Toxoplasmosis in Pregnancy

Published on December 2016 | Categories: Documents | Downloads: 9 | Comments: 0 | Views: 145
of 11
Download PDF   Embed   Report

Toxoplasmosis in Pregnancy

Comments

Content

TOXOPLASMOSIS IN PREGNANCY

Senin, 27 September 2010
Prof. dr.HM Sulchan Sofoewan, SpOG

Assalamu’alaikum.. Masih bertemu lagi bersama saya, tak henti dan tak bosannya saya meminta maaf jika banyak kesalahan dan kekurang dalam pendalaman materi ini, semoga bermanfaat dan selamat belajar.. Oy temen-temen materi TOXOPLASMOSIS IN PREGNANCY, RUBELLA IN PREGNANCY,CYTOMEGALOVIRUS, dan GENETALIS HERPES adalah materi yang bisa disatukan menjadi PRENATAL INFECTION. Keempat penyakit itu disingkat TORCH. Oke, mulai aja yuk belajarnya, tapi kita berdo’a dulu yuk.. “Bismillahirrohmaanirrohiim. Asyhadu anlaa ilaaha illalloh wa asyhadu anna Muhammadan rasuululloh. Rodliitu billahi robbaa wa bil-islaami diinaa wa bi Muhammadin nabiyyaw wa rosuulaa, Robbii zidni ‘ilmaa warzuqnii fahmaa. Aamiin....” Temen-temen kali ini kita kan membahas tentang toxoplasmosis. Sebenarnya materi ini telah kita bahas pada blok 6 lalu, so.. kali ini aku mo ngajak teman-teman buat mengulang kembali materi yang terdahulu,ayo mulai.. apa itu toxoplasmosis? Toksoplasmosis (tokso) adalah infeksi yang disebabkan oleh protozoa bersel tunggal yang disebut toxoplasma gondii yang hidup dalam sel manusia atau hewan, khususnya kucing dan hewan ternak. Toxoplasma gondii ini hidup dalam 3 bentuk, yaitu : • • • 1. Trophozoite/Tachyzoite 2. Tissue cysts/Bradyzoite/sista jaringan 3. Oocysts/Sporozoite

FREQUENCY OF TOXOPLASMA ANTIBODY IN WOMEN IN IND Jadi, 50% dari ibu hamil sudah pernah mengalami toxoplasmosis karena IgGnya positif, jika lama atau tidaknya tergantung dari IgMnya.

Block 7 Genetic and Molecular Biology | 3rd Chapter | Editor : Chidew

13

TOXOPLASMOSIS IN PREGNANCY

TOXOPLASMA GONDII  Toxoplasma gondii adalah suatu spesies parasit yang bergenus toxoplasma  Toxoplasma gondii ini mempertahankan hidup dan memperbanyak dirinya di dalam intraseluler  Reproduksinya secara endogen  Pada masa akut, demam, misalnya, dia akan menyerang semua tipe sel  Setelah menginvasi organism, baru kemudian akan berkembangbiak sampai sitoplasma terisi penuh hingga pecah  Di dalam jaringan, toxoplasma gondii ini akan berbentuk sista  Biasanya jika dalam sista ini, sudah parah dan sudah tidak bisa ditolong lagi  Tempat yang paling sering dihuni adalah skeleton, otot jantung, otak berupa infeksi laten. Makanya lebih baik tidak makan daging mentah karena sista suka di bagianbagian yang tadi sudah disebutkan Jika dalam bentuk oocyst, toxoplasma gondii ini dibentuk dalam ususnya kucing yaitu di usus halus dan akan memperbanyak diri kemudian akan berkembang menjadi bentuk yang infeksius dalam waktu 1-5 hari. Dalam kondisi infeksius ini dapat bertahan hingga 1 tahun. Toxoplasma dapat menginfeksi dan menjadi parah pada penderita defisiensi imun, seperti HIV positif. Orang dengan HIV positif akan menderita infeksi oportunistik, salah satunya adalah toxoplasmosis. Jadi, toxoplasma gondii ini ditransmisikan lewat feses kucing, lalu tanah yang pernah didiami oleh fesesnya (mengandung toxoplasma gondii) itu dipegang oleh tangan. Tetapi se-infeksius-infeksiusnya toxoplasma gondii ini ternyata dia bisa rusak dengan pemanasan
14

Block 7 Genetic and Molecular Biology | 3rd Chapter | Editor : Chidew

TOXOPLASMOSIS IN PREGNANCY

atau pendinginan pada suhu tertentu. Gambar ini menjelaskan transmisi toxoplasma gondii.

