ITS Undergraduate 18046 Paper 1322343

Published on March 2017 | Categories: Documents | Downloads: 13 | Comments: 0 | Views: 206
of 2
Download PDF   Embed   Report

Comments

Content


ANALISIS DEFORMASI JEMBATAN SURAMADU AKIBAT PENGARUH ANGIN
MENGGUNAKAN PENGUKURAN GPS KINEMATIK

Lysa Dora Ayu Nugraini, Eko Yuli Handoko, ST, MT
Program Studi Teknik Geomatika, FTSP ITS-Sukolilo, Surabaya 60111
Email : [email protected]

Abstrak

Deformasi merupakan salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam rangka
monitoring struktur kesehatan jembatan Suramadu. Vibrasi yang terjadi akibat pengaruh berbagai
beban dinamik pada jembatan baik beban hidup atau beban mati seperti beban dinamik angin,
menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya deformasi lateral. Apabila vibrasi tersebut terjadi
secara berlebihan dan terakumulasi dalam jangka waktu tertentu, maka akan menyebabkan
kerusakan pada struktur jembatan.
GPS merupakan sebuah teknologi penentuan posisi dengan keakuratan penentuan posisi
yang tinggi. Pengamatan perubahan posisi sebuah titik pada jembatan yang didapatkan melalui
pengukuran GPS kinematik dapat digunakan sebagai analisis mengenai vibrasi yang terjadi pada
jembatan Suramadu.
Hasil pengukuran GPS yang dilakukan pada penelitian ini tidak mendapatkan akurasi yang
tinggi dikarenakan kesalahan dan bias akibat kabel penyangga menara jembatan disekeliling
lokasi penempatan GPS yang tidak bisa dihindari. Outliers yang merupakan efek dari bias dan
kesalahan memberikan pengaruh pada perhitungan pergeseran posisi jembatan. Outliers yang
kecil pada pengukuran bulan Januari 2011 membuat pergeseran posisi lateral < 5 cm. Sedangkan
outliers yang besar pada pengukuran bulan Mei 2011 dengan nilai outliers hingga satuan meter,
mengakibatkan perhitungan perubahan posisi lateral Jembatan Suramadu bernilai > 5 cm.
Moving Average filter merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mereduksi noise akibat
kondisi pengukuran yang terjadi sehingga didapatkan pola vibrasi Jembatan Suramadu.

Kata kunci : Deformasi, Jembatan Suramadu, GPS, Moving Average



PENDAHULUAN
Jembatan Suramadu merupakan jenis
jembatan gantung (jembatan Cable Stayed)
dengan struktur bangunan yang dirancang
mampu bertahan hingga lebih dari seratus
tahun kedepan (Suangga dan Subagyo,
2008), sehingga untuk dapat mencapai target
life-time (usia teknis) tersebut perlu
dilakukan monitoring serta perawatan
terhadap struktur bangunan jembatan.
Banyak faktor yang perlu diperhatikan
dalam rangka mempertahankan dan
memonitoring kondisi struktur jembatan
suramadu, salah satunya adalah deformasi
jembatan. Salah satu faktor yang
mempengaruhi deformasi jembatan adalah
beban dinamik angin yang melintas di
jembatan. Untuk jembatan bentang panjang
seperti jembatan Cable Stayed Suramadu,
pengaruh beban dinamik angin sangat
berperan dalam menentukan kestabilan dari
struktur jembatan. Beban dinamik angin
yang menyebabkan vibrasi lateral adalah
parameter yang diukur untuk mengetahui
pola getar dari badan jembatan tersebut.
Dengan adanya informasi mengenai
kecepatan yang melintas di Jembatan
Suramadu maka dari studi ini diharapkan
dapat dijadikan sebagai deteksi awal
perubahan struktur jembatan untuk
mendukung pencapaian target life-time
jembatan tersebut dan upaya
pemeliharaannya.
RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam
tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
a. Bagaimanakah pengaruh angin terhadap
deformasi pada Jembatan Suramadu ?
b. Berapakah besar nilai deformasi Jembatan
Suramadu akibat pengaruh angin ?
BATASAN MASALAH
Batasan masalah pada tugas akhir ini adalah :
a. Analisis deformasi Jembatan Suramadu
khususnya pada pylon bentang tengah


