Managing Disaster Pada Data Center (Paper)

Published on 2 weeks ago | Categories: Documents | Downloads: 1 | Comments: 0 | Views: 18
of 31
Download PDF   Embed   Report

Comments

Content

 

TUGAS PAPER MANAGING DISASTER PADA DATA CENTER

KELOMPOK : 7  Nama : Ardiyanto

1501167273

Kartika Sari Putri

1501172121

Leni Gustini

1501166301

Susanti Kusuma

1501192470

Wendy

1501153993

06 PJM

 

Abstrak Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk memberikan wawasan kepada pembaca akan pentingnya penempatan data center di perusahaan yang sebenarnya dapat berakibat langsung bagi perusahaan itu sendiri. Seperti kita ketahui bahwa bencana dapat terjadi kapanpun dan dimanapun baik bencana alam ataupun bencana yang dapat ditimbulkan oleh manusia. Dan dapat disadari juga di Indonesia pada abad ini sering sekali terjadi bencana

 

 – 

 bencana, terutama bencana alam yang sering terjadi adalah banjir dan gempa juga bencana  bukan alam seperti kebakaran. Banyak perusahaan yang mengalami kesusahan karena kehilangan data center mereka, dan dapat mengakibatkan kebangkrutan. Maka dari itu, alangkah lebih baik jika perusahaan memiliki disaster recovery center untuk merecovery bagian penting dan yang menjadi utama bagi penunjang proses bisnis mereka sehingga cadangan data center dapat digunakan ketika data center utama terkena  bencana. Tentunya sudah sangat disadari bahwa data center sangat penting bagi perusahaan karena merupakan tulang punggung dari segala kegiatan bisnis. Metode analisa yang digunakan adalah metode pengumpulan data melalui artikel dan e-journal yang dapat ditemukan dengan pencarian menggunakan internet. Data tersebut dikumpulkan dan dicari kebenarannya untuk dituangkan kedalam paper ini. Juga dilihat keberadaannya disalah satu perusahaan sebagai contoh dalam penulisan paper ini.

Kata kunci : data center, disaster recovery, analisa

 

BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

Informasi merupakan bagian terpenting dalam menjalankan suatu bisnis sehingga kebutuhan informasi terhadap suatu bisnis tidak akan pernah berhenti digunakan. Tingkat kebutuhan informasi yang tinggi dan tingginya nilai informasi menyiaratkan agar informasi harus tersimpan dalam suatu sistem yang keamanannya terjamin dari segala gangguan. Informasi akan selalu dipakai apabila dibutuhkan, bahkan sepanjang karir seseorang. Sebagai salah satu contohnya adalah disaster yang terjadi pada salah satu Bank swasta di Indonesia. Banyak Bank swasta yang eksis di bumi Indonesia ini, salah satunya adalah Bank Central Asia (BCA) yang secara resmi berdiri pada tanggal 21 Febuari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV tbk. Direktur Utama BCA dari tahun 1999 hingga sekarang adalah masih Bpk.Djohan Emir Setijoso. Pada krisis moneter pada tahun 1997 BCA mengalami krisis kepercayaan oleh masyarakat Indonesia, sehingga pada tahun itu banyak masyarakat Indonesia yang menarik uangnya dari BCA. Oleh karena krisis tersebut BCA meminta bantuan kepada  pemerintah Indonesia : Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) untuk menyuntikan dana agar BCA tidak gulung tikar, akhirnya pada tahun 1998 BPPN mengambil alih BCA. Dengan kebijakan tersebut BCA mampu bangkit dari krisis pada tahun yang sama dengan mengembalikan tingkat kepercayaan masyarakat kepadanya, sebelum krisis asset utama BCA mencapai Rp. 53.36 triliun sedangkan setelah krisis asset BCA semakin bertambah  besar yakni Rp 67.93 triliun. Hingga sekarang (2010) BCA selalu memberikan pelayanan yang baik dan selalu memberikan inovasi-inovasi, seperti ATM dan Setor Tunai menggunakan mesin. Dengan  berbagai macam layanan produk dan jasa, BCA memproses lebih dari 3 juta transaksi  perbankan setiap hari dan memiliki lebih dari 7 juta rekening r ekening nasabah yang dapat dilayani melalui ‘delivery channels’   yang luas,814 cabang-cabang diseluruh Indonesia, 5.681 ATM, Mobile Banking serta klik BCA. Didukung oleh 20.322 karyawan, visi BCA adalah menjadi bank pilihan dan menunjang pilar ekonomi Indonesia.

