Register

Published on February 2017 | Categories: Documents | Downloads: 18 | Comments: 0 | Views: 401
of 7
Download PDF   Embed   Report

Comments

Content



Register



Help


User Name

Passw ord



Harian Kompas | Kompas TV

Forum
myKompas | Sign In
Search

Go


news



ekonomi



bola



tekno



entertainment



otomotif



health



female



travel



properti



foto



video



forum



kompasiana



Home



Forum
o Today's Posts
o FAQ
o Calendar
o Community
o Forum Actions
o Quick Links



What's New?



Kuis & Kontes



Jual beli



Sistem Pneumatik
Penjelasan singkat tentang prinsip dasar pneumatik dengan contoh sederhana
dari aplikasi rangkaian pneumatik untuk pengontrolan on-off valve.
Secara definisi sistem pneumatik dapat diartikan sebagai setiap sistem yang
menggunakan gas atau udara sebagai fluida/media penggerak ataupun
transmisi. Disebut media penggerak karena memang sifat udara yang
compressible dapat dikonversi menjadi tenaga mekanik. Contohnya : pompa,
piston ataupun valve yang dioperasikan secara pneumatik. Dibandingkan
dengan sistem hidraulik yang menggunakan cairan/oli sebagai fluida.
Pneumatik memiliki kelebihan diantaranya : bersih dan harga yang murah.
Namun besarnya tenaga yang diberikan tidak sebesar tenaga hidraulik. Pada
umumnya tekanan kerja udara yang dioperasikan pada sistem penggerak
pneumatik sebesar 7 – 10 barg. Aplikasi sistem penggerak pneumatik banyak
ditemukan diindustri manufacturing, petrokimia ataupun industri migas.
Sistem pneumatik dapat pula dimanfaatkan sebagai media transmisi sinyal.

ISA-S7.4 (Air Pressures for Pneumatic Controllers, Transmitters, and
Transmission Systems) melakukan standardisasi rentang untuk sinyal
pneumatik : 20 – 100 kPag atau 3 -15 psig.
Pada masa kini sistem instrumentasi yang masih menggunakan sinyal
pneumatik sangat jarang ditemukan, selain dikarenakan harga instalasi yang
mahal juga adanya waktu tunda (delay) dalam pengiriman sinyal. Saat ini
transmisi sinyal pneumatik pada plant lama sendiri banyak digantikan dengan
menggunakan transmisi sinyal listrik analog 4-20 mA ataupun komunikasi
digital seperti fieldbus/Profibus.
Kecuali pada plant yang telah tua, rangkaian pneumatik sudah jarang
ditemukan pada suatu industri migas. Namun pada beberapa aplikasi masih
sangat sering dijumpai, misalnya: Wellhead Control Panel, Fusible Loop Panel
ataupun Control Panel pada On-Off Valve. Pada beberapa aplikasi, sistem
pneumatik kerap kali dikombinasikan juga dengan sistem lainnya seperti
sistem elektrik ataupun hidraulik.
Beberapa standard yang digunakan pada perancangan sistem pneumatik
diantaranya :
- API RP 552 (Transmission System)
- ISA S7.4 (Air Pressures for Pneumatic Controllers, Transmitters, and
Transmission Systems)
- ISA S7.3 (Quality Standard for Instrument Air)
- ISA S7.7 (Recommended Practice for Producing Quality Instrument Air)
SIMBOL DAN RANGKAIAN PNEUMATIK
Standard ISO 1219 menjadi acuan dalam standardisasi simbologi untuk
komponen pneumatik. Pada umumnya pun supplier atau vendor suatu produk
pneumatik mengacu pada standard tersebut untuk mereprentasikan fungsifungsi produknya. Beberapa contoh simbol pada sistem pneumatik dapat
dilihat pada lampiran yang dapat anda download.
Didalam salah satu bab API RP 552 diatas banyak membahas bagaimana cara
pemasangan (instalasi), transmisi dan beberapa issue desain penting lain yang
harus diperhatikan.

