My Thesis Proposal 6

Published on November 2016 | Categories: Documents | Downloads: 25 | Comments: 0 | Views: 709
of 25
Download PDF   Embed   Report

Comments

Content

ICAS JAKARTA

PARAMADINA UNIVERSITY

THESIS PROPOSAL : Title: “DIVINE LEADERSHIP (WILAYAH AL-HIKMAH) IN THE CONCEPT OF DEMOCRACY PANCASILA: AN ISLAMIC PHILOSOPHICAL STUDIES”

by Ahmad Y. Samantho SRN: 8203110016 A Master’s thesis submitted to the Islamic College for Advanced Studies ( ICAS ) Jakarta in partial fulfillment of the requirements for the Master of Art degree

Master Course of Islamic Philosophy Jakarta, June 2007 1

ABSTRAK
Perkembangan kehidupan berbangsa dan kenegaraan di Republik Indonesia pasca gerakan reformasi 1998 menyisakan ketidakpastian bentuk dan hasil reformasi yang masih jauh dari harapan dan cita-cita reformasi. Meskipun memang ada beberapa kemajuan yang terjadi pada proses demokratisasi kehidupan sosial politik secara umum, namun secara keseluruhan, masíh banyak hal yang jauh dari cita-cita dan tuntutan reformasi. Eforia reformasi membuka peluang banyak orang untuk mengkritisi segala yang ada para era rezim otoritarian Orde Baru Soeharto yang dianggap sebagai penghambat demokrasi di Indonesia. Bahkan untuk mengakomodasi semangat reformasi tersebut UUD 1945 pun telah diamandemen oleh MPR-DPR. Namun demikian, sebagian pihak malah menganggap bahwa Panca Sila sudah tidak layak lagi menjadi Dasar Negara Republik Indonesia. Panca Sila dipandang sudah usang (kadaluarsa) oleh sebagian orang yang kecewa dengan kepemimpinan para Presiden RI Sejak Soekarno, Soeharto, Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati dan Susilo Bambang Yudono. Akibatnya muncullah tuntutan dan gerakan untuk mengganti Panca Sila dengan filsafat-ideologi lain yang beragam: mulai dari yang ekstrim kiri: Komunisme, Sosialis-Demokrat; ekstrim tengah: Demokrasi Sekuler-Liberal Nasionalis; maupun ekstrim kanan: kelompok pendukung ‘Syariah’ dan ‘Negara Islam’. Saat ini, Sejak awal tahun 2006, kita menyaksikan memanasnya polemik dan ketegangan politik antar berbagai komponen atau faksi-faksi politik aliran (politik identitas) tersebut. Kontroversi dan polemik antara kaum ekstrim nasionalis-sekuler dan ekstrim globalis fundamentalisme Islam (Pengusung "Kekhalifahan & Syariat Islam")

2

menyeret pada kecenderungan untuk mempertentangkan antara ajaran Islam dengan Panca Sila. Terjadi stigmatisasi dan mispresepsi terhadap aspirasi Islam berhadapan dengan dengan isu sekularisasi dan demoralisasi Panca Sila1. Kontroversi RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU-APP) dan Perda-perda ‘bernuansa Syariah Islam’ serta RaPerda Manokwari-Papua ‘yang bernuansa Kristen’ semakin mempertajam konflik dan polarisasi yang dipandang mengancam keutuhan persatuan nasional dan NKRI, serta mengancam hak asasi manusia (HAM), emansipasi dan demokrasi di Indonesia.2 -------------

Pada sisi yang lain, secara normative, Pancasila telah dirumuskan dan disepakati oleh para pendiri republik Indonesia ini sebagai modus vivendi (pedoman hidup) bagi bangsa Indonesia yang pluralistic (beragam) namun tetap dalam satu kesatuan (Bhineka Tunggal Ika). Setiap sila dalam Panca Sila merupakan obyektifikasi – dalam istilah Kuntowijoyo3 – dari nilai-nilai universal dalam setiap agama dan kepercayaan. Walaupun berbeda-beda dari segi syariat dan aqidah, ada nilai-nilai yang diyakini bersama sebagai nilai-nilai luhur. Nilai-nilai bersama itu dalam Al-Qur’an disebut dengan kalimatin sawa. Pancasila adalah kalimatin sawa – common ground.4

1

Kalangan DPR dan pengamat politik, Republika

………………. 2007

2

Kekhawatiran ini misalnya dapat dilihat dalam makalah berjudul: "Penyeragaman dan Totalisasi Dunia Kehidupan Sebagai Ancaman terhadap Hak Asasi Manusia: Sebuah Studi kebijakan di Indonesia", yang disusn oleh Tim IMPARSIAL, Desember 2006, hal 3.
3

Kuntowijoyo, dalam…………….

4

Jalaluddin Rakhmat, (Prof.Dr), dalam pengantar proposal Seminar Nasional Pancasila sebagai modus Vivendi kehidupan berbangsa dan beragama di Indonesia, Juni 2006.