 

Dengan banyaknya fasilitas yang di miliki dan ditawarkan oleh BCA, sudah barang tentu manajemennya harus baik dan rapih, khususnya adalah mengenai Database. Kita  bisa memperkirakan berapa banyak data yang masuk tiap harinya, dan 1 milyar setiap tahunnya (3.000.000 x 360 = 1.095.000.000) Dengan banyaknya data yang harus disimpan dan diload setiap seti ap harinya, maka tidaklah mungkin BCA menggunakan system database konvensional, untuk mengatasi masalah ini BCA harus menggunakan database yang terdistribusi untuk menunjang fasilitas yang ditawarkan dan dimiliki agar proses bisnis tetap berjalan dengan lancar.

1.2 Ruang Lingkup

Ruang lingkup dari penulisan paper ini akan di batasi pada pentingnya recovery data center dan tujuan serta manfaatnya juga digambarkan oleh contoh recovery data center di Bank Central Asia (BCA) dan Tespen

1.3 Tujuan dan Manfaat Adapun tujuan dari penulisan paper ini adalah :

1.  Melakukan analisis mengenai IT Disaster dan Pemulihannya. 2.  Mengetahui resiko yang ditimbulkan dari disaster data center Manfaat yang bisa diperoleh dari penulisan paper ini adalah : 1.  Dapat mengetahui bagaimana pemulihan recovery yang baik. 2.  Meminimalkan resiko terjadinya IT Disaster

1.4 Metodologi

metodologi akan menekankan pada aspek-aspek sebagai berikut: 1.  Memberikan gambaran yang jelas kepada manajemen mengenai besarnya usaha yang harus dilakukan dalam merencanakan, mengembangkan, dan memelihara sebuah DRC. 2.  Menggalang komitmen penuh dari seluruh manajemen dan karyawan di berbagai lapisan organisasi untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan dan pengembangan DRC. 3.  Mendefinisikan kebutuhan recovery dipandang dari berbagai perspektif bisnis

 

  4.  Memperlihatkan dampak kerugian yang akan diderita perusahaan jika DRC tidak segera dibangun.

5.  Memfokuskan diri pada pencegahan terjadinya gangguan dan mencoba untuk meminimalisasikan dampak negatif yang terjadi, walaupun tetap dipersiapkan  berbagai usaha reaktif (recovery) seandainya gangguan tersebut benar-benar terjadi. 6.  Memudahkan proses pemilihan anggota tim yang bertangung jawab di dalam proses  pengembangan DRC.

7.  Menghasilkan sebuah perencanaan recovery yang mudah dipahami, mudah diterapkan, dan mudah dipelihara.

8.  Mendefinisikan secara jelas bagaimana keberadaan DRC tersebut terintegrasi secara  baik dengan sejumlah entiti bisnis lain yang dalam keadaan normal tetap berjalan.

 

BAB II LANDASAN TEORI  Disaster 2.1  2.1.1 Pengertian Disaster Disaster (bencana) didefinisikan sebagai kejadian yang waktu terjadinya tidak dapat diprediksi dan bersifat merusak sehingga mengganggu operasional bisnis. Pengertian ini mengidentifikasi sebuah kejadian yang memiliki empat factor utama, yaitu: tiba-tiba, tidak diharapkan, bersifat sangat merusak, dan kurang perencanaan. Penyebab terjadinya bencana, antara lain: kebakaran, badai, banjir, perubahan suhu dan kelembapan yang sangat ekstrim, gempa bumi dan tanah longsor, kecelakaan lalu lintas, serta virus computer. 2.2   Di sas aste terr M anagement anagement

2.2.1  Pengertian Disaster Management Serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang  beresiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi (UU 24/2007).

Tujuan Disaste Management: 1.  Memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana. 2.  Menyelaraskan peraturan perundang-undangan yang telah ada. 3.  Menjamin terselenggaranya penangglangan bencana terencana, terpadum terkoordinasi, dan menyeluruh. 4.  Menghargai budaya local. 5.  Membangun partisipasi dan kemitraan public serta swasta. 6.  Mendorong semangat gotong royong, kesetiakawanan dan kedermawanan. 7.  Menciptakan perdamaian dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan  bernegara.

2.2.2  Disaster Management Model

  Disaster Management Continuum model



Model tradisional, manajement bencana terjadi secara bertahap. Fokusnya lebih pada kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan secara/cepat.