Kalau gambar dibawah ini adalah gambar siklus dari toxoplasma gondii

MATERNAL INFECTION Proses transmisinya toxoplasma gondii ini bukan hanya yang lewat feses tadi, tetapi bisa juga melalui daging mentah/belum matang atau dari makanan yang terkontaminasi (jadi, hindarilah daging yang belum matang), eiittss ternyata toxoplasma gondii ini bisa lewat transfuse darah juga loh temen-temen.. nah jika sudah terjangkit maka akan ada ciri-ciri:
Block 7 Genetic and Molecular Biology | 3rd Chapter | Editor : Chidew

15

TOXOPLASMOSIS IN PREGNANCY

lelah, tidak enak badan, cervical lymphadenopathy dan atypical lymphocytosis. Kemudian, bila terjadi parasitemia pada ibu hamil maka akan menginfeksi plasenta dan janinnya itu sendiri. Infeksi pada janin 30-40%, dan akan semakin meningkat dengan bertambahnya umur kehamilan. Jadi, semakin tua umur kandungan maka semakin mudah terinfeksi tetapi pengaruh yang ditimbulkan akan semakin ringan. Tetapi semakin muda umur kandungan maka akan semakin sulit terinfeksi tetapi pengaruh yang ditimbulkan setelah itu akan semakin parah. Mengapa di awal trimester, bayi susah terinfeksi namun efeknya parah, sedangkan pada trimester akhir, bayi mudah terinfeksi tapi efeknya tidak terlalu parah? Jawabannya, karena pada awal trimester itu terjadi organogenesis (pembentukan organ-orga). Jadi apabila proses ini terganggu, maka dapat terjadi defek dalam morfologi atau fisiologi organ-organnya si bayi. Sedangkan mengapa pada awal kehamilan bayi sulit terinfeksi, karena pada awal kehamilan, barrier plasenta masih tebal, sehingga sulit terinfeksi. Selama trisemester pertama angka penularan ke janinnya sekitar 15%, pada trisemester kedua 30% dan trisemester ketiga 60% untuk terjadinya transmisi. Morbiditas dan mortilitas janin akan tinggi setelah awal terjadi transmisi. Jika terjadi pada neonates maka biasanya akan terjadi LBW (low body weight), hepatosplenomegaly, icterus, anemia, hydrocephalus, intracranial calcification sebagai salah satu tanda dari terjangkitnya toxoplasma gondii. Selain itu, bisa juga terjadinya kehilangan penglihatan, kehilangan pendengaran, retardasi mental choriorenitis.

PREVENTION jadi, pencegahannya:  primernya itu : pemberian informasi tentang cara/ jalur infeksi, menghindari infeksi melalui mulut, inhalasi. Penting bagi semua ibu yang hamil dengan “seronegative (nilai negativenya IgG dan IgM, jadi belum memiliki proteksi antibody)”  sekunder preventing : selama hamil dideteksi dengan serologi, jadi treatment dapat dilakukan sebelum bayi terinfeksi, tetapi
Block 7 Genetic and Molecular Biology | 3rd Chapter | Editor : Chidew

16

TOXOPLASMOSIS IN PREGNANCY

treatment ini sudah termasuk terlambat karena ibu sudah terinfeksi  tertier preventing : pengobatan pada bayi yang telah terinfeksi untuk menghindari simptom.