3

Dalam perjalanan sejarah, Pancasila telah menjadi pemersatu bangsa dalam perjuangannya untuk menentang penjajahan dan memakmurkan rakyat. Pernah Panca Sila dipertentangkan dengan Islam, sehingga konstituante (pada tahun 1950-an) telah dijadikan ajang konflik. Konflik ini kemudian melimpah dari gedung parlemen ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Banyak korban berjatuhan karena konflik ini. Akhir-akhir ini, konflik antar umat beragama, intra umat beragama dan di antara kelompok agama dan kelompok sekular mulai berkembang ke arah pada tingkat yang mengkhawatirkan dan mengacam kesatuan dan persatuan bangsa serta NKRI. Kalimatin sawa telah terlupakan. Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) dan Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) dengan risau menyebutkan memudarnya kesadaran Panca Sila pada

kelompok elit di Indonesia. Indikasinya adalah lahirnya kebijakan-kebijakan pemerintah (Pusat maupun Daerah), MUI dan lembaga-lembaga publik lainnya yang menyuburkan sikap-sikap intoleransi dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. 5 Konflik kebangsaan tersebut menurut pengamatan sementara penulis dan beberapa pengamat lainnya adalah disebabkan pada satu pihak oleh kecenderungan pemikiran dangkal dari kalangan puritan (fundamentalis) Islam literalis-tekstual kaum pengikut Wahabisme & Talibanisme, sehingga memancing reaksi kontra yang juga ekstrim dari kaum sekular-liberalis yang terkait dengan kepentingan kapitalisme5

Kerisauan ini misalnya diungkapkan oleh Gubenur Lemhannas Muladi dalam rapat dengar pendapat Komisi I DPR, Kamis (13/7/2006),. Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) Letnan Jederal Muhammad Yassin: “Sejak awal reformasi, pamor Panca Sila mengalami kemunduran disebabkan oleh adanya keinginan perubahan di berbagai aspek kehidupan yang cenderung menimbulkan anomi, anomaly bahkan ada kecenderungan lahirnya fenomena anarki, sehingga nilai-nilai dasar Panca Sila mengalami degradasi dalam pelaksanaannya.” (Harian Kompas, Jum’at, 14 Juli 2006)

4

imperialisme Global. Konflik ini sebenarnya terutama dipicu oleh isu-isu ketidakadilan politik-ekonomi, dan dominasi hegemonik korporat kapitalis global atas segala sumber daya alam (migas dan mineral), yang kemudian memunculkan reaksi perlawanan dari kalangan politikus Islam di Indonesia yang menyeret simbol-simbol keagamaan dan justifikasi serta stigmatisasi SARA. Ketika Panca Sila dicoba untuk dipertentangkan dengan Islam, ketika Islam seolah-olah dipersepsikan anti Panca Sila, atau Panca Sila dipersepsi sebagai tidak Islamis, maka problem ini memotivasi penulis untuk melakukan penelitian, untuk

menjawab pertanyaan benarkah persepsi-persepsi filosofis tersebut? Lalu apakah memang perlu dan bagaimanakah cara memandang dan menafsirkan kembali makna substansial teks-teks Panca Sila maupun makna teks-teks suci Islam (Al-Quran, Sunnah & Ijtihad para ulama) dalam konteks filsafat-ideologi dan setting habitat bangsa Indonesia yang plural dan multikultural (Bhineka Tunggal Ika). Bagaimanakah menafsirkan Panca Sila yang sesuai dengan cita-cita harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah realitas keragaman (pluralism & multikulturalisme) agama, suku, ras dan golongan antar komponen dan unsur penyusun negara bangsa Indonesia ini. Bagaimanakah kita memahami dan menafsirkan isu-isu pluralisme, multikulturalisme, demokrasi dan HAM dalam Pandangan Dunia Islamisme (yang membawa misi Rahmatan lil 'Alamin) secara tepat dan benar sesuai kaidah berfikiran filosofis dan ilmiah (scientific). Maka dipandang sudah sangat penting adanya upaya untuk menggali dan merekonstruksi kembali pemahaman dan penghayatan terhadap substansi & esensi Pancasila dalam konteks inti saripati nilai agama-agama, untuk kemudian

5

mensosialisasikan kembali Panca Sila, kepada semua komponen bangsa Indonesia. Dengan kata lain diperlukan upaya-upaya penelitian dan pengembangan ke arah substansiasi nilai-nilai luhur Pancasila, sehingga Panca Sila tidak hanya sekedar menjadi slogan para politisi saja, tetapi benar-benar dapat menjadi system falsafah-ideologi yang dapat menjadi ‘modus vivendi’ (pedoman hidup) bagi subsistem kehidupan ipoleksosbud hankamnas (ideology-politik-ekonomi sosial-budaya, pertahanan dan keamanan nasional) negara dan bangsa Republik Indonesia. Jawaban-jawaban yang tepat dan benar atas pertanyaan dan masalah-masalah tersebut di atas, melalui penelitian dan penulisan Thesis Magíster Filsafat Islam penulis di ICAS-Paramadina Jakarta inilah, diharapkan dapat melahirkan salah satu alternatif solusi fundamental (mendasar) dan radikal (mengakar) untuk merevisi cara pandang (worldview/weltanschaung) bangsa Indonesia terhadap realitas Panca Sila dalam keragaman ras, suku, agama dan kebudayaan bangsa Indonesia yang “ber-Bhineka Tunggal Ika”. Setelah mengkaji "Filsafat Hikmah", meneliti dan merenungkan makna kata "Hikmah" dalam rumusan sila ke-4 Pancasila, penulis berasumsi bahwa solusi atas segala permasalahan tersebut dapat didekati dengan pendekatan deskripsi-elaboratif, komparasi dan analisis Filsafat Hikmah (Filsafat Islam) yang holistik-komprehensif