 

  Pre-during-post Disaster Model



Terdapat kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan sebelum bencana, selama  bencana terjadi, dan setelah bencana. Sering digabung dengan continuum model.

  Contract-expand Model



Proses berkesinambungan, serangkaian kegiatan berjalan berdampingan,  bisa ditingkatkan lagi atau tergantung pada permintaan dan kondisi. kondisi.

  The Crunch and Release Model



  Manajement yang menekan upaya mengurangi kerentanan untuk

o

mengatasi bencana

  Bencana hanya bersifat trigger, kerentanan dipandang berasal dari

o

 proses sosio-ekonomi dan politik yang harus ditangani untuk  pengurangan resiko bencana.

2.3  aste terr Recove Recoverr y Plan Pl an  Di sas

2.3.1 Pengertian Pengertian Disaster  Disaster Recovery Plan Disaster Recovery Plan (DRP) atau disebut Business Continuity Plan (BCP) atau Business Process Contigency Plan (BPCP) menjelaskan bagaimana suatu organisasi menghadapi bencana potensial. Disaster Recovery Plan menurut EC-Council adalah sebuah proses/kemampuan dari organisasi untuk menanggapi bencana atau gangguan dalam pelayanan melalui implementasi rencana pemulihan bencana untuk menstabilkan dan memulihkan fungsi kritis organisasi. Disaster Recovery Plan terdiri atas tiga perencanaan, yaitu:

  Perencanaan proteksi adalahperencanaan yang dibuat untuk mencegah



terjadinya bencana,

  Perencanaan pengatasan bencana adalah perencanaan yang dibuat untuk



mengurangi dampak dari bencana terhadap perusahaan, per usahaan, dan

  Perencanaan pemulihan adalah perencanaan yang dibuat untuk membantu



 perusahaan dalam melakukan pemulihan agar proses bisnis dapat berjalan kembali.

 

2.4 Data Center Center

2.4.1 Pengertian D ata Cente Center  r  

Menurut Newcombe (2010, p15) data center   adalah lingkungan kompleks, tempat menyimpan peralatan TI. Daya listrik yang masuk ke data center  harus   harus melalui berbagai tahapan dari transformasi voltase, distribusi dan pembersihan sebelum masuk ke  peralatan TI. Sebagian besar dari energi dalam fasilitas diubah menjadi panas. Oleh karena itu data center   membutuhkan kapasitas mesin pendingin dalam sirkulasi udara. Juga terdapat banyak sistem pendukung dalam data center   seperti pencahayaan, generator, sistem pemadam kebakaran, area pegawai yang membutuhkan listrik.

Gambar 2.1 Arus Energi Pada D ata Cente Center  r  (Newcombe, 2010)

Gambar 2.1 menjelaskan arus energi berikut arus energi yang hilang dalam siklusnya. Dalam setiap tahapan rantai pengantaran energi, pasti terdapat kehilangan yang tidak mendasar seperti yang digambarkan dengan panah merah. Menurut Yulianti (2008, p11) data center  merupakan   merupakan fasilitas yang digunakan untuk  penempatan beberapa kumpulan  server   atau sistem komputer dan sistem penyimpanan data ( storage)  storage) yang dikondisikan dengan pengaturan catu daya, pengatur udara, pencegah  bahaya kebakaran dan biasanya dilengkapi dilengkapi pula dengan sistem pengamanan fisik. Menurut Bullock (2009, p1) data center  dikenal   dikenal sebagai kumpulan server  kumpulan  server  atau   atau ruang komputer. Data komputer.  Data center  adalah   adalah ruangan di mana sebagian besar  server  dan   dan penyimpanan data perusahaan terletak, beroperasi, dan diatur. Menurut Fadilah (2011, p38) terdapat beberapa difinisi di finisi umum tentang data center : (1) suatu struktur fisik, biasanya biasanya berupa bangunan bangunan khusus atau tersendiri, yang dirancang sebagai rumah untuk berbagai macam komputer, data center   dapat melayani satu  perusahaan saja atau beberapa perusahaan, (2) suatu fasilitas penyimpanan, pemeliharaan, dan membuat kempulan data tersedia untuk kegunaan berkelanjutan dan aktifitas mendatang, dan (3) sebuah fasilitas yang digunakan untuk merumahkan peralatan

 

elektronik dalam jumlah besar, biasanya komputer dan peralatan komunikasi. Data komunikasi.  Data center   adalah sebuah tempat aman untuk peralatan komputer, media penyimpanan, dan peralatan komunikasi serta jaringan yang digunakan untuk menyimpan, mendistribusikan, dan memelihara data dalam sebuah organisasi.