HYGIENIC AND DIETITIC EDUCATION  hindari makan daging yang belum matang  cucilah sayuran dan buah-buahan sebelum dimakan  selalu jaga dapur anda dalam keadaan higienis  hindarilah kontak dengan kotoran kucing  cucilah tangan anda setelah memegang tanah  pakailah sarung tangan ketika berkebun DIAGNOSIS OF CONGENITAL TOXOPLASMOSIS  mencari parasitnya dalam tubuh, namun prosedur ini jarang dilakukan  Serological test: menghitung jumlah antibodi. Biasanya yang dihitung tuh antibodi humoral, seperti Ig M dan Ig G.  Mendeteksi gejala (symptom):  prenatal ultrasound  cranial ultrasound  Amniocentesis: mencari DNA si parasit dengan teknik PCR

Block 7 Genetic and Molecular Biology | 3rd Chapter | Editor : Chidew

17

TOXOPLASMOSIS IN PREGNANCY

Gambar di bawah ini adalah gambar retina pada orang terinfeksi toxoplasma :

SEROLOGICAL TEST Jadi, bila sudah terjadi parasitemia dalam kurun waktu beberapa minggu, maka tubuh akan memproduksi antibody, para antibody ini tetap menjadi prajurit kita dan akan melawan parasit tersebut, mengontrol penyakitnya, sehingga tidak akan ada lagi parasit dalam darah. Prajurit-prajurit itu adalah ; IgG, IgM, IgA, IgE. Nah biasanya untuk melakukan tes serologic ini melihat hasil IgG dan IgMnya. Jadi, sebelum orang terinfeksi maka IgG dan IgM negative (-), tapi jika sudah terinfeksi maka IgG positive (+) dan IgM (+). IgM ini ada pada infeksi akut dan akan bertahan untuk 6-12 bulan. Jika IgG stabil dan IgM sudah mulai tidak ada maka dia sudah terinfeksi lama “latent protection.” Jika IgG + IgM + maka dia baru terinfeksi.
18

Block 7 Genetic and Molecular Biology | 3rd Chapter | Editor : Chidew

TOXOPLASMOSIS IN PREGNANCY

Berikut adalah interpretasi hasil tes serologi terhadap toxoplasma : IgM + IgG Interpratation Possible acute infection, IgG titers raised in several weeks + + + Possible acute infection Remote infection Susceptible, uninfected

Block 7 Genetic and Molecular Biology | 3rd Chapter | Editor : Chidew

19

TOXOPLASMOSIS IN PREGNANCY

Block 7 Genetic and Molecular Biology | 3rd Chapter | Editor : Chidew

20

TOXOPLASMOSIS IN PREGNANCY

Jadi, jika hasil prenatal diagnosis ini mengatakan janin terinfaksi maka gunakanlah pyrimethamine, sulfonamides, dan asam folinik yang ditambahkan spiramisin, isyaallah mampu membasmi parasit di dalam plasenta dan janin.
21

Block 7 Genetic and Molecular Biology | 3rd Chapter | Editor : Chidew

TOXOPLASMOSIS IN PREGNANCY

DIAGNOSTIK PRENATAL Besarnya dampak toksoplasmosis kongenital pada janin, bayi serta anak disertai kebutuhan konfirmasi infeksi janin prenatal pada ibu hamil, maka para obstetrikus memperkenalkan metode baru yang merupakan koreksi atas konsep dasar pengobatan toksoplasmosis kongenital yg lampau. Konsep lama hanya bersifat empiris dan berpedoman pada hasil uji serologis ibu hamil. Saat ini pemanfaatan tindakan kordosentesis dan amniosentesis dengan panduan ultrasonografi guna memperoleh darah janin atau cairan ketuban sebagai pendekatan diagnostik merupakan ciri para obstetrikus pada dekade 90-an. Selanjutnya segera dilakukan pemeriksaan spesifik dan rumit yang sifatnya biomolekuler atas komponen janin tsb (darah atau air ketuban) dalam waktu relatif singkat dengan ketepatan yang tinggi. Bahkan diagnostik prenatal dipandang lebih efektif utk menghindari atau menekan resiko toksoplasmosis kongenital karena upaya preventif primer pada ibu hamil berupa nasihat menghindari makanan/minuman yg kurang dimasak kurang berhasil. Sehingga upaya diagnostik prenatal disebut sebagai prevensi sekunder. AKTIVITAS DIAGNOSIS PRENATAL Diagnosis prenatal umumnya dilakukan pada usia kehamilan 14-27 minggu, aktivitasnya sbb: 1. Kordosentesis dan amniosentesis 2. Pembiakan darah janin dan air ketuban, atau inokulasi ke dalam ruang peritoneum tikus, diikuti isolasi parasit. 3. Pemeriksaan PCR utk mengidentifikasi DNA T.Gondii. 4. Pemeriksaan dgn teknik ELISA pada darah janin guna mendeteksi antibodi IgM dan IgA janin spesifik (anti toksoplasma). 5. Pemeriksaan tambahan berupa menetapkan kadar enzim liver, platelet, leukosit (monosit dan eosinofil) dan limfosit khususnya rasio CD4 dan CD8
Block 7 Genetic and Molecular Biology | 3rd Chapter | Editor : Chidew