yaitu: Hikmah al-Muta’aliyah yang dikembangkan Mulla Sadra dan Konsep Imamah dan Wilayatul Faqih yang dikembangkan oleh Imam Khomeini Kajian Filsafat Politik yang akan penulis lakukan merupakan wilayah/domain filsafat praktis (Hikmah‘amali). Ini sesuai dengan karateristif Filsafat Islam yang penulis pelajari, yang tidak dapat terlepas dari kajian ontologis maupun epistemologis (al-

6

Hikmah al-Nazari/Filsafat Teoritik) sebagai satu kesatuan sistemik-integratif dari Filsafat Islam. Secara lebih tegas kajian penelitian Thesis ini akan memasuki wilayah kajian etika politik sebagai bagian dari filsafat politik Islam yang sejalan dengan Pancasila, sebagai dasar falsafah dan ideologi serta landasan prinsip normatif dasar kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia. Metodologi Penelitian atau pendekatan terhadap objek kajian/penelitian yang akan penulis gunakan, sebagaimana metode epistemologi Filsafat al-Hikmah alMuta’aliyah (Mulla Sadra), adalah pendekatan yang holistik-integratif yang meliputi baik: Burhani, Bayani, maupun Irfani (gnostic). Al-Hikmah al-Muta’aliyah (Theosofi Transendental) secara epistemologis didasarkan pada tiga prinsip: intuisi intelektual (dzawq atau Isyraq), pembuktian rasional (‘aql atau istidlal atau argumentasi

logis/burhani), dan Syariat Islam (bayani/penjelasan tekstual). Mengutip uraian Prof. Dr. Jalaluddin Rakhmat: “...sehingga Hikmah adalah kebijaksanaan (wisdom) yang diperoleh lewat pencerahan ruhaniyah atau intuisi intelektual dan disajikan dalam bentuk yang rasional dengan menggunakan argumen-argumen yang rasional. Hikmah ini bukan hanya memberikan pencerahan kognitif, tetapi juga realisasi, yang mengubah wujud penerima pencerahan itu merealisasikan pengetahuan sehingga terjadinya transformasi wujud hanya dapat dicapai dengan mengikuti syariat.”6

6

Jalaluddin rakhmat dalam pengantar terhadap buku terjemahan Mulla Sadra, Hikmat al-Arsyiah, Iran, English Translation by James Winston Morris, The Wisdom of The Throne: an Introduction to the Philosophy of Mulla Sadra, Princeton University Press, New York, 1981. Terjemahan Indonesia oleh Dimitri Mahayana dan Dedi Juniardi, ,Kearifan Puncak, Penerbit Pustaka Pelajar, Jogyakarta, 2001, halaman XV.

7

“DIVINE LEADERSHIP (WILAYAH AL-HIKMAH) IN THE CONCEPT OF DEMOCRACY PANCASILA: AN ISLAMIC PHILOSOPHICAL STUDIES” by Ahmad Y. Samantho SRN: 8203110016

A Master’s thesis submitted to the Islamic College for Advanced Studies ( ICAS ) Jakarta in partial fulfillment of the requirements for the Master of Art degree

8

STATEMENT OF AUTHORSHIP Except where reference is made in the text, this work contains no material published elsewhere or extracted in the whole or in part from a work presented by me for any other works.

No other person’s work has been used without due to acknowledgement in the main text of the thesis. Signed : ………………………………………………………………… Date : June 2007

“WILAYAH AL-HIKMAH IN DEMOCRACY BASED ON “DIVINE LEADERSHIP (WILAYAH AL-HIKMAH) IN THE CONCEPT OF DEMOCRACY PANCASILA: AN ISLAMIC PHILOSOPHICAL STUDIES”

9

Outline Thesis (Summaries of The Chapters of The Thesis): CHAPTER I Introduction
I. Rationale, Background of Research (Latar Permasalahan): a. Quo Vadis Indonesia pasca Reformasi: Demokrasi ataukah OligarkiPlutokrasi Kekuasaan? b. Sejarah kegagalan eksperimentasi berbagai sistem politik Indonesia pasca Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 1945 c. Krisis Politik-Ekonomi-Sosial Bangsa Indonesia pasca Reformasi 1998: i. ii. iii. iv. Penguatan Oligarki-Plutokrasi Liberal Kapitalisme Global Pemberantasan Korupsi yang tak kunjung tuntas di negara (Indonesia) Kekisruhan pilkada-pilkada di berbagai daerah dan kontroversi dana kampanye calon Presiden RI : Praktek Machiavelism & Money Politik. Ketidakberdayaan (kelemahan) Negara dalam mencegah dan menangani konflik horisontal bernuansa SARA yang mengancam keutuhan NKRI, berupa polemik dan konflik sosial-politik antara kaum NasionalisSekular dengan kaum "Globalis Fundamentalis Islam" yang tampak menonjol dalam dua trend: 1. Trend Politisasi Islam dan ambisi pembentukan Negara Islam Indonesia / Kekhalifahan Islam: trend formalisasi Syariat Islam yang dangkal dan artifisial oleh kaum puritan fundamentalis literal, melalui (Corporatocracy) di Indonesia . yang terkorup di dunia.