 

BAB III Pembahasan Penyebab bencana bisa karenakan oleh alam atau kesalahan manusia sendiri. Jika disaster terjadi maka kita perlu mengatasi atau menanggulangi bencana bencana yang telah terjadi, yang bisa disebut juga dengan Disaster dengan Disaster Management. Disaster Management merupakan suatu kumpulan kegiatan penanggulangan bencana yang didalamnya terdapat beberapa fase, yaitu fase risk mitigation, preparedness, response, dan recovery recovery..

 Mitigation adalah aktivitas yang dilakukan untuk mengeliminasi / mereduksi kemungkinan terjadinya unexpected event , atau mereduksi akibat yang ditimbulkan. Mitigasi dilakukan  berdsarkan dua aspek utama yaitu : 1. Mitigasi struktural Rekomendasi yang diberikan, meliputi segala sesuatu yang berbentuk fisik. Seperti perbaikan mesin. 2. Mitigasi non struktural Rekomendasi yang diberikan meliputi segala sesuatu yang tidak berbentuk dan biasanya  pembahasanya mengenai sistem manajemen. Mitigasi non struktural meliputi aspek : - kelembagaan - prosedur

 

- peraturan perundang-undangan - perencanaan - pendidikan dan pelatihan - penelitian dan pengkajian - peningkatan kewaspadaan

  adalah aktivitas yang dirancang untuk meminimalisir kerugian dan kerusakan Preparedness  yang bersangkutan dengan aspek kehidupan, mengorganisir pemindahan secara sementara orang-orang serta properti dari lokasi yang terancam, dan memfasilitasi mereka secara tepat dan penyelamatan yang efektif, pemulihan dan rehabilitasi.   adalah tindakan yang diambil sebagai tanggapan / reaksi terhadap terjadinya Response   bencana.   adalah tidakan - tindakan atau keputusan-keputusan yang yang diambil setelah bencana Recove Reco verr y  terjadi dengan maksud untuk memulihkan kondisi kehidupan masyarakat yang terkena  bencana. Bencana sendiri tidak bisa dihindari oleh siapapun, namun disaster bisa diminimalisir atau dicegah agar resiko terjadinya bencana menjadi kecil. Untuk mencegah resiko - resiko tersebut, dapat dilakukan dengan menyusun rencana pemulihan bencana ( Disaster ( Disaster Recovery  Plan / DRP ). ). Dan didukung dengan dukungan DRC ( Disaster Recovery Center ) yang  berfungsi sebagai tempat/area penyimpanan serta pengolahan data dan informasi pada saat terjadinya bencana yang mengakibatkan Data Center mengalami gangguan atau kerusakan. Sehingga memerlukan waktu yang lama untuk melakukan pemulihan.

 

Berikut merupakan skema dari Data Center dan Disaster dan  Disaster Recovery Plan  Plan 

DCP sendiri menjelaskan bagaimana cara perusahan menghadapi menghadapi bencana potensial Komponen-komponen Komponen-kompo nen yang ada di DCP adalah :    Bussines

Impact Analysis

Bagian dimana suatu bisnis menganalisa menganalisa sejauh mana ketergantungannya ketergantungannya terhadap  penggunaan TI    Risk

Assesment

Bagian ini mengidentifikasi semua ancaman yang dapat terjadi dan dapat menimbulkan kerusakan    Recovery

Strategy

Kegiatan mendefinisikan strategi pemulihan yang mencakup penyediaan fasilitas fisik maupun teknologi - teknologi pendukung

 

     Disaster

Recovery Organization

Model dan struktur organisasi yang berwenang dalam semua kegiatan pemulihan  bencana    Disaster

Recovery Procedures

Prosedur-prosedur standar yang mengatur semua aktifitas sebagai respon terjadinya bencana hingga pemulihan kembali    Disaster

Recovery Center

Komponen terpenting dalam DRP yang mendefinisikan kebutuhan dan spesifikasi teknis dari DRP

Prosedur Disaster Prosedur  Disaster Recovery Plan  Plan merupakan penjabaran secara teknis tentang langkah-langkah dari kegiatan recovery recovery.. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahap ini adalah : 1.

  adalah kegiatan yang lakukan untuk mereduksi Reduction/Readiness/Prevention 

dampak bencana terhadap sistem yang bersifat kritikal yang digunakan dan persiapan tentang segala hal yang diperlukan untuk melindungi melindungi sistem tersebut

pada saat

terjadi bencana.

