejumlah besar resolusi di tingkat
nasional dan global telah ditandatangani untuk mendukung promosi kesehatan,
tetapi ini tidak selalu diikuti dengan tindakan. Para peserta Konferensi Bangkok
ini dengan tegas meminta negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO) untuk mengatasi kesenjangan tindakan ini dan pindah ke kebijakan dan
kemitraan untuk bertindak.
Sumber :
1. World Health Organization. The Ottawa Charter for Health Promotion.
Available
at:
http://www.who.int/healthpromotion/conferences/previous/ottawa/en/index
.html. Accessed June 7, 2012.
2. World Health Organization. Jakarta Declaration on Leading Health
Promotion
into
the
21st
Century.
Available
at:
http://www.who.int/healthpromotion/conferences/previous/jakarta/declarati
on/en/. Accessed June 7, 2012.
3. World Health Organization. The 6th Global Conference on Health Promotion.
Available
at:
http://www.who.int/healthpromotion/conferences/6gchp/en/index.html.
Accessed June 7, 2012

Sponsor Documents

Or use your account on DocShare.tips

Hide

Forgot your password?

Or register your new account on DocShare.tips

Hide

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Back to log-in

Close