10

Peraturan Daerah (Perda-Perda bernuansa ’Syariat Islam), dan produkproduk legislasi nasional lainnya, versus: 2. v. Trend Liberalisasi ajaran Islam dan sekularisasi politik dan budaya yang dikendalikan oleh jaringan funding corporatocracy Kapitalisme Global. Ketidakberdayaan Negara Republik Indonesia dalam mencegah dan mengatasi intervensi, dominasi dan hegemoni kekuasaan asing dalam pengusaan sumber daya alam, ekonomi, budaya dan politik.

II. Problem Definition (Rumusan Masalah):
Pilihan tema besar Thesis ini disebabkan adanya masalah mendasar dalam “filsafat politik dan ideology bangsa Indonesia” berupa: belum jelasnya bentuk, wujud detail rumusan konsepsi (teori) ideologi Pancasila dalam filsafat politik maupun dalam konsepsi ilmu politik dan ideologi bangsa. nilai etika Pancasila dalam realita sejarah Ketidakjelasan ideologis ini mengakibatkan tidak adanya pedoman penjabaran (modus vivendi) dan aplikasi nilaipraktek kepemimpinan, kenegaraan, kehidupan politik, dan sosial-budaya bangsa Indonesia, sehingga Indonesia hingga saat ini masih terjebak dalam krisis akut mulitidimensional yang mengancam kemerdekaan dan kemandiriannya serta menghambat pertumbuhan kemajuannya. III. Purpose of Study (Tujuan Penelitian dan Penulisan Thesis): 1. Melacak jejak-jejak filsafat politik dan sejarah pemikiran politik yang melatari lahirnya rumusan Panca Sila sebagai dasar falsafah-ideologi negara Republik Indonesia. 2. Menggali dan menawarkan sumbangsih khazanah ‘filsafat hikmah’ dengan pendekatan ontologis, epistemologis dan aksiologis ’khazanah filsafat & Irfan Islam’, yang holistik dan integratif, dengan menghidupkan dan mengintegrasikan kembali kearifan perenial dan kebenaran universal warisan dari berbagai agama dan peradaban umat manusia di dunia. 3. Mencoba merumuskan substansiasi dan penjabaran prinsipprinsip dan teori filsafat ideologi Pancas Sila sebagai modus vivendi bagi sistem

11

kehidupan berbangsa dan bernegara (ipoleksosbud hankamnas) di Republik Indonesia

IV.

Benefits of Research (Manfaat Penelitian) :
1. Terinventarisasinya permasalahan yang ada dalam menafsirkan dan mengimplementasikan prinsip-prinsip filsafat ideologi Panca Sila dalam realitas kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia 2. Diketahuinya latar kesejarahan dan filsafat-pemikiran politik dari berbagai agama dan aliran pemikiran dalam perumusan prinsip-prinsip (redaksi) dan nilai-nilai luhur filsafat-ideologi Panca Sila. 3. Tersedianya alternatif penafsiran dan pengembangan konsep teoritis (ontologis & epistemologis) maupun praktis (aksiologis) landasan FilsafatIdeologi Panca Sila ke dalam genre “Filsafat Politik Panca Sila” yang mengakomodir kesatuan nilai-nilai utama universal-perenial dari berbagai agamaagama dalam konteks pluralisme dan multikulturalisme (Bhineka Tunggal Ika) 4. Indonesia Terbangunnya paradigma baru Filsafat Politik Panca Sila yang layak menjadi landasan kehidupan (modus vivendi) berbangsa dan bernegara di

V. Methods of Research (Metodologi Penelitian): 1. 2. Analítica) 3. 4. Sachiko Murata) 5. (Baker, Anton & Zubair, 1990, p.84-85) 6. 7. Analisis sistematik Refleksi-elaborasi Kritis 12 Deskripstif, Heuristik-interpretatif Fenomenologi Hermeneutic (Heidegger) Hermeunetic: Analisis Semantik / Analisis Wacana (Discourses & Content Analytic: Paul Ricour & Derida, Ricour, Telaah Pustaka Analisis kesejarahan (Histórica

8. Studies)

Studi Perbandingan (Comparative

Review of Literature (Telaah Pustaka)
Sejauh yang penulis survey sampai saat ini tampaknya belum ada literature yang membahas dan mengkaji secara mendalam dan komprehensif tentang penjabaran ideologi Pancasila dari sudut pandang Filsafat Islam, seperti yang ingin penulis lakukan saat ini Namun demikian memang sudah ada beberapa karya rintisan maupun seminarseminar dan penelitian yang mengarah kepada upaya penjabaran nilai-nilai prinsipil Pancasila dari berbagai sudut pandang filsafat maupun disiplin ilmu-ilmu humaniora dan ilmu sosial. Beberapa di antaranya adalah:

13

VI. Definitions (Batasan-Batasan terminology yang dipakai dalam thesis ini):
1. Explanation on Terminology a. b. c. d. e. f. Pengertian dan Definisi ‘Potical Philosophy’ (Filsafat Politik) Pengertian dan Definsi 'Etika Politik' Definisi ‘Panca Sila’ Pengertian dan Definisi ‘Wilayah’ (Kepemimpinan) Pengertian dan Definisi ‘Demokrasi’ (Kerakyatan) Pengertian dan Definisi ‘Al-Hikmah’

CHAPTER II SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA DAN ASAL-USUL ISTILAH-ISTILAH KUNCI DALAM RUMUSAN PANCASILA

I. Sejarah Kelahiran Panca Sila:
1. 2. Sejarah Kelahiran Panca Sila (Sidang-sidang PPKI & BPUPKI Siapa yang paling berperan dalam menyumbangkan gagasan 29 Mai – 1 Juni 1945) rumusan Pancasila? Peran dan sumbangsih pemikiran Muhammad Yamin, KH Wahid Hasyim, Soekarno dan Muhammad Hatta, dll. dalam perumusan Pancasila. II. Melacak referensi/rujukan para perumus Pancasila: 1. Pengaruh ajaran agama Islam: Al-Quran & Hadist Nabi, Kitab Madinah al-Fadhilah karya al-Farabi dan Kitab Tajus Salatin karya Bukhari al-Jawhari (Konsep /terminologi "Adil", "Rakyat", "Musyawarah", per-"Wakil"an.) 14

2.

Pengaruh Filsafat Barat terhadap pola

pikir para pendiri bangsa Indonesia / para perumus Panca Sila: Humanisme, Sosialisme-Marxisme, Demokrasi, Internasionalisme dan Nasionalisme. 3. 4. 5. Pancasila. Pengaruh pandangan agama Budha Pengaruh pandangan agama Hindu Pengaruh pandangan agamaterhadap pola pikir para perumus Pancasila terhadap pola pikir para perumus Pancasila agama/kepercayaan kuno asli Nusantara terhadap pola pikir para perumus

CHAPTER III KONSEP KEPEMIMPINAN ILAHIYAH (WILAYAH AL-HIKMAH) DALAM SISTEM DEMOKRASI PANCASILA (“DIVINE LEADERSHIP/WILAYAH AL-HIKMAH) IN THE CONCEPT OF DEMOCRACY PANCASILA: AN ISLAMIC PHILOSOPHICAL STUDIES”) I. Analisa Makna dan pengertian “Hikmah”: Tinjauan filosofis dan Irfani.
1. Makna istilah Al-Hikmah dalam Al- Qur’an al-Karim & Tafsir Al-Qur’an 2. Makna istilah Al-Hikmah dalam Hadits-Hadits Nabi dan penjelasan para Imam Ahlul Bayt dan para Ulama Islam. 3. Penjelasan makna ”Hikmah” dalam tinjauan Filsafat Islam atau theosofi transendental al-Hikmah al-Mu’ta’aliyyah-nya Mulla Sadra 4. Kajian Semantik: Hikmah, Hukum, Hukama dan Hakim, berdasarkan filsafat Islam/Filsafat Hikmah : 5. Makna dan pengertian ”Hikmah” (’Hockmah’) dalam literatur agama pra Islam (Nasrani/Kristen dan Yahudi) 6. Keluasan hikmah dalam berbagai ajaran agama dan sejarah peradaban-budaya manusia.

15

a)

Analisis semantik Hubungan antara ’Ketuhanan Yang Maha Esa’,

’Hikmah’, ’Kemanusiaan yang Adil dan beradab’, Keadilan’dan ’Kerakyatan’ yang menjadi kata-kata kunci dalam rumusan Pancasila. b) Kesejajaran (paralelisme) antara fungsi dan kedudukan Pancasila di Indonesia dan ”Piagam Madinah” zaman Nabi Muhammad SAAW sebagai common denominator (samen bundeling van elle crachten) dalam kehidupan negara-bangsa yang plural. II. Konsep Wilayah al-Hikmah (Kepemimpinan Filososis al-Hikmah) dalam sistem demokrasi Panca Sila (Musyawarah-Perwakilan); a. Perbandingan konsep dan aplikasi konsep (eksperimentasi) ”Wilayatul Faqih”-Imam Khomeini (Rep.Islam Iran) dengan konsep ”Wilayah alHikmah” ala Pancasila. b. Siapa sajakah yang memenuhi kriteria kepemimpinan al-Hikmah yang selayaknya memimpin rakyat dalam proses demokrasi representatif (permusyawaratan-perwakilan). c. ”Meritokrasi” sebagai salah satu alternatif pendekatan baru ke arah Kepemimpinan/Wilayah –Falsafah- al-Hikmah, alternatif sistem NeoDemokrasi Pancasila. d. Relevansi dan signifikansi kepemimpinan Hikmah dalam konteks Demokrasi, Pluralisme dan Multikulturalisme bangsa Indonesia. e. Konsekuensi Wilayah al-Hikmah pada Pengutamaan Konsep dan Sistem Negara Hukum dalam penegakan Keadilan sosial, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Ketuhanan Yang Maha Esa, Demokrasi Kerakyatan dan Persatuan Indonesia. f. Kualifikasi Hikmah sebagai Kriteria utama rekrutmen para anggota legislatif (Politisi Pancasilais) g. Kualifikasi Hikmah sebagai kriteria utama pemilihan para pejabat eksekutif/pemerintahan, para aparat penegak Hukum dan para Hakim (yudikatif).