Response,  merupakan kegiatan yang harus dilakukan pertama kali pada saat 2. terjadi bencana. Kegiatan ini biasanya berupa penaggulangan terkait dengan bisnis atau

BCP, ditambah dengan proses analisis dampak bencana serta pengambilan keputusan mengenai kegiatan apa yang harus dilakukan untuk melakukan penanggulangan terhadap sistem IT yang bersifat kritikal berdasarkan dampak bencana yang timbulkan.

3.

Recovery,  merupakan kegiatan untuk memulihkan fungsi sistem IT yang bersifat

kritikal dengan kapasitas yang sama atau kurang dari kapasitas sistem tersebut ters ebut pada kondisi normal. Biasanya hasil dari kegiatan ini merupakan pemulihan sistem yang bersifat sementara, dimana akan ada kegiatan untuk mengembalikan fungsi sistem IT yang bersifat

 

kritikal tersebut dengan kapasitas yang sama dengan kapasitas sistem normal sebelumnya. Strategi recovery recovery   tertentu yang diputuskan bisa diterapkan pada seluruh sistem IT yang  bersifat kritikal yang terkena dampak dari bencana.  bencana.  4. Restoration/Normalization  merupakan

kegiatan

yang

dilaksanakan

untuk

mengembalikan sistem IT yang yang bersifat kritikal beserta sistem pendukungnya pendukungnya pada fungsi dan kapasitas minimal, seperti sebelum terjadinya bencana.  bencana.  Konsep-konsep pemulihan:    Recovery

Point Objective (RPO) Objective (RPO)

Merupakan sebuah nilai dalam suatu waktu yang menindikasikan seberapa lama  perusahaan dapat mentoleransi kehilangan data.    Recovery

Time Objective (RTO) Objective (RTO)

Merupakan sebuah nilai dalam suatu waktu yang menindikasikan seberapa lama teknologi informasi dapat dipulihkan.    Maximum

Tolerable Downtime (MTD) Downtime (MTD) atau  Maximum Allowable Outage (MAO), Outage (MAO),

 Nilai yang mengidentifikasikan berapa lama suatu perusahaan mampu untuk kehilangan sebuah proses bisnis  

Work Recovery Time (WRT) Time (WRT) Batasan waktu yang diperlukan untuk: - Memulihkan data back-up ke dalam aplikasi - Memasukkan kembali semua semua data hasil backlog ke dalam dalam aplikasi - Memasukkan kembali semua data yang muncul selama kedua atas berlangsung ke dalam aplikasi

proses

di

 

 

Disaster Recovery Center  (DRC)  (DRC) merupakan suatu fasilitas dalam perusahaan yang

 berguna untuk mengambil alih fungsi suatu unit ketika terjadi gangguan serius yang terjadi  pada satu atau beberapa unit kerja penting didalam perusahaan. Seperti Seper ti pusat penyimpanan dan pengolahan data dan informasi. Ada 3 jenis DRC yang sesuai dengan kondisi alokasi anggaran masing-masing perusahaan sesuai dengan kemampuan finansialnya , yaitu :



 

Cold DRC

Cold DRC adalah jenis yang paling lama (25 % ready) akan meyediakan sistem yang sama seperti yang berada di data center. Dimana aplikasi dan data akan unggah sebelum fasilitas DRC bisa digunakan, tetapi proses pemindahan dari data center ke lokasi DRC dilakukan secara manual 

 

Warm DRC

Warm DRC adalah tipe DRC yang  standard   (50 % ready), akan menyediakan komputer dengan segala komponennya, aplikasi, link komunikasi, serta backup data yang  paling update, dimana sistem tidak t idak secara otomatis berpindah, tetapi t etapi masih terdapat proses manual meskupun dilakukan seminimal mungkin.

 



 

H ot DRC

Hot DRC merupakan tipe DRC yang paling cepat (90 % ready) yang mengatur secepat mungkin operasional bisnis, sistem aplikasi, link komunikasi yang sama sudah di  pasang dan sudah tersedia di lokasi DRC. Data secara terus menerus di backup backup   menggunakan koneksi antara data center dan lokasi DRC, dan operasional bisnis akan  berjalan pada saat itu juga, tanpa harus mematikan sistem didata didata center  lama.  lama.