22

TOXOPLASMOSIS IN PREGNANCY

6. Diagnosis toksoplasmosis kongenital ditegakkan berdasar hasil pemeriksaan adanya IgM dan IgA dari darah janin, ditemukan parasit pada kultur atau inokulasi dan DNA dari T.Gondii pd PCR darah janin atau air ketuban. AGAR HASILNYA TERPERCAYA 1. Didahului oleh skrining serologik maternal, terjadi serokonversi. 2. Ketrampilan klinis melakukan kordosentesis / amniosentesis 3. Ketrampilan melakukan kultur dan inokulasi, ELISA dan PCR 4. Diagnosis prenatal berdasar amniosentesis juga untuk diagnosis infeksi janin kongenital paling sering digunakan utk Dx infeksi janin kongenital 5. Amniosentesis dapat dikerjakan sejak umur kehamilan 14 minggu, kordosentesis setelah umur kehamilan 20 minggu. 6. Amniosentesis kurang berbahaya dibanding kordosentesis karena kurang invasive. 7. PCR dg air ketuban sensitifitas 97,4% dan spesifisitas 100%. 8. PCR air ketuban tunggal sensitifitas 81%, spesifisitas 96%. 9. Bila inokulasi mencit dikombinasi dg air ket dgn PCR, sensitifitas 91%. 10. Untuk pemeriksaan IgM dan IgA spesifik darah janin sensitifitas berturut-turut 47% dan 38% 11. Sensitifitas dan spesifisitas IgM spesifik dalam cairan ketuban adalah 73,3% dan 100%. 12. Adapun IgM spesifik dlm air ket adalah produksi janin terinfeksi, karena IgM ibu tidak dapat melewati barier plasenta. 13. Pemeriksaan USG hendaknya dilakukan dalam diagnosis prenatal untuk mengukur rasio ventrikel-hemisphere, deteksi kalsifikasi intrakranial dan adanya asites, 14. Pemeriksaan USG dianjurkan tiap 3 bulan sekali sejak diagnosis prenatal. Ada pertanyaan nih dari teman kita, gimana efek toxo pada wanita dewasa atau pria dewasa yang terjangkit ketika usianya telah dewasa? Jawabannya, wanita dewasa atau pria dewasa yang terinfeksi, dapat saja tidak menunjukkan kelainan yang berarti. Atau dia tampak normal. Namun, jika si wanita hamil, maka efek berbahaya akan menjangkiti si janin. Alhamdulillah……….. selesai juga editannya,maaf-maaf-maaf banyak yang kurang dan mungkin ada yang salah, waktu pengerjaannya sangat dikejar waktu. Ya sudah..karena materinya selesai yuk kita baca doa penutup majelis bareng-bareng: “Subhaanakallohumma wabihamdika asyhadu anlaa illaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.” Wassalamua’laikum

Block 7 Genetic and Molecular Biology | 3rd Chapter | Editor : Chidew

23

Sponsor Documents

Or use your account on DocShare.tips

Hide

Forgot your password?

Or register your new account on DocShare.tips

Hide

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Back to log-in

Close