1
koordinat X dan Y dengan lama pengamatan 18.00 BBWI
selama 12 jam 1.2 Data Sekunder
Pengukuran yang dilakukan menggunakan Data sekunder yang digunakan
metode GPS kinematik. penelitian ini adalah data angin
Parameter angin yang diukur adalah berhembus disekitar selat M
kecepatan angin yang melintasi bentang khususnya yang melintasi Jem
tengah Jembatan Suramadu pada waktu yang Suramadu pada :
bersamaan dengan pengukuran GPS. - Tanggal 1 Januari 2011 didapa
UJUAN
stasiun BMKG Perak II Sur
Tujuan yang ingin dicapai dalam judul tugas
dengan koordinat geografis 7˚1
akhir ini adalah melakukan analisis pengaruh
angin terhadap deformasi Jembatan
LS dan 112˚44’8” BT.

Suramadu melalui pola getar (vibrasi) dan
- Tanggal 12 Mei 2011 diambil lan
pergeseran posisi jembatan diatas jembatan Suramadu pada
ETODOLOGI
16.00 BBWI sampai 04.00 BB WI
Pelaksanaan penelitian berlokasi di
- Tanggal 13 Mei 2011 diambil lan
mbatan Suramadu tepatnya pada bagian
diatas jembatan Suramadu pada
mbatan utama (main bridge) Suramadu. Secara
12.00 BBWI sampai 18.00 BBWI
ografis lokasi ini berada di 7°11’3”LS
2. Peralatan

n 112°46’48”BT.
Peralatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Tahap Pengambilan Data
a. GPS Geodetik Topcon
Lokasi
berfungsi sebagai rover. L
Penelitian
Titik GPS 1 bentang t
Jembatan Suramadu kabel no
dari pylon sisi Surabaya, L
Titik GPS 1 bentang t
Jembatan Suramadu kabel no
dari pylon sisi Madura.
Gambar 1. Lokasi Penelitian
b. GPS Topcon GB 1000
dipasang di lantai 4 gedung T
Geomatika ITS Surabaya ber
sebagai titik tetap (titik Refe
Lokasi
dengan koordinat 7˚16’47,9
Pengukuran LS dan 112˚47’40,63867 BT
47,951 m diatas ellipsoid WG
c. Anemometer
2. Tahap Pengolahan Data
a. Perangkat Keras ( Hardware)
- Personal Computer (PC)
Gambar 2. Bentang Tengah Jembatan
b. Software

Suramadu - Topcon Tools
ata dan Peralatan
- Matlab 7.0

Data Metodologi Pengukuran GPS
1 Data Primer
Pada penelitian ini untuk mendap
Data pengamatan GPS tanggal : pola getar jembatan suramadu digu
a. 1 Januari 2011 pukul 18.00 BBWI metode pengukuran GPS Kinematik.
sampai 2 januari 2011 pukul 06.30 menghindari kesalahan dan bias penguk
BBWI digunakan metode pengukuran
b. 12 Mei 2011 pukul 16.00 BBWI sampai difference dengan batas penerimaan
04.00 BBWI satelit 15˚ dan frekuensi pengukuran 0,2
jembatan terhadap posisi horizontal yaitu



b.

c.




T






M

Je
je
ge
da






























D
1.
1.
c. 13 Mei 2011 pukul 12.00 BBWI sampai



dalam
yang
adura,
batan

t dari
abaya
2’20”


gsung
pukul


gsung
pukul






yang
okasi
engah
mor 3
okasi
engah
mor 3

yang
eknik
fungsi
rensi)
5026”
, dan
S 84.










atkan
nakan
Untuk
uran,
triple
sinyal
Hz.



2

Sponsor Documents

Or use your account on DocShare.tips

Hide

Forgot your password?

Or register your new account on DocShare.tips

Hide

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Back to log-in

Close