Keandalan dan kesuksesan suatu layanan pusat data bergantung pada pemenuhan beberapa syarat sebagai berikut: a.  fasilitas infrastruktur yang didesain dan dibangun berdasarkan standar yang sesuai dan praktik terbaik untuk mencapai operasi yang efisien dan dapat andalkan  b.  teknik manajemen yang menerapkan protokol dan prosedur operasi yang menjamin operasi pusat data yang dapat diandal dan efisien c.   perencanaan pemulihan bencana yang memiliki prosedur yang telah ditetapkan dan teruji untuk menghadapi setiap kejadian yang mengganggu operasi data pusat dan memiliki suatu program pemulihan.

 

Persyaratan Bangunan dan Arsitektur: a.  Ruang komputer tidak berada dibawah area perpipaan ( plumbing (  plumbing ) seperti kamar mandi, toilet, dapur, laboratorium dan ruang mekanik kecuali apabila sistem  pengendalian air telah disiapkan.  b.  Tiap jendela ruang komputer yang menghadap sinar matahari harus ditutup untuk mencegah panas. c.  Bangunan harus memiliki area bongkar muat yang memadai untuk menangani keluar - masuk barang/peralatan. Contoh Penggunaan Data Penggunaan Data Recovery Center  :  : 1. Bank BCA

Bank BCA memisahkan antara data center dan disaster recovery center  (DRC)-nya.   (DRC)-nya. Sistem DRC telah dimiliki BCA sejak tahun 1989. Pada tahun 2002, sistem DRC ini ditempatkan di Singapura dan dipercayakan kepada IBM untuk pengelolaannya. Bank BCA memelihara kualitas data center

yang berstandar internasional dengan didukung oleh

business continuity plan dan disaster  r   r ecovery ecovery center yang beroperasi secara real time. time. BCA menggunakan Hot menggunakan  Hot DRC   yang yang berada di Singapura untuk menjamin kontinuitas bisnis. Data dikirim secara berkala dari pusat data BCA ke situs DRC dengan menggunakan sambungan VSAT dan Frame dan Frame Relay. Relay. Masing-masing dengan kapasitas 2 Mbps. BCA telah memulai pembangunan disaster recovery center kedua di Surabaya, Jawa Timur. Kota Surabaya dipilih dipilih sebagai sebagai lokasi lokasi kedua disaster recovery center dan business continuity center dengan mempertimbangkan bahwa tingkat risiko terjadinya bencana alam relatif rendah, serta ketersediaan infrastruktur maupun jumlah karyawan terlatih yang cukup  banyak. 2. Taspen

Taspen saat ini telah memiliki DRC ( Disaster  Disaster Recovery Center ) sebagai backup Data Center  sejak tahun 2013. DRC memiliki fungsi f ungsi yang sangat penting bagi kelancaran operasional perusahaan yang berkaitan dengan dengan teknologi teknologi informasi sesuai dengan anggaran  biaya pembangunan system oleh suatu perusahaan, Memiliki DRC dalam menjaga data center seperti mempunyai asuransi untuk kelangsungan operasional perusahaan ( bisnis continuity). continuity ). Kota Denpasar dipilih sebagai lokasi tempat penyimpanan DRC dengan  pertimbangan tersedia sumber daya da ya (resource (resource)) pendukung pembangunan DRC seperti sistem

 

komunikasi jaringan komputer yang baik, peripheral  baik,  peripheral  yang   yang dibutuhkan relatif mudah didapat, dan didukung oleh fasilitas transportasi yang memadai. Beberapa institusi membangun DRC di pulau Bali dan sebagian berada di Bandung sedangkan perusahaan yang bertaraf internasional biasanya berada di Singapura atau di Hongkong seperti Bank Central Asia ( BCA). Secara umum DRC Taspen berfungsi berfungsi untuk:  



Meminimalisasi kerugian finansial dan nonfinansial apabila terjadi kegagalan proses

 bisnis secara komputerisasi (downtime downtime)) atau adanya bencana alam yang yang berdampak kepada kerusakan

fisik

dan

informasi

berupa

data

penting

perusahaan.

  Meningkatkan rasa aman bagi peserta dan stakeholders.



Saat ini Taspen menggunakan Hot DRC , dimana secara realtime DRC dan DC selalu  berkomunikasi dan melakukan transfer data dari DC ke DRC dan apabila DC mengalami kerusakan maka seluruh jaringan dari 48 kantor cabang Taspen akan terkoneksi langsung ke DRC yang berada di Denpasar, Bali.