16

CHAPTER IV Kesimpulan (Conclusion)

Bibliography
1. Alston, William. "History of Philosophy of Religion." The Routledge Encyclopedia of Philosophy. Vol. 8. Ed. E. Craig. New York: Routledge, 1998. Pp… 2. Al-Maududi, Abul A'la, Hukum dan Konstitusi, Sistem Politik Islam, Penerbit Mizan, 1990 3. Al-Buraey, Muhammad, Islam Landasan Alternatif Administrasi Pembangunan, Penerbit CV Rajawali, Jakarta, 1986 4. Anshari, Endang Saifuddin, Piagam Jakarta 22 Juni 1945, Sebuah Konsensus Nasional tentang Dasar Negara Republik Indonesia (1945-1949), Gema Insani Pers, Jakarta, 1997 5. Ar-Rais, Dhiya' ad-Din, Islam dan Khilafah, Kritik terhadap Buku Khilafah dan pemerintahan Dalam Islam, Ali Abdur Raziq, Penerbit Pustaka, 1985. 6. Azra, Azyumardi, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara, Melacak Akar-akar Pembaruan Pemikiran Islam di Indonesia, penerbit Mizan, Bandung, 1994 7. Azra, Azyumardi, Menuju Masyarakat Madani, Penerbit Remaja Rosda karya, Bandung, 1999. 8. Bahtiar Effendy, Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktek Politik Islam di Indonesia, Yayasan Wakaf Paramadina, Jakarta1998 9. Bakar, Osman, Tawheed and Science: Essays on The History and Philosophy of Islamic Science, Secretariat for Islamic Philosophy and Science and Nurin Enterprise, Malaysia, 1991. Terjemahan Indonesia oleh Yuliani Liputo, Tauhid dan Sains: Esai-esai tentang Sejarah dan Filsafat Sains Islam, Pustaka Hidayah, bandung, 1994. 10. Mizan, Jakarta, 2005 Bagir, Haidar, Buku Saku Filsafat Islam, Penerbit Arasy- PT

17

11. Jakarta, 2005.

Bagir, Haidar, Buku Saku Tasawuf, Penerbit Arasy- Mizan,

12. Capra, Fritjof, The Turning Point: Science, Society anf The Rising Culture, Bantam Books Inc. New York, 1983. 13. Chomsky, Noam, Imperial Ambition,

14. Danechepajuh, Muhammad Taqi, A Bibliography of The Writings of Mulla Sadra, Tehran University. 15. Fakhry, Majid, A Short Introduction to Islamic Philosophy, Theology and Mysticism, One World Publication, Oxford, Englang, 1997. Terjemahan Indonesia oleh Zainul Am, Sejarah Filsafat Islam: Sebuah Peta Kronologis, Penerbit Mizan, Bandung, 2001. 16. Fauzi, Ihsan Ali, Demokratisasi dan Liberalisasi Ekonomi: Beberapa Catatan Teoritis, Makalah Kursus Singkat di PSI Forum Muda Paramadina, Jakarta , 19 April 2007 17. Fauzi, Ihsan Ali, Warisan Kolonial dan Demokrasi: Membandingkan Pengalaman India dan Indonesia, Makalah Forum Muda Paramadina, Jakarta, 29 Maret 2007 18. Hadi, Abdul, Widji Muthahar, Pancasila, Reformasi dan Cita-cita Masyarakat Madani, makalah bahan kuliah Pancasila, di ICASParamadina, Jakarta tahun 2006 19. Hadi, Abdul, Widji Muthahar, Pancasila sebagai Etika Politik dan Dasar Ideologi Negara, catatan Kuliah IX Pancasila, di ICASParamadina, Jakarta 2006, 20. Hadi, Abdul, Widji Muthahar, Multikulturalisme Versus Nation State, Catatan Tambahan Kuliah Pancasila, di ICAS-Paramadina, Jakarta, 2006 21. Hadi, Abdul, Widji Muthahar, Persatuan dan Kemajemukan Indonesia, Mencari Visi Baru serta Pesrekat Sejarahnya, Makalah bahan Kuliah Pancasila di ICAS –Paramadina Jakarta, 2006 22. Hadi, Abdul, Widji Muthahar, Kemanusiaan dalam Islam, Catatan Kuliah II Pancasila dan Humanisme, di ICAS-Paramadina Jakarta, 2006