Contoh rangkaian elektro-pneumatik sederhana pada suatu on-off valve
control station.
Perhatikan gambar diatas, contoh sebuah rangkaian pneumatik sederhana
dalam satu proyek untuk keperluan pengontrolan on-off valve. Deskripsi dari
komponen-komponen pneumatiknya sebagai berikut:
item Komponen Pneumatik
Fungsi
A
Aktuator
Mengubah tekanan udara menjadi gerakan 1/4 putaran yang
digunakan untuk membuka-tutup valve. Didalam aktuator
terdapat ruang udara dan pegas (spring). Kesetimbangan gaya
pegas dan tekanan udara dimanfaatkan untuk mengontrol
gerakan piston.
B
Main Valve
Adalah objek kontrol dari sistem pneumatik. Mekanisme
buka-tutup valve diakibatkan oleh gerakan piston didalam
aktuator. Untuk kasus ini, main valve dalam keadaan terbuka
pada saat aktuator mendapat tekanan pneumatik. Hilangnya
tekanan udara/pneumatik pada aktuator menyebabkan main
valve tertutup.
1
Two Way Ball Valve Sebagai isolasi sistem pneumatik terhadap supply udara dari
luar. Pada saat sistem pneumatik dioperasikan valve ini harus
dalam keadaan terbuka dan ditutup pada saat ada
pemeliharaan (maintenance) misalnya ada kebocoran atau
penggantian komponen.
2
Air Filter Regulator Menjaga tekanan supply udara pada harga yang ditentukan
(contoh: 5.5 barg) sekaligus membuang (release) kelebihan
tekanan. Selain itu juga berfungsi sebagai penyaring udara
(ukuran 5 micron) dari partikel debu pengotor. Akumulasi uap
air yang terjebak dibuang secara manual (manual drain).
3
Pressure Gauge
Untuk pembacaan / indikasi besarnya tekanan udara yang
masuk ke sistem pneumatik. Range yang umum digunakan 010 barg ataupun 0 – 14 barg.
4, 10
Check Valve
Mencegah aliran balik udara.

5

3/2 Way Solenoid Valve Mengatur buka-tutup aliran udara didalam sistem pneumatik.
dengan Manual Reset. Fungsinya semacam block and bleed valve. 3/2 way bermakna
Buka-tutup valve
valve tersebut memiliki 3 port dan 2 position (keadaan). Pada
diaktuasi oleh signal dasarnya kita bebas menghubungkan port mana yang akan kita
listrik.
pilih sesuai design yang kita inginkan, dianalogikan seperti
istilah NO/NC pada wiring. Pada kasus ini hanya 2 port yang
terhubung dengan tubing sedangkan port lainnya difungsikan
sebagai venting port (dipasang bug screen). Dalam keadaan
tidak ada arus listrik/sinyal elektrik , jalur aliran udara masuk
ke aktuator tertutup (mengakibatkan main valve dalam posisi
tertutup). Ketika arus listrik diumpan ke solenoid membuat
aliran udara kedalam aktuator tebuka (main valve menjadi
terbuka).
Sekali arus listrik hilang, valve kembali keposisi semula (yang
disebabkan oleh gaya pegas didalam valve).Yang berakibat
tertutupnya aliran udara menuju aktuator dan pada saat yang
sama pula sisa tekanan udara didalam tubing (diantara valve
dan aktuator) dibuang ke atmosfer melalui venting port.
Manual reset berupa tombol yang harus ditekan operator
secara manual sesaat setelah valve berubah posisinya. Tanpa
melakukan reset, valve tidak akan berubah ke posisi
selanjutnya walaupun sinyal listrik telah diumpankan.
6
Bug Screen
Umumnya dipasang pada venting port, gunanya untuk
mencegah masuknya serangga pada komponen pneumatik.
7
Flow Control Valve Mengatur besar-kecilnya aliran udara yang masuk kedalam
aktuator.
8
Safety Relief Valve Jika pressure regulator tidak befungsi dengan baik (fail), maka
tekanan udara yang akan masuk kedalam aktuator menjadi
tidak terkendali sehingga perlu ditambahkan proteksi untuk
membuang kelebihan tekanan tersebut. Aktuator sendiri
memiliki batas maksimum tekanan kerja yang umumnya
berada pada rentang 8 – 10 barg, tergantung pada jenis
/ukuran aktuator yang dipilih.
9
Quick Exhaust Valve Mempercepat buangan sisa tekanan didalam aktuator ke luar
atmosfer. Valve ini hanya berfungsi pada saat tidak ada supply
udara kedalam aktuator. Adanya valve ini akan mempercepat
respon tutupnya main valve.
11
Silencer
Dipasang pada akhir rangkaian pneumatik yaitu jalur tubing
menuju venting ke atmosfer. Gunanya mencegah masuknya
benda asing sekaligus mengurangi suara bising akibat buangan
tekanan udara dari aktuator.
Bulk material : tubing, fittings Menghubungkan komponen pneumatik satu dengan
adapter, tee dan lain-lain
komponen lainnya.

Gambaran diatas hanyalah salah satu contoh sederhana dari aplikasi rangkaian
pneumatik untuk pengontrolan on-off valve. Pada kasus lain semisal Wellhead
Control Panel, rangkaian pneumatik dikombinasikan dengan rangkaian

hidraulik dan elektrik makin menambah rumit rangkaiannya. Namun pada
dasarnya sepanjang kita mengetahui fungsi-fungsi dasar (basic function) tiaptiap komponennya dan main line atau alur utama pneumatik nya akan
memudahkan kita memahami keseluruhan mekanisme sistem rangkaian
pneumatik tersebut.