 

BAB IV Kesimpulan dan Saran

4.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang bisa didapat dari karya ini adalah bencana yang yang merupakan kejadian yang tidak terduga dan tidak dapat diprediksi. Untuk itu  Disaster recovery  recovery  center   sangat diperlukan, karena sistem yang disediakan, dibangun dan kemudian diintegrasikan dengan data center   utama akan menjadi back up  up  apabila terjadi  permasalahan yang terjadi pada data center   utama. Kita tidak bisa menghindari menghindari  bencana, oleh sebab itu kita harus mengurangi resiko yang akan terjadi. Jika terjadi  bencana, maka kita harus bisa mengatasi atau menangulangi akibat dari bencana tersebut.  Disaster recovery  recovery  dapat dibangun lebih dari satu, karena dimungkinkan juga terjadi double disaster   (data center   utama mengalami permasalahan, dan disaster recovery center  yang  yang pertama juga mengalami permasalahan). Contohnya dalam perusahaan, yang mempunyai DCP untuk mengatasi atau merencanakan jika terjadinya suatu potensi bencana, yaitu bank BCA dan Taspen, kedua  perusahaan tersebut mempunyai DRC

yang masing-masing terletak di tempat yang

 berbeda dengan data center . Dalam mealokasikan DRC perusahaan harus memikirkan  potensi gangguan apa yang akan terjadi jika DRC ditempatkan dalam satu tempat, apakah tempat tersebut mempunyai potensi terjadinya bencana atau tidak. Selain itu DRC juga dapat menyimpan data perusahaan yang diperbaharui secara terus menerus, jadi ketika data center mengalami kerusakan, perusahaan dapat menggunakan DRC untuk mengembalikan data dan dapat melakukan operasi seperti biasa.

4.2 Saran

Kebutuhan akan disaster recovery  recovery  pada masa sekarang ini sudah menjadi suatu keharusan. Karena kegiatan bisnis pada era sekarang ini hampir semua kegiatannya sudah  berbasiskan IT. Jadi apabila terjadi permasalahan pada data center , maka akan kegiatan  bisnis tersebut akan berhenti atau mengalami gangguan. Untuk itu disarankan agar setiap  perusahaan dapat memiliki recovery data center  yang  yang berguna saat terjadinya bencana.

 

Selain itu dalam penempatan recovery recovery   disaster   harus mempertimbangkan segala aspek yang diperlukan agar penempatan recovery recovery   disaster   benar

  benar aman dan

 – 

 bermanfaat bagi perusahaan.  Data center   di perusahaan harus dilakukan maintenance maintenance   secara rutin, untuk memastikan kelengkapan isi data. .

 

DAFTAR PUSTAKA G. Somasundaram, Alok Shrivastava. (2009). Information (2009). Information Storage and Management: Management: Storing,  Managing, and Protecting Digital Information. Information. Wiley.

Bullock, M. 2009.  Data Center Definition and Solutions. Solutions. Diperoleh 01/3/2014 dari www.cio.com.   www.cio.com.

Fadilah, R., & Djumhadi. (2011). Optimasi Protocol Open Shortest Path First pada Disaster Recovery Data Center. Seminar Nasional Informatika 2011, 2011, 1(7), 37-43.

 Newcombe, L. (2010).  Data Center Energy Efficiency Metrics : Existing and Proposed  MetricstoProvideEffectiveUnderstanding

andReporting

ofDataCentreEnergy.

 NewYork:BCS.

Yulianti, D. E., & Nanda H. B. (2008).  Best Practice Practic e Perancangan Fasilitas Data Center.   Jakarta: DAT.

 

DAFTAR RIWAYAT HIDUP Picture

Binusian ID

:1501167273

Full Name

: Ardiyanto

Email

: chenxiaob.yahoo.co.id

Address

Current

Jl.Angke Indah gang 6 No.340 Jakarta Barat 11330 DKI Jakarta, Indonesia Permanent

Jl.Angke Indah gang 6 No.340 Jakarta Barat 11330 DKI Jakarta, Indonesia Phone Numbers

:

Mobile : 62-8-1212173343 62-8-1212173343 Home : 62-21-6311655 : Fax :

62-21-6311655

:Office: 62-21-6311655 Gender

Male

 

Birth Place/Date

: Jakarta, 01November 1993

 Nationality

: Indonesia

Martial Status

: Single

Region

: Christian

Formal Education

Jan 2011-Present

:Bina Nusantara University, Jakarta, Indonesia  Bacheleor (S1), Information Systems GPA: 2.77

 