18

23. Heriyanto, Husain, Paradigma Holistik: Dialog Filsafat, Sains dan Kehidupan Menurut Shadra dan Whitehead, Penerbit Teraju, Jakarta, 2003. 24. Kartanegara, Mulyadhi, Menembus Batas Waktu: Panorama Filsafat Islam. Penerbit Mizan, Bandung, 2002. 25. Kartanegara, Mulyadhi, Menyibak Tirai Kejahilan: Pengantar Epistemologi Islam, Penerbit Mizan, Bandung, 2003. 26. Kartanegara, Mulyadhi, Menuju Gerbang Kearifan, Sebuah Pengantar Filsafat Islam, Penerbit …………, 2005 27. Kartanegara, Mulyadhi, Integrasi Ilmu, Sebuah Rekonstruksi Holistik, Penerbit Arasy PT Mizan Pustaka, Jakarta, 2005. 28. Kartanegara, Mulyadhi, Tradisi Ilmiah Islam, Penerbit Serambi, Jakarta, 2005. 29. Kartanegara, Mulyadhi (Arr), Edward Craig (General Editor), Luciano Floridi (Consultan Editor), Routledge’s Encyclopedia of Islamic Philosophy, London & New York, 1998. 30. Khamenei, Seyyed Muhammad, Mulla Sadra’s Transcendent Philosophy, Sadra Islamic Philosophy Research Institute (SIPRIn), Teheran, 2004. 31. Khomeini, Imam, “Sistem Pemerintahan Islam” (Indonesian Translation from: Islamic Government, Seri perkuliahan Imam Khomeini tahun 1970), terjemahan Anis Maulachela, Pustaka Zahra, 2002 32. Khalid Walid, Tasawuf Mulla Sadra, Konsep Ittihad al-Aqil al-Maqul, dalam Epistemologi Filsafat Islam dan Makrifat Ilahiyyah, Muthahhari Pers, Bandung, 2006 33. Leaman, Oliver, A Brief Introduction to Islamic Philosophy, Polity Press, Cambridge, 1999. Terjemahan Indonesia oleh: ………., Pengantar Filsafat Islam, Sebuah Pendekatan Tematis, Penerbit Mizan, Bandung, 2002 34. Mahzar, Armahedi, Revolusi Integralisme Islam: Merumuskan Paradigma Sains dan Teknologi Islami, Bandung, Penerbit Mizan, 2004. 35. Mahzar, Armahedi, Integralisme: Sebuah Rekontruksi Filsafat Islam, Bandung, Penerbit Pustaka Salman, 1983. 36. Bandung, 1983. Mahzar, Armahedi, Islam Masa Depan, penebit Pustaka,

19

37. Muthahhari, Murtadha, Filsafat Hikmah: Pengantar Pemikiran Shadra, Penerbit Mizan Bandung, 2002. 38. Muthahhari, Murtadha, Pandangan Dunia Tauhid, Yayasan Muthahhari, Bandung, 1985. 39. Muthahhari, Murtadha, Pengantar Ilmu-ilmu Islam, Penerbit Pustaka Zahra, Jakarta, 2003, terjemahan dari Understanding Islamic Sciences, ICAS, London, 2002. 40. Muthahhari, Murtadha, Manusia dan Alam Semesta, Konsepsi Islam tentang Jagat Raya, Penerbit Lentera, Jakarta, 2002, terjemahan Ilyas Hasan dari Man and Universe, Ansariyan Publication, Qum Iran, 1997. 41. Muthahhari, Murtadha, Manusia Seutuhnya, terjemahan Indonesia oleh Abdillah Hamid Ba’abud, Penerbit YAPI, Bangil, 1995. 42. Mustamin al-Mandari (ed), Menuju Kesempurnaan: Persepsi dalam Pemikiran Mulla Sadra, Penerbit Safinah, Makassar, 2003. 43. Nasr, Seyyed Hossein, Sadr a-Din Shirazi and His Transcendent Theosophy, Background, Life and Works, Institute for Humanities and Cultural Studies, Tehran University, Tehran 1997. 44. Nur, Syaifan, Filsafat Wujud Mulla Sadra, Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2002 45. Madjid, Nurcholish, Indonesia Kita, PT Gramedia Pustaka Utama berkeja sama dengan Universitas Paramadina Jakarta dan Perkumpulan Membangun kembali Indonesia, 2003 46. Muthahhari, Murthada, Filsafat Hikmah, Pengantar Pemikiran Shadra, Penerbit Mizan, Bandung, 2002 47. Nasr, Seyyed Hossein and Oliver Leaman, History of Islamic Philosophy Vol I, London-New York: Routledge, 1996 48. Nasr, Seyyed Hossein and Oliver Leaman, History of Islamic Philosophy Vol II, London-New York: Routledge, 1996 49. Nasr, Seyyed Hossein. Ideals and the Realities of Islam. Chicago: ABC International Group, 2001; Cambridge: Islamic Texts Society, 2001 50. Nasr, Seyyed Hossein. Islam and the Plight of Modern Man. Chicago: ABC International Group, 2001; Camberidge: Islamic Texts Society, 2002