Keuntungan Pemakaian Pneumatik :
A Merupakan media/fluida kerja didapat dan mudah diangkut yang mudah:
1)Udara dimana saja tersedia dalam jumlah yang tak terhingga.
2)Saluran-saluran balik tidak diperlukan karena udara bekas dapat dibuang bebas ke atmosfir,
sistem elektrik dan hidrolik memerlukan saluran balik.
3)Udara bertekanan dapat diangkut dengan mudah melalui saluran-saluran dengan jarak yang
besar, jadi pembuangan udara bertekanan dapat dipusatkan dan menggunakan saluran
melingkar semua pemakai dalam satu perusahaan dapat dilayani udara bertekanan dengan
tekanan tetap dan sama besarnya. Melalui saluran-saluran cabang dan pipa-pipa selang,
energi udara bertekanan dapat disediakan dimana saja dalam perusahaan.
B. Dapat disimpan dengan mudah :
1)Sumber udara bertekanan ( kompresor ) hanya menyerahkan udara bertekanan kalau udara
bertekanan ini memang digunakan. Jadi kompresor tidak perlu bekerja seperti halnya pada
pompa peralatan hidrolik.
2)Pengangkutan ke dan penyimpanan dalam tangki-tangki penampung juga dimungkinkan.
3)Suatu daur kerja yang telah dimulai selalu dapat diselesaikan, demikian pula kalau
penyediaan listrik tiba-tiba dihentikan.
C. Bersih dan kering :
1). Udara bertekanan adalah bersih. Kalau ada kebocoran pada saluran pipa, benda-benda
kerja maupun bahan-bahan disekelilingnya tidak akan menjadi kotor.
2). Udara bertekanan adalah kering. Bila terdapat kerusakan pipa-pipa tidak akan ada
pengotoran-pengotoran, bintik minyak dansebagainya.
3). Dalam industri pangan , kayu , kulit dan tenun serta pada mesin-mesin pengepakan hal
yang memang penting sekali adalah bahwa peralatan tetap bersih selama bekerja.
Sistem pneumatik yang bocor bekerja merugikan dilihat dari sudut ekonomis, tetapi dalam
keadaan darurat pekerjaan tetap dapat berlangsung. Tidak terdapat minyak bocoran yang
mengganggu seperti pada sistem hidrolik.
D. Tidak peka terhadap suhu
1). Udara bersih ( tanpa uap air ) dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu yang tinggi
atau pada nilai-nilai yang rendah, jauh di bawah titik beku ( masing-masing panas atau dingin
).
2). Udara bertekanan juga dapat digunakan pada tempat-tempat yang sangat panas, misalnya
untuk pelayanan tempa tekan, pintu-pintu dapur pijar, dapur pengerasan atau dapur lumer.
3). Peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara aman dalam
lingkungan yang panas sekali, misalnya pada industri-industri baja atau bengkel-bengkel
tuang (cor).
E. Aman terhadap kebakaran dan ledakan

1). Keamanan kerja serta produksi besar dari udara bertekanan tidak mengandung bahaya
kebakaran maupun ledakan.
2). Dalam ruang-ruang dengan resiko timbulnya kebakaran atau ledakan atau gas-gas yang
dapat meledak dapat dibebaskan, alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan
pengamanan yang mahal dan luas. Dalam ruang seperti itu kendali elektrik dalam banyak hal
tidak diinginkan.
F. Tidak diperlukan pendinginan fluida kerja
1). Pembawa energi (udara bertekanan) tidak perlu diganti sehingga untuk ini tidak
dibutuhkan biaya. Minyak setidak-tidaknya harus diganti setelah 100 sampai 125 jam kerja.
G. Rasional (menguntungkan)
1). Pneumatik adalah 40 sampai 50 kali lebih murah daripada tenaga otot. Hal ini sangat
penting pada mekanisasi dan otomatisasi produksi.
2). Komponen-komponen untuk peralatan pneumatik tanpa pengecualian adalah lebih murah
jika dibandingkan dengan komponen-komponen peralatan hidrolik.
H. Kesederhanaan (mudah pemeliharaan)
1). Karena konstruksi sederhana, peralatan-peralatan udara bertekanan hampir tidak peka
gangguan.
2). Gerakan-gerakan lurus dilaksanakan secara sederhana tanpa komponen mekanik, seperti
tuas-tuas, eksentrik, cakera bubungan, pegas, poros sekerup dan roda gigi.
3). Konstruksinya yang sederhana menyebabkan waktu montase (pemasangan) menjadi
singkat, kerusakan-kerusakan seringkali dapat direparasi sendiri, yaitu oleh ahli teknik,
montir atau operator setempat.
4). Komponen-komponennya dengan mudah dapat dipasang dan setelah dibuka dapat
digunakan kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya.

Sponsor Documents

Or use your account on DocShare.tips

Hide

Forgot your password?

Or register your new account on DocShare.tips

Hide

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Back to log-in

Close