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

PICTURE

PERSONAL INFORMATION Binusian ID

1501172121

Full Name

Kartika Sari Putri

E-Mail

[email protected]

Address

Current :

Jalan U No.13 Jakarta Barat DKI Jakarta, Indonesia Permanent :

Perum PDP blok A.14 no.12 Karawang, 41352 Jawa barat, Indonesia Phone Number

Mobile : 0899-415-4440 Home : 0267-480173

Gender

Female

Birth Place / Date

Karawang / 29 Oktober 1992

Nasionallity

Indonesia

Marital Status

Single

Religion

Christian

 

  FORMAL EDUCATION September 2011-Present

Bina Nusantara University, Jakarta, Indonesia Backelor(S1), Information System GPA : 3.75

ORGANIZATION EXPERINCE Oct 2011  present  – 

Himsisfo, Vice of Project Management Help to analysis, design and requirement requirement in organization

Aug 2012  Aug 2013  – 

Himsisfo, Vice of coordinator commission 2 Help coordinate commission 2

Jun 2013  Sept 2013  – 

Himsisfo, Coordinator Coordinator of community relations in study st udy tour

Jun 2012  Aug 2012  – 

Himsisfo, Coordinator of community relations Coordinator of community relations in AKSI

 

 

DAFTAR RIWAYAT HIDUP Picture

Binusian ID

:1501166301

Full Name

: Leni Gustini

Email

: shinyeon_yeon.yahoo.com shinyeon_yeon.yahoo.com

Address

Current

Jl Haji Senen no 54 Jakarta Barat 00000 DKI Jakarta, Indonesia Permanent

Jl Raya Kosambi n0 52 Karawang 41313 Phone Numbers

: Mobile : 62-85-781898236 62-85-781898236 Home : 62-26-7436449 Fax :

62-85-781898236 62-85-781898236

Office: 62-85-781898236

 

Gender

: Female

Birth Place/Date

: Jungkat, 01 Agustus 1993

 Nationality

: Indonesia

Martial Status

: Single

Region

: Christian

Formal Education

Jan 2011-Present

:Bina Nusantara University, Jakarta  ,Indonesia Bacheleor (S1), Information Systems GPA: 3.52

Organization Experience Oct 2011  Present  – 

: HIMSISFO, Commite Commitee

 

DAFTAR RIWAYAT HIDUP Picture

Binusian ID

:1501192470

Full Name

: Susanti Kusuma

Email

: [email protected]

Address

Current  

:Komp. Karang Anyar , Jl. Karang Anyar Permai, Raya kav 53-54 Blk. Blok B18 000, Jakarta Pusat 10470  DKI Jakarta, Indonesia Permanent

Jl.Sukaramai N0 100 Lhokseumawe 24531 DI Aceh, Indonesia Phone Numbers

: Mobile : 62-857-6010798 Home :

62-857-6010798

Fax :

62-857-6010798

Office: 62-857-6010798

 

Gender

: Female

Birth Place/Date

: Perbaungan, 01 September 1993

 Nationality

: Indonesia

Martial Status

: Single

Region

: Buddha

Formal Education

Jan 2011-Present

:Bina Nusantara University, Jakarta  ,Indonesia Bacheleor (S1), Information Systems GPA: 2.77

Organization Experience  – 

Sept 2011  Jul 1012

: HIMSISFO, Activis Komisi Tiga

 

 

DAFTAR RIWAYAT HIDUP  Picture

Personal Information

Binusian ID

:1501153993

Full Name

: Wendy

Email

: wendywijayaa.gmail.com

Address

Current  

Jl Muara karang blok Q 4 selatan nomor 18 Jakarta Utara 14450 DKI Jakarta, Indonesia Permanent

Jl Muara karang blok Q 4 selatan nomor 18 Jakarta Utara 14450 DKI Jakarta, Indonesia

Phone Numbers

: Mobile : 62-899-9887587

 

 

Home :

62-21-6625049

Fax : 62-21-6625049 Office: 62-21-6625049 Gender

: Male

Birth Place/Date

: Jakarta, 04 Juni 1993

 Nationality

: Indonesia

Martial Status

:Single

Region

: Buddha

Formal Education

Jan 2011-Present

:Bina Nusantara University, Jakarta  ,Indonesia Bacheleor (S1), Information Systems GPA: 2.50 

Sponsor Documents

Or use your account on DocShare.tips

Hide

Forgot your password?

Or register your new account on DocShare.tips

Hide

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Back to log-in

Close