20

51. Panggabean, Syamsul Rizal, Wahabisme di Indonesia, Makalah Diskusi Wahabisme X, PSI Paramadina, 2 Maret 2007 52. Nurhadi, Robi, Membendung Konspirasi Perampok Global, makalah pada Kajian Strategis kerjasama UNAS dengan Dewan Ketahanan Nasional (WANTANAS) DI Universitas Nasional, 31 Januari 2005 53. Perkins, John , Confession of an Economic Hitman, Pengakuan seorang Ekonom Perusak, Penerbit Abdi Tandur, Jakarta 2005 54. Rahman, Fazlur, Filsafat Shadra, Penerbit Pustaka, Bandung 2000, (Translation from: The Philosophy of Mulla Shadra (Shadr al-Din al-Syirazi), Fazlur Rahman, State University of New York, Albany, ney York, 1975 55. Rahman, Fazlur, The Philosophy of Mulla Sadra (Shadr alDin al-Syirazi), State University of New York, Albany New York, 1975, Indonesian translation: Filsafat Sadra, Terjemahan Munir A. Muin, Penerbit Pustaka, Bandung, 2000 56. Sadra, Mulla, Hikmat al-Arsyiah, Iran, English Translation by James Winston Morris, The Wisdom of The Throne: an Introduction to the Philosophy of Mulla Sadra, Princeton University Press, New York, 1981. Terjemahan Indonesia oleh Dimitri Mahayana dan Dedi Juniardi, ,Kearifan Puncak, Penerbit Pustaka Pelajar, Jogyakarta, 2001. 57. Sadra, Mulla, Manifestasi-Manifestasi Ilahi: Sebuah Risalah Teosofi Islam, terjemahan Irwan Kurniawan (dari Judul Asli al-Mazahir al-Ilahiyyah fi Asrar al-‘Ulum al-Kamaliyyah), Penerbit Pustaka Hidayah, Bandung, 2004. 58. Sadr, Allama Muhammad Bagir, Our Philosophy, Ansariyah Publication, Qum, Iran, 1987. Terjemahan Indonesia oleh M. Nur Mufid bin Ali, Falsafatuna, Penerbit Mizan, Bandung, 1991. 59. Sjadzali, Munawir, Islam dan Tata Negara, Penerbit Unersitas Indonesia, UI-Press, Jakarta, 1990 60. Sairin, Weinata, Apresiasi, Interpretasi dan Ekspektasi Pancasila sebagai Mosus Vivendi Kehidupan Beragama dan berkepercayaan di Indonesia, Makalah yang disampaikan pada Seminar Nasional: Pancasila sebagai Modus Vivendi dalam Beragama dan berkepercayaan di Indonesia,, 28 Agustus 2006 di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta, yang diselenggarakan oleh kerjasama antara ICAS-Paramadina, IJABI, BPKBB, WANTANAS RI.

21

61. Sekretariat negara Republik Indonesia, Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) – Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), Setneg RI, Jakarta 1995 62. Yamani, Filsafat Politik Islam, Antara pemikiran Al-Farabi dan Imam Khomeini, Mizan Bandung, 63. Yazdi, Muhammad Taqi Misbah, Philosophical Instruction, An Introduction to Contemporary Islamic Philosophy, Translated by Muhammad Legenhausen and Azim Sarvdafir, IGCS-Global Publication, Binghamton University, State University of New York, Binghamton-New York, 1999. Terjemahan Indonesia oleh Musa Kazim, Buku Daras Filsafat Islam, Penerbit Mizan Bandung, 2003 64. Yazdi, Muhammad Taqi Misbah, The Learning of The Glorious Qur’an, (English Translation) by M.J. Khalili, Islamic Propagation Organization, Tehran, Islamic Republic of Iran, 1994. Terjemahan Indonesia oleh M. Habib Wijaksono, Filsafat Tauhid, Penerbit Arasy- PT Mizan Pustaka, Bandung, 2003. 65. Yazdi, Mehdi Hairi, The Principles of Eopistemology in Islamic Philosophy: Knowledge by Presence, State University of New York Press, Albany, 1992. Terjemahan Indonesia oleh Ahsin Muhammad, Menghadirkan Cahaya Tuhan: Epistemology Iluminasionis dalam Filsafat Islam, Penerbit Mizan, 2003. 66. Yassin, Muhammad, SH,SIP, Letjen TNI, Sumbangan pemikiran tentang Pancasila sebagai Modus Vivendi dalam Beragama dan Berkepercayaan di Indonesia, Makalah Keynote Speaker pada Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-61.

22

ICAS JAKARTA

PARAMADINA UNIVERSITY

PROPOSAL APPROVAL FORM Master’s Course of Islamic Philosophy

The Thesis proposal written by : Ahmad Y. Samantho Titled: “WILAYAH AL-HIKMAH IN DEMOCRACY BASED ON POLITICAL PHILOSOPHY OF PANCA SILA AND ISLAM”

23

Has been approved by the undersigned thesis committee members: Dr. Seyyed Mohsen Miri (Committee Chair) Dr. Haidar Bagir, MA Husain Heriyanto, M.Hum Dr. Abdul Muis Naharong, M.A Date:______________ Date:______________ Date:______________ Date: _____________ (……………………….) (……………………….) (………………………) (………………………)

Body of The Thesis Proposal Abstract ………………………………………………………………………… i The Authorship Statement ……………………………………………………… ii Acknowledgments ……………………………………………………………... iii Table of Contents ………………………………………………………………. i v List of Tables …………………………………………………………………... v

Introduction …………………………………………………………………… 1 1. Rationale, Background of Research ………………………... ……... 1 2. Objectives/Purpose of Study ….…………………………………… 5 3. Benefits of Study ………………………………………….. …….... 6

24

4. Literature Review ………………………………………………….. 7 5. Methods of Research ……………………………………………….. 8 6. Summaries of Chapters of The Thesis ……………………………… 9 7. Bibliography …………………………………………………………12

The Thesis Proposal Approval Form ……………………………………………

25

Sponsor Documents

Or use your account on DocShare.tips

Hide

Forgot your password?

Or register your new account on DocShare.tips

Hide

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Back to log-in

Close